
– Untuk peningkatan mutu pelayanan kesehatan bagi peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), BPJS Kesehatan Cabang Kabanjahe menggandeng seluruh fasilitas kesehatan (Faskes), yang telah bermitra untuk sama-sama melakukan evaluasi terhadap pelayanan yang diberikan selama tahun 2024.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Kabanjahe, Nora Duita Manurung menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap seluruh Faskes yang selalu berusaha memberikan pelayanan terbaik kepada Peserta JKN. Menurutnya, hal tersebut merupakan bentuk komitmen nyata faskes agar Peserta JKN mendapatkan pelayanan yang bermutu.
“Pertemuan ini rutin kita laksanakan untuk menyatukan pemahaman tentang regulasi klaim serta menyamakan persepsi agar tidak terjadi mispersepsi dalam pengajuan klaim ke BPJS Kesehatan. Sehingga dalam proses pengajuan klaim dapat berjalan lancar tanpa ada kendala,” ujar Nora, Kamis (13/02) lalu.
Nora menjelaskan bahwa berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan, dijelaskan bahwa Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL) mengajukan klaim kolektif kepada BPJS Kesehatan secara periodik dan lengkap. Selanjutnya BPJS Kesehatan wajib melakukan pembayaran kepada FKRTL berdasarkan klaim yang diajukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
“Saya berharap dengan pelaksanaan pertemuan ini kita dapat meningkatkan engagement yang lebih erat lagi sehingga membawa dampak yang baik bagi peserta JKN. Kualitas layanan semakin ditingkatkan agar peserta nyaman saat memperoleh pelayanan kesehatan,” kata Nora.
Sementara itu perwakilan RSU Amanda Berastagi, Erna I. Hutasoit mengucapkan terima kasih kepada BPJS Kesehatan yang telah rutin membayarkan klaim kepada rumah sakit tanpa tertunda. Erna mengatakan sebagai pihak yang terjun langsung dalam melaksanakan pelayanan kesehatan di rumah sakit, tentu banyak hal yang harus mereka perbaiki. Mulai dari rutin memberikan edukasi dan pemahaman terhadap alur layanan JKN, memberikan pelayanan dan sarana yang sesuai standar dan ketentuan medis serta hal kecil lainnya yang dapat membuat peserta JKN merasa senang dan cepat sembuh dari penyakit yang mereka alami.
“Kami berharap kegiatan seperti ini rutin dilaksanakan dan hubungan koordinasi antara BPJS Kesehatan tidak berhenti hanya dalam pertemuan ini. Setiap hari bahkan setiap saat harapannya kita dapat terus berkomunikasi terutama jika ada kasus-kasus yang memang membuat kami ragu di lapangan. Kami harap kita bersama-sama bisa mencari solusi lagi-lagi dengan tujuan yang mulia dalam membantu peserta JKN dalam mengakses layanan kesehatan,” ujar Erna.
Erna juga mengatakan RSU Amanda Berastagi terus-menerus melakukan evaluasi terhadap implementasi fingerprint dan Face Recognition BPJS Kesehatan (FRISTA), yang berfungsi dalam melaksanakan fungsi reliabilitas dan validasi rekam medis Peserta, menghindari penyalahgunaan kartu, menghindari fraud, dan pemalsuan data Peserta. Dengan demikian diharapkan dapat meningkatkan kepuasan bagi Peserta JKN yang membutuhkan pelayanan kesehatan.
“Terkait dengan pengajuan klaim kami akan berusaha mengajukan klaim tepat waktu sesuai dengan aturan yang disepakati. Artinya bukan maksud memperlambat, terkadang karena banyaknya peserta kami menjadi kewalahan sehingga ke depan kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk memperbaikinya,” lanjut Erna.
Pada kesempatan yang sama perwakilan RSUD Salak, Slohnayani Berutu mewakili memberikan saran agar pelaksanaan audit sebaiknya dilaksanakan secara teratur dan berkala sehingga pihak rumah sakit dapat melakukan persiapan secara matang. Selain itu agar audit yang dilaksanakan juga dapat dilaksanakan secara maksimal dan tidak berbenturan dengan audit yang lain.
“Untuk perbaikan pelayanan kesehatan kami akan berusaha maksimal karena memang sudah menjadi agenda yang rutin. Kami juga mengapresiasi BPJS Kesehatan yang selalu menyediakan wadah pertemuan seperti ini sehingga menjadi refreshing juga bagi kami untuk berbagi pengetahuan serta update informasi terbaru terkait Program JKN,” ujar Slohna.
*Haris/INR





