Program BPJS Kesehatan “Prolanis” Jadi Pilihan Terbaik Bagi Martini


Inewsrakyat.com – Berita Tanah Karo

Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) merupakan sistem pelayanan kesehatan dengan pendekatan pro aktif terintegrasi, melibatkan Peserta, fasilitas kesehatan dan BPJS Kesehatan dalam rangka pemeliharaan kesehatan bagi Peserta penyandang penyakit kronis, khususnya diabetes melitus tipe dua dan hipertensi untuk mencapai kualitas hidup yang optimal dengan biaya pelayanan kesehatan yang efektif dan efisien.

Sebagai peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang berasal dari segmen Pensiunan TNI sejak tahun 2016, Martini Br Sembiring terdiagnosa mengidap diabetes melitus sudah cukup lama. Martini akhirnya memutuskan untuk bergabung dalam Prolanis bulan Juli tahun 2023 karena menurutnya ini adalah program yang baik dan efektif untuk menjaga kesehatannya sebagai penderita diabetes.

“Hari ini jadwal untuk kontrol kadar gula ke Puskemas. Saya merasa tidak tenang kalau belum kontrol. Apalagi di usia yang sudah terbilang lanjut usia demi kesehatan saya harus konsisten menjaga pola hidup sehat dan cek kesehatan ke fasilitas kesehatan. Beruntung saya sudah terdaftar dalam Program JKN sehingga tidak perlu khawatir tentang biaya saat membutuhkan layanan kesehatan,” ujar Martini.

Martini merupakan salah satu dari sekian banyak Peserta JKN yang terdaftar sebagai Peserta Prolanis di Puskesmas Merdeka Kabupaten Karo. Setiap satu minggu sekali, Martini bersama teman-teman Peserta Prolanis lainnya selalu rutin melaksanakan senam (Prolanis) yang dikoordinir oleh Puskesmas Merdeka.

Martini bercerita bahwa awalnya ia dikenalkan dengan Program Prolanis oleh Petugas Puskesmas Merdeka. Menurutnya, para Petugas Puskesmas Merdeka memberikan edukasi kepadanya bahwa jika sudah tergabung dalam klub Prolanis, Peserta JKN bisa melakukan konsultasi dan pemeriksaan minimal sekali dalam sebulan. Bukan hanya itu, obat juga diberikan untuk sebulan, ada juga pemeriksaan penunjang seperti periksa gula darah, ada juga kegiatan lain seperti edukasi dan senam yang dilaksanakan bersama anggota Prolanis lainnya.

“Saya fikir tidak ada ruginya juga, justru banyak manfaat yang bisa saya peroleh. Saya bisa konsisten untuk menjaga kesehatan selain itu bisa refreshing juga saat ada kegiatan senam bersama teman-teman yang banyak yang sudah seusia saya,” kata Martini.

Martini menambahkan bahwa ia juga sempat memanfaatkan kartu kepesertaan JKN miliknya untuk mengakses layanan di fasilitas kesehatan. Ia menyebut baru-baru ini ia sempat dirujuk ke Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL) karena mengalami luka dibagian kaki yang tidak kunjung sembuh.

“Saya dirujuk ke spesialis penyakit dalam karena memang sudah bertambah banyak lukanya. Mungkin pengaruh dari diabetesnya juga. Setelah berkonsultasi dengan dokter spesialis penyakit dalam saya selanjutnya dirujuk lagi ke spesialis bedah karena memang akan dilakukan operasi kecil untuk membuang jaringan mati yang sudah melebar di kaki saya, karena kalau tidak dibuang takut menyebar dan bertambah banyak,” kata Martini.

Dengan adanya program Prolanis saya menjadi paham bahwa penyakit diabetes yang saya derita membutuhkan upaya pengobatan dan perawatan yang serius agar penyakit saya tidak bertambah parah. Martini juga menjadi lebih semangat dan antusias dalam megikuti kegiatan-kegiatan yang kesehatan yang dilaksanakan oleh Puskesmas Merdeka.

“Selama mendapatkan pelayanan JKN di Puskemas Merdeka maupun di rumah sakit saya merasa pelayanan yang diberikan sangat baik. Tidak pernah ada diskiriminasi atau pilih kasih dengan Peserta lainnya. Dengan adanya JKN masyarakat dapat memiliki akses untuk mendapatkan pelayanan kesehatan di fasilitas kesehatan sesuai ketentuan yang berlaku.

Menjadi Peserta JKN adalah perlindungan kesehatan sejak dini. Kita tidak tahu kapan kita sakit akan sakit, apalagi kalau sudah Lansia seperti saya ini pasti akan rentan dengan penyakit. Yang muda saja bisa sakit apalagi seperti saya yang sudah Lansia. Semua fungsi anggota tubuh sudah mulai berkurang karena faktor usia,” akhir Martini ini.

*Haris/INR.

Penulis


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *