Upacara Hari Bela Negara di SMP Negeri 1 Kabanjahe Berlangsung dengan Semangat Khidmad dan Kesadaran Bencana


Kabanjahe, iNewsrakyat.com – SMP Negeri 1 Kabanjahe menyelenggarakan Upacara Hari Bela Negara yang penuh makna dan berlangsung khidmad pada hari Senin, 19 Desember 2025. Suasana lapangan upacara terasa penuh keseriusan dan kebanggaan ketika ribuan siswa, guru, dan staf sekolah berkumpul untuk merayakan hari yang mengingatkan akan pentingnya cinta tanah air.

Bertindak sebagai pembina upacara, Bapak Yusfan H. Hasibuan, S.Pd., M.Si. – yang juga menjabat Wakasek Kesiswaan – membacakan amanat Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto, dengan nada yang penuh rasa hormat. Inti amanat tersebut menyoroti peran krusial rakyat Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat dalam membela dan mempertahankan keutuhan NKRI sepanjang sejarah. “Perjuangan mereka tidak hanya berupa kata-kata, melainkan totalitas pengorbanan yang tak ternilai harganya,” ungkap Bapak Yusfan dalam pembacaan amanat.

Amanat Presiden juga menekankan bahwa bangsa Indonesia patut bangga dengan karakter bela negara yang dimiliki oleh ketiga provinsi tersebut. Aceh disebut sebagai “kantong modal RI” karena kontribusi sumber daya alam dan perjuangan yang abadi. Sumatera Utara dihargai atas perjuangan di Medan Area yang menjadi salah satu titik perlawanan penting di masa lalu. Sementara itu, Sumatera Barat dikenang atas peran PDRI (Pemerintah Daerah Republik Indonesia) yang menjadi cikal bakal kemerdekaan di wilayah tersebut.

Yang paling menyentuh hati para hadirin adalah bagian amanat yang menyentuh tentang kondisi saat ini. Ketiga provinsi yang disebutkan tengah berduka akibat bencana yang melanda. “Dalam masa sulit seperti ini, bentuk bela negara yang paling nyata adalah ketika seluruh bangsa Indonesia bersatu membantu saudara kita yang sedang mengalami kesulitan,” jelas bagian dari amanat yang dibaca. Pesan ini langsung meresap ke dalam hati siswa, yang kemudian menunjukkan antusiasme untuk terlibat dalam aksi bantuan bencana.

Menjadi sorotan khusus, pemimpin upacara diemban oleh siswa berusia 14 tahun, Wahid Maulana Karo-karo – yang juga menjabat mantan Ketua OSIS Tahun Pelajaran 2024/2025. Dengan postur tegap dan ucapan yang jelas, Wahid memimpin upacara dengan keahlian yang luar biasa, membuktikan bahwa semangat bela negara telah tumbuh kuat di kalangan generasi muda.

Setelah upacara selesai, Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Kabanjahe menyampaikan harapan agar pesan hari Bela Negara ini tidak hanya terasa pada hari itu saja, tetapi menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari setiap warga sekolah. “Kita harap siswa-siswa di sini menjadi agen perubahan yang selalu menjunjung tinggi keutuhan dan kebahagiaan negara,” ujarnya.

Suasana upacara berakhir dengan semangat yang lebih terarah, di mana para siswa bertekad untuk lebih peduli terhadap negara dan saudara sesama, terutama dalam menghadapi tantangan bencana yang tengah dihadapi oleh rekan-rekan mereka di Sumatera.*zul/ iNR

Penulis


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *