Wanita Ini Sangat Rasakan Manfaat JKN Melalui Pengobatan Kelenjar Tiroid Putranya


Berita Tanah Karo – Inewsrakyat.com

Juliani, adalah seorang wanita kelahiran tahun 1975 sudah menjadi peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sejak sepuluh tahun yang lalu. Selama itu pula Juliani banyak merasakan manfaat yang luar biasa karena Program JKN telah membiayai pengobatan kedua anaknya yang menderita penyakit kelenjar tiroid.

Juliani menceritakan pengalamannya saat berkunjung ke kantor BPJS Kesehatan Kabanjahe pada Rabu (26/03/2025) silam. Ia sedang mengurus administrasi penonaktifan putranya, Joko Purwansyah yang telah meninggal dunia karena penyakit kelenjar tiroid dua minggu lalu.

“Saya mau menonaktifkan kepesertaan anak, karena sudah meninggal. Kemarin sempat dirawat dirumah sakit, namun setelah pulang kerumah tiba-tiba drop lagi. Sebenarnya sudah cukup lama anak saya menderita penyakit ini. Kalau kata dokter kemarin mungkin ada keturunan yang juga mengalami sakit yang sama. Karena anak saya yang kedua juga sakitnya sama,” ujar Juliani sambil tersenyum.

Menurut Juliani awal mulanya putranya tumbuh seperti kelenjar di bagian leher yang ukurannya makin membesar. Sudah sering bolak balik rumah sakit tapi belum sembuh. Berat badan anaknya semakin menurun dan tidak nafsu makan.

“Terakhir berobat memang dokter menyarankan agar dilakukan operasi pengangkatan. Namun belum sempat dilakukan sudah keburu Tuhan punya kehendak lain. Putri saya yang kedua ini juga masih dalam proses pengobatan. Pernah juga dirujuk sampai ke Medan dan semuanya kami pakai JKN untuk jaminan pelayannnya. Karena kalau tidak pakai JKN kami tidak punya biaya, sedangkan hasil pekerjaan saya dan suami sebagai buruh tani hanya cukup untuk membiayai kebutuhan sehari-hari,” kata Juliani.

Juliani mengatakan ia dikenalkan dengan JKN oleh seorang dermawan yang tidak mau disebut namanya. Dermawan tersebut kemudian mendaftarkan Juliani dan keluarga kedalam segmen kepesertaan mandiri kelas tiga. Sampai sekarang iuran JKN Juliani dan keluarga masih dibayar oleh dermawan tersebut.

“Sempat kami kemarin tidak bayar iuran namun anak saya harus masuk rumah sakit. Orang tersebut kemudian melunasi seluruh tunggakan kami beserta denda layanan rawat inapnya. Luar biasa baik orang tersebut,” lanjut Juliani.

Lebih lanjut Juliani mengatakan selama ia memperoleh layanan JKN untuk pengobatan anaknya, ia merasa sangat terbantu. Dari segi biaya tak pernah diminta iur biaya sedikit pun. Petugas medis yang melayani pun sangat ramah dan sangat sigap melayani kebutuhan anaknya selama dirawat dirumah sakit.

“Saya tidak pernah merasa dibeda-bedakan dengan Peserta umum lainnya. Bahkan dokter yang menangani sudah mengupayakan banyak hal untuk kesembuhan anak saya. Dokter sempat bilang kalau saya mau atas indikasi medis anak saya juga bisa dirujuk kerumah sakit di Jakarta karena lebih lengkap dokter spesialis dan alat medisnya. Namun waktu itu memang kondisi ekonomi kami sedang sulit, saya tidak punya sanak saudara di Jakarta. Biaya pengobatan memang akan ditanggung JKN sepenuhnya. Tapi kami tidak memiliki biaya untuk pergi kesana, sehingga akhirnya kami upayakan masih berobat di sini,” tutur Juliani.

Dalam kesempatan yang sama Juliani sangat berterima kasih dengan hadirnya Program JKN, sangat membantu ia dan keluarganya. Untuk membiayai pengobatan anaknya Juliani bergantung sepenuhnya pada Program JKN.

“Saya sekeluarga tidak bisa membalas kebaikan dengan adanya JKN ini. Selama anak saya mendapatkan pelayanan selalu dilayani dengan baik. Di kantor juga tadi saat mengurus penonaktifan anak kami, petugas loketnya ramah dan murah senyum. Saat ini kami berusaha untuk tidak bergantung kepada Dermawan yang sering menolong kami. Kami upayakan menyisihkan rezeki untuk rutin membayar iuran JKN sebelum tanggal sepuluh setiap bulannya karena sudah banyak manfaat yang kami peroleh. Terima kasih JKN, terima kasih BPJS Kesehatan,” terang Juliani mengahiri pembicaraannya.

*Haris/INR

Penulis


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *