iNews Rakyat.com
Kabanjahe – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Karo terus memperkuat budaya sadar bencana di lingkungan pendidikan melalui Program Madrasah Aman Tanggap Bencana (MANTAB). Memasuki hari kedua pelaksanaan, Rabu (15/7/2026), Baznas menggelar kegiatan Penguatan Kapasitas Kelompok Kerja (Pokja), Guru, dan Relawan di MIS Ad-Dakwah Kabanjahe.

Kegiatan ini diisi dengan pembekalan materi, edukasi kebencanaan, serta simulasi penanganan bencana yang bertujuan meningkatkan kapasitas guru, relawan, dan seluruh warga sekolah dalam menghadapi situasi darurat. Melalui program ini, para peserta dibekali pengetahuan tentang mitigasi bencana, teknik evakuasi, hingga langkah penyelamatan yang benar untuk melindungi peserta didik ketika bencana terjadi.


Salah satu rangkaian kegiatan yang menjadi perhatian adalah simulasi gempa bumi yang melibatkan para siswa. Dalam simulasi tersebut, siswa dilatih berlindung di bawah meja sebagai langkah awal penyelamatan, kemudian dievakuasi secara tertib menuju titik kumpul sesuai prosedur keselamatan yang telah ditetapkan.
Program ini merupakan bentuk nyata komitmen Baznas Kabupaten Karo dalam meningkatkan kesiapsiagaan sekolah terhadap potensi bencana sekaligus memperkuat peran guru sebagai garda terdepan dalam melindungi anak-anak saat keadaan darurat.
Perwakilan Baznas Kabupaten Karo, Ustadz Muhammad Salim, mengatakan bahwa Program MANTAB tidak hanya dilaksanakan di MIS Ad-Dakwah Kabanjahe, tetapi akan diperluas ke sekolah-sekolah lainnya di Kabupaten Karo.

“Program ini tidak hanya dilaksanakan di sekolah ini. Ke depan, kegiatan serupa akan kami hadirkan di sekolah-sekolah lain di Kabupaten Karo agar semakin banyak guru dan siswa yang memiliki pengetahuan serta kesiapsiagaan menghadapi bencana,” ujar Ustadz Muhammad Salim.
Sementara itu, Kepala MIS Ad-Dakwah Kabanjahe, Mualimah Sri Tuti S., S.Pd., menjelaskan bahwa sebelum simulasi dilaksanakan, seluruh guru diberikan pemahaman mengenai konsep, teknis pelaksanaan, serta peran masing-masing ketika terjadi bencana di lingkungan sekolah.
“Guru harus memahami apa yang harus dilakukan ketika bencana terjadi. Keselamatan peserta didik menjadi prioritas utama. Karena itu, melalui kegiatan ini guru dibekali kemampuan untuk mengambil langkah cepat, tepat, dan terarah dalam proses evakuasi,” jelas Mualimah Sri Tuti.
Melalui Program Madrasah Aman Tanggap Bencana (MANTAB), Baznas Kabupaten Karo berharap setiap satuan pendidikan memiliki sistem kesiapsiagaan yang baik, didukung guru, relawan, dan siswa yang sigap menghadapi berbagai potensi bencana. Program ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan belajar yang aman, tangguh, dan siap menghadapi kondisi darurat demi melindungi seluruh warga sekolah.
Zul – Redaksi
Langsung ke konten
















