Inewsarakyat.com (Asahan) Warga resah dan khawatir adanya aktivitas truk pengangkut buah/tandan sawit yang melintas tanpa jaring pengaman di inti kota Kisaran, Kabupaten Asahan.
Terpantau beberapa unit truk pengangkut buah sawit seperti tidak mengindahkan keselamatan pengguna jalan raya lainnya, pasalnya truk tersebut nekat melintas di sepanjang jalan Cokroaminoto kisaran Barat Kabupaten Asahan tanpa memasang jaring pengaman buah agar tidak jatuh.

Saat dikonfirmasi wartawan Samsul salah satu pengendara menjelaskan dirinya saat melintas harus menghindar dan memperjauh jarak setiap truk pembawa hasil panen sawit diduga milik perkebunan PT. BSP tersebut saat melintas.
“Yang bahaya saat truk melewati keramaian, saya harus menjauh karena takut buah sawit tersebut jatuh dan mengenai kendaraan lain, jadinya bisa kecelakaan,” ujarnya.
“Di jalur Jalan Cokroaminoto terutama saat jam sibuk, truk melintas dengan muatan sawit tanpa jaring, dan kadang kecepatan tinggi, bukankah di sepanjang jalan ini merupakan kawasan tertib lalu lintas yang kecepatannya dibatasi rata-rata 30 Km per jam, atau lagi padat seperti ini jangan lewat dulu,” keluhnya.

Sementara itu Ketua Dewan Pengurus Pusat Generasi Muda Perkumpulan Persaudaraan Masyarakat Asahan (DPP GM PPMA) Khairul Anhar Harahap,SH saat dikonfirmasi wartawan di kantornya mengatakan truk angkutan yang membawa hasil panen tersebut mestinya lebih pelan, mengingat kondisi lalu lintas yang ramai disituasi bulan Puasa Ramadhan ini.
“Jalur yang dilewati adalah jalan yang tidak seberapa lebar, ini berbahaya bagi pengguna jalan, berat tandan sawit bisa mencapai belasan kilo bahkan lebih, jika mengenai pengguna jalan maka akibatnya bisa fatal,” ucap Khairul Anhar Harahap,SH. Jumat 29/03/2024.
Lanjut Khairul mengatakan bahwa jalan cokro aminoto seharusnya bukan jalur jalan untuk kendaraan pengangkut sawit, karena keramaian inti Kota Kisaran bisa menyebabkan korban nyawa.
“Klasifikasi jalan nya saya pikir bukan untuk mereka (truk sawit), apa lagi di jam-jam keramaian aktivitas kota. GM PPMA akan telusuri kejadian ini ke pihak Satlantas Polres Asahan dan PUTR Asahan, biar tidak berulang dan pihak perkebunan tersebut kedepan wajib menerapkan SOP pengangkutan sawitnya,” tegasnya. (SFN/INR)







