Example 728x250
PEMERINTAH

Ginting Akui Sangat Terbantu Pengobatan Gerdnya Berkat JKN 

72
×

Ginting Akui Sangat Terbantu Pengobatan Gerdnya Berkat JKN 

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Inewsrakyat.com – Tanah Karo

Kesehatan yang paling berharga dan penting bagi setiap manusia. Selain sangat berharga, kesehatan tentu sangat mahal harganya. Dengan tubuh yang sehat, kita bisa melakukan aktivitas sehari-hari. Hal tersebut yang dirasakan oleh Deddy Ginting, seorang Petani asal Kabupaten Karo. Deddy Ginting adalah seorang penderita asam lambung atau yang kerapkali disebut gerd.

“Saya sudah lama mengidap penyakit asam lambung. Awalnya hanya merasakan sakit perut biasa, akan tetapi semakin lama semakin sakit. Saya sudah mengonsumsi obat tradisional namun tidak kunjung membaik. Setiap hari intensitas mual yang saya rasakan semakin sering,” ujar Deddy.

Kata Deddy kembali, penyakit yang dirasakannya terjadi pada tahun 2019. Deddy mengatakan dirinya merasa takut untuk berobat ke fasilitas kesehatan.

“Saya fikir kalau ke rumah sakit pasti akan divonis penyakit macam-macam. Saya masih tetap pada pendirian bahwa sakit ini hanyalah masuk angin biasa. Saat itu tiba-tiba saya mengalami sakit perut disertai demam hebat. Suhu badan saya sangat tinggi. Pada akhirnya saya dibawa ke rumah sakit oleh keluarga dan membutuhkan rawat inap intensif.

Bersyukur saya sudah terdaftar sebagai peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) pada segmen kepesertaan Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) kelas tiga atau yang lebih dikenal dengan sebutan peserta mandiri sejak tahun 2015. Jadi semua biaya perawatan saya sudah ditanggung oleh JKN sampai sembuh,” tutur Deddy.

Ternyata tidak sampai di situ, pria kelahiran tahun1976 tersebut mulai kembali merasakan sakit di perutnya pada awal tahun 2023 lalu. Karena rasa sakit yang tidak kunjung mereda dan tidak tertahankan, keluarga pun membawa Deddy ke rumah sakit lagi. Deddy divonis mengalami penyakit usus buntu akut oleh dokter dan harus menjalankan operasi.

“Jika tidak segera dioperasi, takutnya usus buntu saya semakin akut. Pihak keluarga pun sudah menyetujui dengan harapan ini saya akan membaik pasca operasi. Saya dan keluarga sangat berterima kasih karena program JKN telah membantu biaya operasi sehingga keluarga tak perlu pusing untuk memikirkan biayanya. Seluruhnya biaya pelayanan kesehatan gratis tak ada iur biaya , tidak ada resep yang disuruh untuk membei diluar rumah sakit selama semuanya sesuai prosedur dan ketentuan yang berlaku,” jelas Deddy.

Sementara itu, Deddy dan keluarga sebelumnya sudah sangan terbantu oleh JKN pada saat mendiang istrinya mengidap menderita kanker serviks. Deddy mengatakan hal itu terjadi sekitar tahun 2020 silam.

“Istri saya terus menerus mengalami pendarahan hebat sehingga kami memutuskan untuk membawanya berobat kerumah sakit. Setelah melalui beberapa tahapan pemeriksaan istri saya didiagnosa mengalami kanker serviks stadium 1B oleh dokter. dokter menyarankan operasi pengangkatan sel kanker serta rahim istri saya. Jujur saya dan keluarga merasa sangat terpukul dengan adanya musibah ini. Tapi kami tidak pantang menyerah. Berbagai tindakan pengobatan kami ikuti agar istri saya sembuh. Beruntung sekali kami tidak perlu memikirkan biaya karena kami telah menjadi peserta JKN,” ujar Deddy.

Deddy menyampaikan bahwa setelah menjalani operasi, istrinya sempat kembali dalam kondisi sehat. Namun, pada tahun 2021 kanker sang istri kambuh, dan sebelum melaksanakan operasi istrinya meninggal dunia.

Meski demikian, Deddy tetap percaya bahwa keadaan yang dijalaninya adalah jalan terbaik yang Tuhan berikan bagi keluarganya.

“Bayangkan saja kalau tidak ada JKN, akan berabe urusannya. Biaya operasi saja sudah berapa, belum lagi biaya rawat inap, biaya pemulihan, obat dan biaya lainnya. Program ini sangat membantu kami. Tidak ada orang yang ingin sakit. Tapi alangkah lebih baiknya kita berjaga-jaga. Jikalau pun kita tidak sakit, anggap saja kita bersedekah membantu biaya pengobatan orang lain yang sedang sakit. Akan menjadi ladang pahala untuk kita,” terang Deddy.

*Haris,Rel/INR

iNewsRakyat.com | Himbauan Kabut Asap
Poster himbauan kabut asap Medan, Kamis 15 Oktober 2026
Poster himbauan kualitas udara dan antisipasi kabut asap — iNewsRakyat.com.
Himbauan Lingkungan

Himbauan Kabut Asap: Warga Medan Diminta Kurangi Aktivitas di Luar Ruangan

Kamis, 15 Oktober 2026 · Redaksi iNewsRakyat.com

Warga diimbau memperhatikan kondisi udara, mengurangi aktivitas di luar ruangan saat kabut asap pekat, dan menggunakan masker yang sesuai apabila harus keluar rumah.

Informasi pada poster pembaruan pagi ini menyebutkan kondisi Kota Medan berkabut asap. Data yang tercantum dalam poster menunjukkan AQI 175 dengan kategori “Tidak Sehat”, serta PM2.5 sebagai polutan utama. Angka dan kondisi kualitas udara dapat berubah dari waktu ke waktu.

Poster tersebut juga memuat informasi ISPU dari titik pemantauan Pinang Baris dan Jalan AH Nasution. Masyarakat disarankan memeriksa pembaruan resmi dari instansi terkait sebelum menentukan aktivitas di luar rumah.

Langkah yang dapat dilakukan masyarakat

  • Kurangi kegiatan luar ruangan ketika udara tampak pekat atau jarak pandang menurun.
  • Jika harus keluar, gunakan masker yang sesuai dan batasi waktu di luar.
  • Perhatikan anak-anak, lansia, serta orang yang memiliki asma atau gangguan pernapasan.
  • Tim lapangan dan pekerja luar ruangan sebaiknya mengikuti prosedur keselamatan serta arahan instansi terkait.

Catatan redaksi: Angka AQI, ISPU, suhu, kelembapan, arah angin, dan prakiraan cuaca pada poster merupakan informasi yang perlu diverifikasi kembali melalui sumber resmi sebelum diterbitkan sebagai data terkini.

Saran untuk Mengurangi Paparan Asap

1

Pertimbangkan waktu beraktivitas

Tunda kegiatan luar ruang jika kondisi udara buruk dan pantau informasi cuaca terbaru.

2

Gunakan masker yang sesuai

Jika perlu berada di luar ruangan, gunakan respirator seperti N95/KN95 yang terpasang rapat.

3

Lindungi kelompok rentan

Batasi paparan asap bagi anak-anak, lansia, dan orang dengan gangguan pernapasan.

4

Perhatikan keselamatan kerja

Koordinator lapangan perlu mengingatkan pekerja tentang perlindungan pernapasan dan jeda kerja.

Semoga hujan membantu mengurangi asap. Tetap waspada dan jaga kesehatan!
iNewsRakyat.com · Berita Terpercaya, Untuk Rakyat
© 2026 iNewsRakyat.com. Konten informasi perlu diverifikasi sebelum dipublikasikan.
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page