Karo, Inewsrakyat.com Rohani Kristen Mengkritik halaman orang lain tidak akan pernah membersihkan ilalang yang tumbuh di halaman kita sendiri.
Kita sering begitu mudah melihat kekurangan orang lain, membicarakan kesalahan mereka, menilai keputusan mereka, bahkan menghakimi kehidupan mereka. Tetapi tanpa sadar, hati kita sendiri mungkin sedang dipenuhi iri hati, kepahitan, kesombongan, dan luka yang belum dibereskan.
Orang yang pikirannya besar membicarakan ide dan masa depan.
Orang yang pikirannya biasa membicarakan peristiwa.
Tetapi orang yang pikirannya sempit akan menghabiskan banyak waktu untuk membicarakan orang lain.Firman Tuhan tidak memanggil kita menjadi pengawas kehidupan sesama. Tuhan memanggil kita terlebih dahulu untuk memeriksa hati sendiri.
“Mengapakah engkau melihat selumbar di mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu tidak engkau ketahui?” (Matius 7:3).
Iri hati juga harus dijauhkan. Iri hati tidak pernah membuat hidup kita lebih baik. Ia hanya membuat kita gelisah melihat keberhasilan orang lain dan lupa mensyukuri berkat yang sudah Tuhan berikan.
“Hati yang tenang menyegarkan tubuh, tetapi iri hati membusukkan tulang.”(Amsal 14:30)
Jangan biarkan hidup kita menjadi serpihan-serpihan yang tercerai oleh iri hati, gosip, kemarahan, dan keinginan membandingkan diri dengan orang lain.
Jadilah utuh.
Utuh dalam pikiran.
Utuh dalam hati.
Utuh dalam iman.
Utuh dalam tujuan hidup.Berhentilah terlalu sibuk melihat halaman orang lain. Cabutlah dahulu ilalang di halaman sendiri. Sebab perubahan terbesar selalu dimulai ketika kita berani berkata:
“Tuhan, perbaikilah aku terlebih dahulu.”
Berdoalah!!Tuhan,
ajarilah aku untuk lebih rajin memeriksa diriku sendiri daripada menghakimi orang lain.Jauhkanlah aku dari iri hati, gosip, kepahitan, dan kebiasaan membandingkan hidupku dengan kehidupan orang lain.
Berikan kepadaku hati yang tenang, pikiran yang besar, serta keberanian untuk terus memperbaiki diri.Tolong aku menjadi pribadi yang utuh: utuh dalam iman, kasih, pikiran, dan perbuatan.
Biarlah hidupku tidak dihabiskan untuk membicarakan kelemahan orang lain, tetapi dipakai untuk melahirkan kebaikan, gagasan, dan karya yang menjadi berkat.
Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa. Amin.
Angel,Mita/INR
Langsung ke konten














