REMAJA INI KEHILANGAN IBUNYA, TAPI MALAH DITINGGAL WARGA!
Sebarkan artikel ini
INews Rakyat
Kehilangan seorang ibu seharusnya menjadi momen ketika seorang anak mendapatkan doa, belasungkawa, dan bantuan dari orang-orang di sekitarnya.
Namun, kisah seorang remaja laki-laki ini justru bikin hati miris.
Di tengah suasana duka, proses pemakaman disebut berlangsung dalam kondisi sangat sepi. Warga di lingkungan sekitar diduga memilih tidak terlibat dalam proses pemakaman.
Sang anak pun disebut harus mengurus pemakaman ibunya dengan sangat terbatas, termasuk menyiapkan liang lahat.
Yang bikin publik bertanya-tanya: kenapa sampai seperti itu?
Informasi yang beredar menyebutkan, sikap warga tersebut diduga berkaitan dengan konflik masa lalu yang pernah terjadi antara almarhumah dan sejumlah warga.
Artinya, persoalan ini bukan muncul tiba-tiba.
Tetapi ketika konflik tersebut akhirnya berujung pada sepinya pemakaman, persoalan pun berubah menjadi pertanyaan besar tentang batas sebuah sanksi sosial.
Boleh saja seseorang memiliki masalah dengan orang lain. Tapi ketika orang itu sudah meninggal, apakah dendam masih harus diteruskan?
Terlebih, seorang anak tidak otomatis menjadi pihak yang bertanggung jawab atas konflik atau persoalan yang pernah dilakukan orang tuanya.
Video pemakaman tersebut kemudian beredar luas di media sosial dan memicu berbagai reaksi dari warganet.
Sorotan publik semakin besar setelah sejumlah tokoh, termasuk Dedi Mulyadi, turut memberikan perhatian terhadap persoalan tersebut.
Terlepas dari siapa yang benar atau salah dalam konflik masa lalu, ada satu hal yang rasanya sulit dibantah:
Jangan sampai kesalahan orang tua diwariskan menjadi hukuman bagi anak.
Karena saat seorang anak kehilangan ibunya, yang paling dia butuhkan bukan penghakiman.
Poster himbauan kualitas udara dan antisipasi kabut asap — iNewsRakyat.com.
Himbauan Lingkungan
Himbauan Kabut Asap: Warga Medan Diminta Kurangi Aktivitas di Luar Ruangan
Kamis, 15 Oktober 2026 · Redaksi iNewsRakyat.com
Warga diimbau memperhatikan kondisi udara, mengurangi aktivitas di luar ruangan saat kabut asap pekat, dan menggunakan masker yang sesuai apabila harus keluar rumah.
Informasi pada poster pembaruan pagi ini menyebutkan kondisi Kota Medan berkabut asap. Data yang tercantum dalam poster menunjukkan AQI 175 dengan kategori “Tidak Sehat”, serta PM2.5 sebagai polutan utama. Angka dan kondisi kualitas udara dapat berubah dari waktu ke waktu.
Poster tersebut juga memuat informasi ISPU dari titik pemantauan Pinang Baris dan Jalan AH Nasution. Masyarakat disarankan memeriksa pembaruan resmi dari instansi terkait sebelum menentukan aktivitas di luar rumah.
Langkah yang dapat dilakukan masyarakat
Kurangi kegiatan luar ruangan ketika udara tampak pekat atau jarak pandang menurun.
Jika harus keluar, gunakan masker yang sesuai dan batasi waktu di luar.
Perhatikan anak-anak, lansia, serta orang yang memiliki asma atau gangguan pernapasan.
Tim lapangan dan pekerja luar ruangan sebaiknya mengikuti prosedur keselamatan serta arahan instansi terkait.
Catatan redaksi: Angka AQI, ISPU, suhu, kelembapan, arah angin, dan prakiraan cuaca pada poster merupakan informasi yang perlu diverifikasi kembali melalui sumber resmi sebelum diterbitkan sebagai data terkini.
Saran untuk Mengurangi Paparan Asap
1
Pertimbangkan waktu beraktivitas
Tunda kegiatan luar ruang jika kondisi udara buruk dan pantau informasi cuaca terbaru.
2
Gunakan masker yang sesuai
Jika perlu berada di luar ruangan, gunakan respirator seperti N95/KN95 yang terpasang rapat.
3
Lindungi kelompok rentan
Batasi paparan asap bagi anak-anak, lansia, dan orang dengan gangguan pernapasan.
4
Perhatikan keselamatan kerja
Koordinator lapangan perlu mengingatkan pekerja tentang perlindungan pernapasan dan jeda kerja.
Semoga hujan membantu mengurangi asap. Tetap waspada dan jaga kesehatan!