Example 728x250
PEMERINTAH

N. Ginting Peserta JKN Sangat Bersyukur & Bangga Karena Biaya Pengobatannya Dijamin

108
×

N. Ginting Peserta JKN Sangat Bersyukur & Bangga Karena Biaya Pengobatannya Dijamin

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Inewsrakyat.com – Berita Karo

Di usia lanjut manusia menyebabkan tubuh menjadi tidak kuat dan sangat rentan terkena penyakit. Hal tersebut disebabkan kemampuan respons imun tubuh yang berkurang. Beberapa penyakit yang rentan menyerang saat lansia adalah jantung, diabetes mellitus, hipertensi dan stroke.

Salah satu peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang berasal dari Desa Bulanjulu, Kabupaten Karo, Nengget Ginting (72) di rumahnya menceritakan beberapa pengalaman saat berobat dengan memanfaatkan Program JKN.

Pria yang akrab dipanggil Ginting ini mengaku telah menjadi peserta JKN sejak tahun 2014. Saat itu, Nengget terdaftar sebagai peserta segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) kelas dua atau yang lebih dikenal dengan sebutan peserta mandiri.

“Awalnya dulu saya bayar setiap bulan, namun sejak tahun 2022 tiba-tiba sudah beralih menjadi yang gratis ditanggung oleh pemerintah. Saya sangat bersyukur dan berterima kasih bisa ditanggung pemerintah apalagi saya kan sudah hidup sendiri. Istri meninggal karena penyakit komplikasi pada tahun 2010. Saya sendiri bertahan hidup dengan mengandalkan pekerjaan saya sebagai petani cabai,” ujar Ginting.

Dengan manfaat yang diberikan Program JKN, membuat Ginting tergerak hatinya mendaftarkan diri menjadi peserta JKN saat istrinya meninggal. Seperti Lansia lain pada umumnya. Ginting rutin memeriksakan kondisi kesehatannya ke rumah sakit karena menderita diabetes melitus. Dengan sudah menjadi peserta JKN, membuat Ginting sudah tidak khawatir memikirkan biaya berobat. Ia sudah menjadi pasien yang menggunakan layanan obat kronis yang difasilitas oleh BPJS Kesehatan.

“Namanya saya sudah tua, tidak terhitung sudah berapa kali kerumah sakit. Tahun 2021 itu paling saya ingat. Saya menyambi di kebun memelihara ayam. Semua kandang ayam saya buat sendiri pakai bahan bambu dan kayu. Jadi waktu itu saya lupa memakai sepatu boot. Malang tidak bisa ditolak tiba-tiba kaki saya terkena paku. Lukanya lumayan lebar sehingga menyebabkan demam dan infeksi,” kata Ginting.

Lambat laun, lukanya bukannya sembuh namun semakin menyebar. Padahal, katanya, ia sudah berobat ke Puskesmas. Saat ia mengobati penyakitnya di Puskesmas, ia diharuskan untuk mendapatkan pelayanan lanjutan, Alhasil, ia langsung dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Karo.

“Sampai di sana setelah dilakukan pemeriksaan ternyata penyebab luka saya sulit sembuh karena saya ada penyakit diabetes dan kadar gulanya terlalu tinggi,” jelas Ginting.

Akhirnya, Ginting harus mendapatkan tindakan medis lebih lanjut yakni tindakan operasi, karena apabila tidak segera dioperasi akan mengalami penyumbatan sehingga aliran darah menjadi terhambat. Operasinya sendiri adalah operasi kecil dengan cara mengangkat jaringan mati pada luka dan membersihkannya untuk menghindari penyebaran infeksi.

“Puji Tuhan, semua biaya operasi, rawat inap sampai pulih ditanggung oleh Program JKN. Setelah operasi saya juga harus rutin kontrol untuk memastikan luka saya benar-benar sembuh. Saya didampingi oleh cucu saya kalau dia lagi tidak kuliah,” tutur Ginting.

Ginting merasa sangat bersyukur menjadi peserta JKN. Ditambah sekarang Ginting menjadi peserta segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang iurannya dibayarkan oleh pemerintah pusat, sehingga tidak perlu mambayar iuran lagi. Menurut Ginting, di usianya yang semakin tua sudah tak terhitung berapa biaya berobat yang dikeluarkan JKN untuk membiayai pengobatannya.

“Saya harap lebih banyak lagi orang yang sadar akan pentingnya menjadi peserta JKN, karena dengan satu kartu itu, banyak sekali penyakit yang bisa disembuhkan. Walaupun semua memang kita mengharapkan kesehatan dan tidak sakit. Anggap saja iuran yang harus kita bayar itu menjadi sedekah bagi orang lain. Pokoknya saya sangat terbantu dengan adanya program ini,” tutup Ginting. 

*Haris – rel/INR

iNewsRakyat.com | Himbauan Kabut Asap
Poster himbauan kabut asap Medan, Kamis 15 Oktober 2026
Poster himbauan kualitas udara dan antisipasi kabut asap — iNewsRakyat.com.
Himbauan Lingkungan

Himbauan Kabut Asap: Warga Medan Diminta Kurangi Aktivitas di Luar Ruangan

Kamis, 15 Oktober 2026 · Redaksi iNewsRakyat.com

Warga diimbau memperhatikan kondisi udara, mengurangi aktivitas di luar ruangan saat kabut asap pekat, dan menggunakan masker yang sesuai apabila harus keluar rumah.

Informasi pada poster pembaruan pagi ini menyebutkan kondisi Kota Medan berkabut asap. Data yang tercantum dalam poster menunjukkan AQI 175 dengan kategori “Tidak Sehat”, serta PM2.5 sebagai polutan utama. Angka dan kondisi kualitas udara dapat berubah dari waktu ke waktu.

Poster tersebut juga memuat informasi ISPU dari titik pemantauan Pinang Baris dan Jalan AH Nasution. Masyarakat disarankan memeriksa pembaruan resmi dari instansi terkait sebelum menentukan aktivitas di luar rumah.

Langkah yang dapat dilakukan masyarakat

  • Kurangi kegiatan luar ruangan ketika udara tampak pekat atau jarak pandang menurun.
  • Jika harus keluar, gunakan masker yang sesuai dan batasi waktu di luar.
  • Perhatikan anak-anak, lansia, serta orang yang memiliki asma atau gangguan pernapasan.
  • Tim lapangan dan pekerja luar ruangan sebaiknya mengikuti prosedur keselamatan serta arahan instansi terkait.

Catatan redaksi: Angka AQI, ISPU, suhu, kelembapan, arah angin, dan prakiraan cuaca pada poster merupakan informasi yang perlu diverifikasi kembali melalui sumber resmi sebelum diterbitkan sebagai data terkini.

Saran untuk Mengurangi Paparan Asap

1

Pertimbangkan waktu beraktivitas

Tunda kegiatan luar ruang jika kondisi udara buruk dan pantau informasi cuaca terbaru.

2

Gunakan masker yang sesuai

Jika perlu berada di luar ruangan, gunakan respirator seperti N95/KN95 yang terpasang rapat.

3

Lindungi kelompok rentan

Batasi paparan asap bagi anak-anak, lansia, dan orang dengan gangguan pernapasan.

4

Perhatikan keselamatan kerja

Koordinator lapangan perlu mengingatkan pekerja tentang perlindungan pernapasan dan jeda kerja.

Semoga hujan membantu mengurangi asap. Tetap waspada dan jaga kesehatan!
iNewsRakyat.com · Berita Terpercaya, Untuk Rakyat
© 2026 iNewsRakyat.com. Konten informasi perlu diverifikasi sebelum dipublikasikan.
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page