Implikasi Kebaktian Pagi Setiap Selasa Dan Jumat Siang Terhadap Siswa-siswi SMA GBKP Kabanjahe


Kabanjahe Karo, iNewsrakyat.com :
Sebagai sekolah Kristen SMA GBKP (Sekolah Menengah Atas Gereja Batak Karo Protestan) setiap pagi Selasa dan Jumat siang mengadakan kebaktian bersama di lapangan sekolah tersebut. Seperti pada hari ini 4 November 2025, penulis bincang ringan dengan Kepala Sekolah Sedar Barus S.Si tentang implikasi diadakannya kebaktian tersebut terhadap siswa-siswi di sekolah ini.Har

i ini tema yang diambil dari Ibrani 2:9, 14-17 Ayat 9 Tetapi Dia, yang untuk waktu yang singkat dibuat sedikit lebih rendah dari pada malaikat-malaikat, yaitu Yesus, kita lihat, yang oleh karena penderitaan maut, dimahkotai dengan kemuliaan dan hormat, supaya oleh kasih karunia Allah Ia mengalami maut bagi semua manusia.

Ayat 14 Karena anak-anak itu adalah anak-anak dari darah dan daging, maka Ia juga menjadi sama dengan mereka dan mendapat bagian dalam keadaan mereka, supaya oleh kematian-Nya Ia memusnahkan dia, yaitu Iblis, yang berkuasa atas maut;
Ayat 15 dan supaya dengan jalan demikian Ia membebaskan mereka yang seumur hidupnya berada dalam perhambaan oleh karena takutnya kepada maut.
Ayat 16 Sebab sesungguhnya, bukan malaikat-malaikat yang Ia kasihani, tetapi keturunan Abraham yang Ia kasihani.
Ayat 17 Itulah sebabnya, maka dalam segala hal Ia harus disamakan dengan saudara-saudara-Nya, supaya Ia menjadi Imam Besar yang menaruh belas kasihan dan yang setia kepada Allah untuk mendamaikan dosa seluruh bangsa. Selanjutnya Sedar Barus S.Si berkata:" Orang yang pintar luar biasa,belum tentu dia memiliki nilai di dalam dirinya sendiri yang bisa dia kerjakan dengan baik,bisa menghasilkan sesuatu yang sifatnya baik. Apalagi sangat berbahaya adalah orang pintar tetapi hatinya tidak baik, contohnya siapa? Hitler.. semakin pintar semakin celaka.Itulah tujuan kita mengadakan kebaktian ini agar siswa-siswi ini mengetahui rahasia arti nilai diri sendiri dari firman Tuhan yang mereka dengar" ujarnya Selanjutnya Kepala Sekolah SMA GBKP berkata :"Iman timbul dari mendengar Firman Tuhan, dari mendengar membukakan pengertian pengetahuan akan Allah.Tuhan sendiri yang membukakan pengertian pengetahuan akan Allah. Tuhan membukakan diri-Nya kepada orang-orang yang dikasihi-

Nya melalui Alkitab,melalui firman-Nya.Esensi pendidikan Kristen adalah membawa orang berdosa keluar dari dosa, dari kegelapan dosanya dari perbudakan dagingnya, yang memimpin manusia itu kepada kematian,menuju terang Allah yang kekal,dan menuju kebebasan dari dosa.Akhirnya siswa-siswi yang dulunya adalah pendosa-pendosa dapat menjadi dibenarkan dihadapan Tuhan.Siswa-siswi dapat meninggalkan ikatan duniawi seperti kemalasan,kecanduan gadget, tidak menghormati guru,orangtua dan karena sudah mendengarkan firman Tuhan mereka menjadi pribadi yang berkemenangan dan unggul.Siswa-siswi memaknai setiap firman Tuhan yang mereka dengar dan implikasinya adalah perubahan karakter dalam Spiritual, emosional maupun intelektualnya, lanjutnya lagi.

Kebaktian setiap Selasa pagi dan Jumat siang ini siswa-siswi dengan tertib membawa Alkitabnya juga guru-guru mengikutinya.Semuanya berjalan dengan baik.Demikian
(Mitha/INR)

Penulis


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *