UPTD Puskesmas Juhar Luncurkan Inovasi ‘GERCEP KIPER’ Terbaik Untuk Warga
Sebarkan artikel ini
Berita Tanah Karo – Inewsrakyat.com
Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Puskesmas Juhar di bawah naungan Dinas Kesehatan Kabupaten Karo resmi menginisiasi gerakan inovatif bertajuk “GERCEP KIPER” (Gerakan Cegah Penyakit Hipertensi). Dimana untuk langkah strategis ini diambil sebagai respons nyata terhadap masih rendahnya angka pelayanan kesehatan bagi penderita hipertensi di wilayah Kabupaten Karo.
Berdasarkan data Profil Kesehatan Provinsi Sumatera Utara, Kabupaten Karo mencatat persentase pelayanan hipertensi terendah ketiga di wilayah tersebut, yaitu hanya sebesar 6,25 persen.
Kondisi ini diperparah oleh gaya hidup masyarakat setempat, tingginya asupan garam, kebiasaan merokok, serta konsumsi alkohol (tuak lokal) dan kafein yang memicu peningkatan kasus tekanan darah tinggi.
Kepala Puskesmas (Kapus) Juhar, saat di konfirmasi Selasa, (27/10/2026) drg. Perpulungenta Purba, MKM menyampaikan bahwa, Inovasi GERCEP KIPER hadir untuk menjaring masyarakat berusia 15 tahun ke atas melalui serangkaian kegiatan sistematis. Mulai dari skrining massal di tingkat Desa, Rumah Ibadah, hingga komunitas, yang kemudian dilanjutkan dengan pemetaan pengobatan serta edukasi pola hidup sehat.
Yangmana, lanjut Kapus ini lagi, “Program ini menargetkan peningkatan cakupan skrining tekanan darah hingga minimal 70 persen dalam waktu satu tahun, sekaligus menurunkan jumlah penderita hipertensi yang tidak terkontrol sebesar 20 persen. Dan pengumpulan data skrining dijadwalkan dimulai pada tahun 2026, sedangkan penerapan pelayanan kesehatan serta edukasi intensif akan berjalan penuh mulai Maret 2027,” terang Purba ini.
“Keberhasilan gerakan ini didukung penuh oleh kolaborasi lintas sektoral, mulai dari Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan, Pemerintah Desa, Kader Posyandu, hingga Tokoh Agama dan Tokoh Adat. Selain pemeriksaan langsung oleh tim dokter dan perawat, edukasi kesehatan juga akan digencarkan secara digital melalui media sosial resmi Puskesmas Juhar.
Maka melalui implementasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) yang terintegrasi dalam GERCEP KIPER, kita dari UPTD Puskesmas Juhar optimistis dapat memutus rantai komplikasi penyakit mematikan seperti Stroke, Gagal Ginjal, dan Jantung, demi mendongkrak kualitas hidup warga Kecamatan Juhar,” terang Kapus ini.
Kontak Media/Informasi Lebih Lanjut ke: • Instansi: UPTD Puskesmas Juhar, Dinas Kesehatan Kabupaten Karo • Saluran Edukasi: Hotline, Facebook, Instagram, dan YouTube Puskesmas Juhar
Poster himbauan kualitas udara dan antisipasi kabut asap — iNewsRakyat.com.
Himbauan Lingkungan
Himbauan Kabut Asap: Warga Medan Diminta Kurangi Aktivitas di Luar Ruangan
Kamis, 15 Oktober 2026 · Redaksi iNewsRakyat.com
Warga diimbau memperhatikan kondisi udara, mengurangi aktivitas di luar ruangan saat kabut asap pekat, dan menggunakan masker yang sesuai apabila harus keluar rumah.
Informasi pada poster pembaruan pagi ini menyebutkan kondisi Kota Medan berkabut asap. Data yang tercantum dalam poster menunjukkan AQI 175 dengan kategori “Tidak Sehat”, serta PM2.5 sebagai polutan utama. Angka dan kondisi kualitas udara dapat berubah dari waktu ke waktu.
Poster tersebut juga memuat informasi ISPU dari titik pemantauan Pinang Baris dan Jalan AH Nasution. Masyarakat disarankan memeriksa pembaruan resmi dari instansi terkait sebelum menentukan aktivitas di luar rumah.
Langkah yang dapat dilakukan masyarakat
Kurangi kegiatan luar ruangan ketika udara tampak pekat atau jarak pandang menurun.
Jika harus keluar, gunakan masker yang sesuai dan batasi waktu di luar.
Perhatikan anak-anak, lansia, serta orang yang memiliki asma atau gangguan pernapasan.
Tim lapangan dan pekerja luar ruangan sebaiknya mengikuti prosedur keselamatan serta arahan instansi terkait.
Catatan redaksi: Angka AQI, ISPU, suhu, kelembapan, arah angin, dan prakiraan cuaca pada poster merupakan informasi yang perlu diverifikasi kembali melalui sumber resmi sebelum diterbitkan sebagai data terkini.
Saran untuk Mengurangi Paparan Asap
1
Pertimbangkan waktu beraktivitas
Tunda kegiatan luar ruang jika kondisi udara buruk dan pantau informasi cuaca terbaru.
2
Gunakan masker yang sesuai
Jika perlu berada di luar ruangan, gunakan respirator seperti N95/KN95 yang terpasang rapat.
3
Lindungi kelompok rentan
Batasi paparan asap bagi anak-anak, lansia, dan orang dengan gangguan pernapasan.
4
Perhatikan keselamatan kerja
Koordinator lapangan perlu mengingatkan pekerja tentang perlindungan pernapasan dan jeda kerja.
Semoga hujan membantu mengurangi asap. Tetap waspada dan jaga kesehatan!