Inewsrakyat.com (Doloksanggul) Stunting di Kabupaten Humbang Hasundutan harus dituntaskan demi masa depan masyarakat khususnya anak-anak. Pemkab Humbahas dalam hal ini Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P2PKB), Puskesmas termasuk Kepala Desa dan elemen terkait harus bekerja serius.
Masyarakat Humbang Hasundutan yang hendak menikah, hamil bahkan sampai melahirkan harus dipantau kesehatannya. 1000 hari kelahiran harus terus dipantau. Kalau sudah sehat, maka kehidupan pun jauh lebih baik kedepan.
Hal itu diungkapkan Bupati Humbahas Dosmar Banjarnahor,SE dalam kunjungannya ke Puskesmas Saitnihuta Kecamatan Doloksanggul, Jumat (17/2).
Kunjungan itu juga diikuti Asisten Pemerintahan dan Kesra Makden Sihombing, Sos, Plt Kadis Kesehatan P2PKB dr Gunawan P Sinaga, Camat Doloksanggul Marudut Simanullang, SH dan dihadiri Kepala Puskesmas Saitnihuta Delina Siburian, S. Kep, Ners., MKM, Bidan Desa termasuk Kepala Desa.
Bupati juga menjelaskan apabila SDM (sumber daya manusianya) sehat maka masa depan jelas. “Kita harus fokus menangani stunting, harus kita tuntaskan.
Masalah serius ini. Maka petugas kesehatan bekerjasama dengan desa harus bekerja serius supaya stunting secara bertahap menurun di Humbang Hasundutan. Dinas Kesehatan, bidan desa dan perangkat desa harus mendata semua penduduknya. Berikan pengarahan kepada masyarakat supaya banyak makan sayur, protein, buah-buahan dan asupan makanan lainnya.
Sampaikan juga air mentah jangan diminum, apalagi bagi ibu hamil. Balita harus dipastikan di imunisasi, harus ada pemeriksaan secara rutin, apabila ini dilaksanakan dan diikuti masyarakat, generasi kita terbebas dari stunting. Kepala Desa dan perangkatnya harus bergerak” tegas Bupati. (Pardomuan INR)
Poster himbauan kualitas udara dan antisipasi kabut asap — iNewsRakyat.com.
Himbauan Lingkungan
Himbauan Kabut Asap: Warga Medan Diminta Kurangi Aktivitas di Luar Ruangan
Kamis, 15 Oktober 2026 · Redaksi iNewsRakyat.com
Warga diimbau memperhatikan kondisi udara, mengurangi aktivitas di luar ruangan saat kabut asap pekat, dan menggunakan masker yang sesuai apabila harus keluar rumah.
Informasi pada poster pembaruan pagi ini menyebutkan kondisi Kota Medan berkabut asap. Data yang tercantum dalam poster menunjukkan AQI 175 dengan kategori “Tidak Sehat”, serta PM2.5 sebagai polutan utama. Angka dan kondisi kualitas udara dapat berubah dari waktu ke waktu.
Poster tersebut juga memuat informasi ISPU dari titik pemantauan Pinang Baris dan Jalan AH Nasution. Masyarakat disarankan memeriksa pembaruan resmi dari instansi terkait sebelum menentukan aktivitas di luar rumah.
Langkah yang dapat dilakukan masyarakat
Kurangi kegiatan luar ruangan ketika udara tampak pekat atau jarak pandang menurun.
Jika harus keluar, gunakan masker yang sesuai dan batasi waktu di luar.
Perhatikan anak-anak, lansia, serta orang yang memiliki asma atau gangguan pernapasan.
Tim lapangan dan pekerja luar ruangan sebaiknya mengikuti prosedur keselamatan serta arahan instansi terkait.
Catatan redaksi: Angka AQI, ISPU, suhu, kelembapan, arah angin, dan prakiraan cuaca pada poster merupakan informasi yang perlu diverifikasi kembali melalui sumber resmi sebelum diterbitkan sebagai data terkini.
Saran untuk Mengurangi Paparan Asap
1
Pertimbangkan waktu beraktivitas
Tunda kegiatan luar ruang jika kondisi udara buruk dan pantau informasi cuaca terbaru.
2
Gunakan masker yang sesuai
Jika perlu berada di luar ruangan, gunakan respirator seperti N95/KN95 yang terpasang rapat.
3
Lindungi kelompok rentan
Batasi paparan asap bagi anak-anak, lansia, dan orang dengan gangguan pernapasan.
4
Perhatikan keselamatan kerja
Koordinator lapangan perlu mengingatkan pekerja tentang perlindungan pernapasan dan jeda kerja.
Semoga hujan membantu mengurangi asap. Tetap waspada dan jaga kesehatan!