Inewsrakyat. com, Rohani Kristen
Kita perlu mengawasi hidup kita terhadap cinta akan kekayaan dan kepentingan duniawi. Semua cinta akan harta benda duniawi bukanlah dosa. Keindahan kekayaan hanyalah satu tetes dari kasih-Nya dan kekayaan menyatakan tanda kebaikan-Nya. Semua itu mengorbankan kasih kita kepada-Nya bagaikan tanda kasih seorang sahabat karib . Mengasihi harta benda merupakan kewajiban bukan dosa. Semua berkat duniawi merupakan sarana untuk menopang fisik kita, dan memelihara kehidupan dan kesehatan kita, sebagaimana kita melayani Allah di dunia karena utang kita dalam perjalanan menuju surga. Kita mengasihi materi sebagai alat bantu jarak jauh bagi keselamatan kita. Kekayaan juga dapat memampukan kita melegakan kebutuhan saudara seiman kita, dengan demikian kita boleh menyukai dan bersyukur atas semua materi.
Keberdosaan dalam mencintai kekayaan adalah apabila kekayaan dicintai, diingini dan dikejar demi memuaskan kedagingan lebih dari kasih kepada Allah, atau apabila kekayaan dipakai untuk meninggikan kecongkakan kita demi membuat kita bersinar dari antara manusia dan demi hidup dalam kemewahan tingkat tinggi. Ini adalah dosa besar karena hal ini telah dipertimbangkan dengan matang atau bukan hanya hasrat yang tiba-tiba muncul. Ini menjadi berhala karena mengasihi sesuatu dengan kasih yang harusnya ditujukan hanya kepada Allah. Ini menunjukkan penghinaan terhadap surga karena lebih memilih dunia dari kemuliaan surgawi. Ini menyesatkan cara hidup manusia ke sasaran yang salah.
Tidak ada obat bagi pemikiran duniawi, selain mengalihkan pemikiran kepada perkara yang jauh lebih bernilai. Jika seorang manusia mendapat penglihatan tentang surga dan neraka, ia akan kurang memedulikan dunia dibandingkan sebelumnya. Seandainya ia dapat mendengar pujian penuh sukacita orang kudus atau rintihan orang-orang terkutuk satu jam saja, ia akan berupaya keras untuk meraih tujuan yang lebih mulia daripada mengeruk setumpuk kekayaan.
Pandanglah ke surga, wahai Manusia, di sanalah rumah dan harapan Anda. Oh, manusia fana buta yang lebih suka tinggal di dunia seperti cacing! Anda adalah jiwa yang abadi, diciptakan bagi Allah sendiri, untuk mengagumi, mengasihi, melayani, dan menikmati Dia. Oh, mohonlah kepada Allah akan terang dan pemikiran Surgawi untuk senantiasa memandang ke surga, maka dengan tersipu-sipu keduniawian akan memudar.
Mita/INR
Langsung ke konten














