Inewsrakyat. com Rohani Kristen
Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat, ketok lah, maka pintu akan dibukakan bagimu. Matius 7:7
Tugas penantian ini menuntut ketekunan di dalam doa. Setiap orang percaya yang berhasrat menjadi orang percaya sejati dalam perbuatan dan bukan hanya dalam nama (Kristen) saja, pastilah seorang pendoa. Doa laksana investasi surat berharga yang memberi keuntungan di masa depan. Doa sudah pasti akan semakin bertumbuh. Meskipun demikian banyak orang percaya yang penuh keluh kesah dan berkecil hati dalam hal doa : “Aku sudah lama mendoakan hal itu dan sekarang bertambah buruk; Lebih baik aku hentikan saja, karena keadaan tidak menjadi lebih baik. ” memang ada kondisi kondisi dan batasan-batasan yang Allah singkapkan kepada kita di dalam firman-Nya yang patut kita simak. Syarat pertama pada pihak kita adalah bahwa kita berada dalam kondisi beriman dan bertobat. Janji-janji-Nya diperuntukkan bagi mereka yang berada di dalam Kristus.
Yang kedua, kita wajib berdoa sesuai Natur dan kehendak Allah. Ada hal-hal yang tidak sehat bagi kita, dan jika Allah tidak mengabulkan doa-doa kita dalam hal-hal demikian, Kristus tidak akan membatalkan Firman-Nya, sebaliknya kita harus meninggalkan doa-doa yang tidak diperkenan-Nya. Kita juga harus memiliki motivasi yang benar di dalam doa kita (Yakobus 4:3). Keteraturan hasrat kita juga penting. Tidak akan ada jawaban segera untuk hal-hal yang sementara jika kita tidak mencari dahulu Kerajaan Allah. Jika hasrat Anda tidak terpenuhi, hal itu bukan terjadi karena Ia ingin mengalihkan tanpa menjawab, melainkan karena Ia bermaksud mendidik Anda secara lebih baik. Ia berkehendak mendidik Anda tentang apa yang paling penting.
Selanjutnya kita perlu memperhatikan bahwa doa-doa kita seharusnya dipanjatkan di dalam iman, kerendahan hati, dan kesungguhan. Jawaban doa yang tertunda mengajarkan kita untuk berjaga-jaga dan berdoa dengan tekun, berharap dengan sabar hingga Allah menjawab kita (Mazmur 40:2-3). Penantian mengakibatkan kita lebih fokus kepada-Nya. Jika kita bersungguh-sungguh, kita tidak akan pergi sebelum kita benar-benar berbicara dengan-Nya. Iman tetap menunggu di pintu sampai Allah datang. Kita semua gagal di sini; kita tidak menunggu sampai kita menerima. Kiranya kita tidak menyalahkan Juruselamat yang janji-Nya pasti, tanpa perubahan. Jika kita bersedia belajar menunggu, kita akan mendengar lebih banyak jawaban dari-Nya .
Mita/INR
Langsung ke konten












