Example 728x250
PEMERINTAH

Universitas Quality Gelar Penguatan Literasi Bagi Guru Sekolah Dasar Di Tigapanah Kabupaten Karo

36
×

Universitas Quality Gelar Penguatan Literasi Bagi Guru Sekolah Dasar Di Tigapanah Kabupaten Karo

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Inewsrakyat.com – Berita Karo

  • Salah satu kewajiban yang ditetapkan oleh Pemerintah sesuai dengan UUD 1945 adalah upaya untuk meningkatkan tingkat kecerdasan nasional. Pendidikan dianggap sebagai hal yang sangat
    vital karena merupakan sarana untuk meningkatkan kecerdasan dan keterampilan individu sehingga kualitas sumber daya manusia sangat tergantung pada tingkat pendidikan yang mereka mereka miliki.

Maka dari itu, pihak Dosen dari Universitas Quality/Kampus Quality Medan Sumatera Utara yang mendapatkan atau memenangkan dana hibah Pengabdian Masyarakat dari Pemerintah RI dalam hal ini dari Kemendikbudristek RI kembali lakukan Penguatan Literasi Baca Tulis melalui Compic (Computer Picture) Hologram bagi Guru – Guru Sekolah Dasar dengan thema ‘Pengabdian Masyarakat Pemula dan Pengabdian Kepada Masyarakat Kompetitif Nasional’ yang dilaksanakan di Kecamatan Tiga Panah selama tiga hari berturut-turut (26-28) September 2024.

Dengan memiliki sumber daya manusia yang berkualitas dan jumlah yang memadai, diharapkan dapat menjadi penggerak utama dan pelaksanaan pembangunan di wilayah di Kecamatan Tiga Panah. Diketahui bahwa Kecamatan Tigapanah merupakan sebuah bagian dari Kabupaten Karo, yang berbatasan dengan ibukota Kabupaten Karo yaitu Kabanjahe, tempat wisata Berastagi, dan Kecamatan Merek. Kecamatan Tigapanah manjadi salah satu dari 17 Kecamatan yang berada di Kabupaten Karo dengan luas wilayah 186,84 Km2 atau 8,78% dari wilayah Kabupaten Karo.

Adapun pendidikan di Kecamatan Tigapanah terdiri dari 24 SD Negeri dan Swasta. Salah satu
SD Negeri diantaranya adalah SD Negeri 047166 Sukadame yang berlokasi di jalan Tigapanah Desa Sukadame, Kecamatan Tigapanah, Provinsi Sumatera Utara dengan tingkat Akreditasi B.

Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan oleh salah satu tim pengabdian, mahasiswa Program Pengalaman Lapangan (PPL) dan Mahasiswa dari Kampus Mengajar, sekolah memiliki rombongan belajar sebanyak 6, ada 1 ruang guru, ruangan perpustakaan 1 ruangan, ruangan kelas sebanyak 7 ruangan, keseluruhan jumlah ruangan yang tersedia adalah 12 ruangan. Jumlah siswa sebanyak 209 siswa, jumlah Guru dan Pegawai sebanyak 13 orang.

Hasil observasi di Sekolah Dasar Negeri 047166 Sukadame mengungkap beberapa kondisi:
-Tidak ada fasilitas laboratorium komputer,
-Tidak ditemukannya perangkat komputer yang mendukung proses pembelajaran,
-Ruang administrasi dan kantor Kepala Sekolah digabung
-Terdapat kekurangan dalam pelatihan berbasis teknologi,
-Tidak tersedia ruang media,
-Literasi numerasi siswa rendah.

Berdasarkan permasalahan tersebut, perlu dilakukan peningkatan fasilitas di SD
Negeri 047166 Sukadame untuk mendukung aktivitas pembelajaran, seperti laboratorium komputer, perangkat komputer, ruang kepayla Sekolah, ruang administrasi Sekolah, Proyektor, dan ruang media.
Dengan memanfaatkan fasilitas tersebut sebagai sarana pembelajaran, diharapkan dapat meningkatkan minat dan prestasi belajar siswa di sekolah tersebut.

Dan sebagaimana disampaikan oleh Azhar Arsyad, penggunaan alat bantu pembelajaran memiliki potensi untuk memotivasi siswa dan memiliki dampak psikologis yang signifikan bagi mereka.

Guru-guru di SD Negeri 047166 Sukadame di Tigapanah mengalami tantangan dalam menerapkan pembelajaran berbasis IT karena keterbatasan sumber daya teknologi pembelajaran dan kurangnya pemahaman tentang penggunaannya. Oleh karena itu, dibutuhkan peningkatan keterampilan digital bagi para Guru di tingkat Sekolah Dasar agar dapat menggunakan teknologi secara efektif dalam mencapai tujuan pembelajaran.

Pemikiran ini sejalan dengan hasil yang dilakukan oleh Restio, dkk pada tahun 2021 yang menemukan kesulitan Dosen dalam menghadapi pembelajaran online pada mata kuliah pembelajaran tematik di Program Studi PGSD Universitas HKBP Nommensen Pematang Siantar. Selain hal tersebut, Guru-guru juga perlu dilengkapi dengan pengetahuan tentang media pembelajaran khusus dalam pembelajaran bahasa Indonesia literasi baca tulis dengan memanfaatkan
teknologi informasi (IT).

Penguatan literasi baca di Sekolah Dasar memiliki signifikan yang besar karena menekankan pada penggunaan tugas atau proyek yang relevan dan memiliki keaslian dengan kehidupan nyata. Saat ini, penguatan literasi baca tulis dengan menggunakan compic (computer picture) hologram menjadi sangat penting bagi guru-guru yang ada di Sekolah Dasar untuk meningkatkan kemampuan membaca dan mengembangkan karakter positif mereka seiring dengan pemahaman terhadap materi pembelajaran.

Dengan adanya integrasi teknologi informasi dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di kelas dapat menjadi alat yang sangat efektif untuk mencapai tujuan pembelajaran di Sekolah Dasar.

Adanya penguatan literasi baca tulis melalui compic (computer picture) hologram bagi Guru – Guru Sekolah Dasar khususnya yang ada di SD Negeri 047166 Tigapanah sangatlah revelan dengan situasi kehidupan nyata yang dirancang untuk menciptakan tugas atau situasi yang mencerminkan kualitas. Penguatan baca tulis melalui compic (computer picture) hologram bagi Guru-guru Sekolah Dasar dapat menjadi pendekatan yang inovatif dan efektif dalam meningkatkan kemampuan literasi siswa. Terbukti dengan adanya media compic diantaranya:

Pertama, maka akan ditemukan visualisiasi menarik yang memungkinkan pembelajaran menjadi lebih menarik dan menghibur bagi Siswa. Guru dapat menggunakan gambar-gambar hologram yang hidup dan bergerak untuk mengilustrasikan cerita atau konsep-konsep penting dalam membaca dan menulis sehingga dapat menarik minat siswa yang mungkin lebih tertarik pada teknologi modern.

Kedua, Interaktivitas membantu memperkuat pemahaman siswa tentang konsep-konsep kunci dalam membaca dan menulis. Guru dapat membuat simulasi interaktif yang mana siswa dapat berpatisipasi secara langsung dalam cerita atau aktivitas menulis.
Ketiga, Pengalaman Visual yang memuaskan menciptakan pengalaman visual yang memuaskan bagi siswa sehingga dapat memperkaya pengalaman pembelajaran siswa dengan visualisasi yang realistik dan menarik dapat memperjelas konsep-konsep yang kompleks.
Keempat, Kustomisasi Materi Pembelajaran sehingga siswa dapat menciptakan cerita-cerita yang terintegrasi dengan karakter-karakter hologram yang menarik dan memotivasi mereka dalam menulis dan membaca. Kelima, Kolaborasi dan Pembelajaran Berbasis Tim juga memcahkan masalah-masalah tertentu yang berhubungan dengan baca tulis dan Keenam, Penggunaan Data Analytis yang akan menganalisis interaksi Siswa dengan hologram.

Tujuan dari pelaksanaan program Pemberdayaan Masyarakat Pemula (PMP)terhadap Dosen bertujuan untuk terlibat dalam kegiatan di luar Kampus dan mendapatkan pengalaman praktis dalam mengajar (IKU 3), bagi Mahasiswa bertujuan untuk memiliki kesempatan magang di luar Kampus atau terlibat program Kampus Mengajar sebagai bagian dari MBKM, sedangkan bagi mitra yakni Guru yang terlibat yang diberdayakan dengan keterampilan profesional
dalam bidang literasi baca tulis dan bidang IT dengan tujuan pembangunan yang berkelanjutan (SDGs) yakni meningkatkan kualitas pendidikan yang terintegrasi dengan teknologi informasi serta didukung oleh pendidikan karakter sesuai dengan Kurikulum Merdeka.

Maka, keterkaitan dengan MBKM diharapkan dapat mempercepat implementasi Kurikulum Merdeka di daerah. Dan fokus utama dari PMP adalah untuk memajukan bidang Pendidikan.

Hal lain yang dianggap perlu adalah dukungan antara mitra dengan Universitas Quality dalam mendukung program Pemberdayaan Kemitraan Pemula ini dan dapat dilanjutkan ke depannya.

Pihak Kampus memberikan solusi yang diusulkan terdiri dari tiga tahap yakni, tahap awal melibatkan sosialisasi mengenai penggunaan fasilitas dan infrastruktur yang sudah ada sebagai alat bantu dalam pembelajaran berbasis teknologi di SD Negeri 047166 Sukadame, Kecamatan Tigapanah, Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Langkah kedua mencakup penyelenggaraan program pelatihan untuk para Guru Sekolah Dasar yang bertugas di SD Negeri 047166 Sukadame.

Dan langkah ketiga melibatkan pendampingan pasca-pelatihan yang melibatkan diskusi interaktif serta praktik langsung dalam proses pembelajaran, sehingga setiap tantangan yang dihadapi dapat segera diatasi secara bersama-sama.

*Haris/INR

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 728x250