Dedy Bangga Bergabung Dalam Kepesertaan JKN Walaupun Jarang Berobat


Inewsrakyat.com – Berita Karo

 – Satu dekade perjalanan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) menorehkan berbagai kisah dan cerita bagi setiap masyarakat yang telah terdaftar menjadi Peserta. Termasuk yang diceritakan oleh Dedy Saputra, warga Desa Silinduk, Kabupaten Simalungun. Dimana Dedy mengatakan bahwa dirinya bangga karena sudah berhasil terdaftar dalam program perlindungan kesehatan lewat perusahaan tempat ia bekerja.

Saat ditemui di sela-sela jam istirahat kerjanya, Dedy mengatakan ia sudah terdaftar menjadi Peserta JKN sejak bulan Februari tahun 2020 silam, saat ia bekerja di sebuah perusahaan ekspedisi di Kota Pematang Siantar. Kepesertaannya berlanjut sampai dengan sekarang meski ia sudah pindah kerja ke sebuah perusahaan swasta di Kota Kabanjahe.

Dedy mengaku jarang menggunakan kepesertaan JKN-nya, karena ia dan keluarganya jarang sakit. Akan tetapi hal itu tidak menjadi masalah bagi dirinya, sebab Dedy merasa senang karena secara tidak langsung iuran yang setiap bulan dikeluarkan Dedy dari gajinya sudah bisa membantu biaya pengobatan bagi Peserta yang mengalami sakit.

“Ya mudah-mudahan kami sekeluarga bisa sehat terus. Siapa juga yang mau sakit. Apalagi saat ini saya kerjanya berpisah jauh dari istri dan anak. Istri dan saya tinggal di kampung, sementara saya kerja di Kabupaten Karo ini. Seminggu sekali lah saya baru pulang,” ujar Dedy.

Pria yang sehari-harinya berprofesi sebagai cleaning service ini turut bercerita bahwa ia pernah sekali memanfaatkan kartu kepesertaan JKN-nya untuk mengakses pelayanan kesehatan. Saat itu, dirinya mengalami demam tinggi sehingga ia harus dibawa oleh temannya ke klinik terdekat.

“Saat itu saya demam tinggi, akhirnya dibawa berobat oleh teman ke klinik terdekat. Awal mulanya saya kira biayanya akan mahal berhubung Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) masih terdaftar di Puskesmas Simarimbun di kampung. Ternyata gratis tanpa iur biaya. Saat itu, saya baru tahu kalau Peserta JKN itu bisa berobat di luar kota, minimal tiga kali meskipun berobatnya bukan di fasilitas kesehatan terdaftar,” jelas Dedy.

Setelah berobat dan istirahat selama dua hari, akhirnya Dedy sembuh dan memutuskan untuk memindahkan FKTP terdaftarnya ke daerah Kabanjahe yang terdekat dengan tempat tinggalnya.

“Saya pindahkan FKTPnya ke dekat sini, agar kalau butuh berobat sudah tidak perlu repot lagi, toh saya sudah lebih sering tinggal di Kabanjahe. Berobat pakai JKN menurut saya mudah dan tidak ribet karena kemarin cukup pakai Kartu Tanda Penduduk (KTP).

Sekarang juga sudah ada Aplikasi Mobile JKN yang bisa diunduh melalui appstore dan playstore sehingga kita bisa memantau status keaktifan kepesertaan JKN, bisa rubah FKTP, bisa lihat info riwayat pelayanan, bisa cek info ketersediaan tempat tidur, bisa skrining riwayat kesehatan dan banyak lagi fitur-fitur lain yang menurut saya bermanfaat membuat kita tidak perlu antre ke Kantor BPJS Kesehatan untuk pengurusan administrasi dan pelayanan informasi,” kata Dedy.

Dedy bersyukur karena ia dan keluarganya telah terproteksi dalam Program JKN. Pria berusia 29 tahun tersebut juga menuturkan bahwa dengan banyaknya inovasi yang bertujuan untuk kemudahan layanan yang dibuat oleh BPJS Kesehatan sebagai penyelenggara Program JKN, harapannya bisa memberikan citra yang positif di mata masyarakat.

“Saya merasakan sendiri bahwa orang-orang di sekeliling saya yang belum sadar akan pentingnya menjadi peserta JKN. Banyak yang mendaftar saat sudah sakit saja ataupun setelah sakit tidak membayar iuran lagi. Menurut saya, ini adalah pola yang tidak benar, karena kalau kita benar-benar menyadari bahwa sistemnya gotong royong dalam rangka yang sehat membantu yang sakit pasti kita akan memikirkan untuk menyisihkan rejeki kita agar tetap berpartisipasi dalam JKN meski belum sakit,” tutup Dedy.

*Haris/INR

Penulis


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *