Example 728x250
News Karo

PT Amartha Diduga Tak Punya Kantor, Nasabah Sudah Bingung

146
×

PT Amartha Diduga Tak Punya Kantor, Nasabah Sudah Bingung

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Inewsrakyat.com Asahan—Perusahaan jasa keuangan berbasis teknologi atau Financial Technology (Fintech) Amartha Cabang Pulau Rakyat, Kabupaten Asahan diduga tidak memiliki kantor.

Selain petugas sulit untuk dihubungi dua nomor handphone pengaduan yang tertera di Kartu Angsuran Majelis juga tidak aktif. Sehingga nasabah bingung kemana harus melapor adanya nasabah yang dirugikan oleh petugas lapangan.

Sri Endang Sari salah seorang anggota Kelompok nasabah Amartha, Dusun II Desa Padang Mahondang, Kecamatan Pulau Rakyat, Kabupaten Asahan mengatakan kepada wartawan, bahwa dirinya dan kawan-kawan merasa dirugikan oleh oknum petugas Amartha.

Pasalnya, berdasarkan hitungan kalender angsurannya yang hampir habis 50 minggu setahun pada saat pembayaran pada hari Rabu (19/2/2025) lalu semestinya sudah yang ke 49 minggu tetapi yang diakui petugas lapangan hanya 48 minggu.

“Saya ada bukti simpanan pokok Rp100.000 ada di buku rekening BRI, bahkan di Kartu Angsuran Majelis jelas juga ada uang pokok Rp100.000, kenapa di sistem Amartha tidak ada,” kata Sari heran.

Lebih heran lagi, kata Sari, kenapa selama ini Kartu Angsuran Majelis tidak pernah diberikan kepada nasabah, tapi dikumpul di rumah ketua kelompok.

Sementara itu Manager Amartha Cabang Pulau Rakyat Eli yang ditemui di sebuah rumah yang diduga kantor Amartha tanpa plang di Dusun II Desa Pulau Rakyat Tua, Kecamatan Pulau Rakyat, Senin (24/2/2025) menjelaskan, nasabah yang pengakuannya membayar angsuran dua kali seminggu benar ada, tapi yang masuk ke sistem hanya satu.

“Ada masuk ke sistem tapi satu, yang satu lagi tagihan langsung petugas kutip tidak ada masuk ke sistem, uangnya diambil oleh petugas yang lama, sekarang petugasnya sudah risign (berhenti) . Jadi tidak menjadi tanggung jawab petugas Amarta yang baru maupun perusahaan”, kata Eli selaku Manager Amartha Unit Pulau Rakyat.

Eli mengatakan nasabah yang komplain merupakan nasabah yang tidak pernah merah, artinya lancar membayar. Namun untuk mengetahui jumlah angsuran yang sudah dibayar nasabah maka nasabah diminta download aplikasi AmarthaFin.

“Kalau memang ada bukti di buku bank potongan simpanan seratus ribu pasti di sistem juga ada,’ tutur Eli.

Menanggapi ucapan Manajer Eli, nasabah merasa geram dan kecewa, karena petugas Amartha tidak mampu memberikan solusi terhadap keluhan nasabahnya.

“Jangankan download melihat Kartu Angsuran Majelis saja kami sudah pening, banyak pengisiannya dibuat asal tulis, bahkan ada pembayaran angsuran minggu pertama sampai minggu ke sembilan ditulis satu tanggal, padahal angsuran setiap minggunya dibayar lancar, tidak pernah nunggak “ungkap Sari.

Di Kartu Angsuran Majelis Amartha tertulis “tidak memungut biaya dan potongan apapun. Ayo laporkan kepada kami bila ibu merasa dibebankan biaya tambahan atau mendapat potongan di luar ketentuan Amartha’”ujarnya

“Tapi kenyataannya saat pencairan, kenapa ada potongan pokok seratus ribu rupiah tapi saat habis kontrak sulit pengambilannya dengan alasan tidak masuk sistem. Dan satu hal lagi ada dua nomor kontak Amartha yang tercantum di Kartu Angsuran Majelis diduga fiktif karena satupun tidak ada yang bisa dihubungi untuk melaporkan masalah yang ada,” tandas Sari.

(Heriyanto Simanjuntak/INR)

#Asahan #Sumut #PTAmartha #

iNewsRakyat.com | Himbauan Kabut Asap
Poster himbauan kabut asap Medan, Kamis 15 Oktober 2026
Poster himbauan kualitas udara dan antisipasi kabut asap — iNewsRakyat.com.
Himbauan Lingkungan

Himbauan Kabut Asap: Warga Medan Diminta Kurangi Aktivitas di Luar Ruangan

Kamis, 15 Oktober 2026 · Redaksi iNewsRakyat.com

Warga diimbau memperhatikan kondisi udara, mengurangi aktivitas di luar ruangan saat kabut asap pekat, dan menggunakan masker yang sesuai apabila harus keluar rumah.

Informasi pada poster pembaruan pagi ini menyebutkan kondisi Kota Medan berkabut asap. Data yang tercantum dalam poster menunjukkan AQI 175 dengan kategori “Tidak Sehat”, serta PM2.5 sebagai polutan utama. Angka dan kondisi kualitas udara dapat berubah dari waktu ke waktu.

Poster tersebut juga memuat informasi ISPU dari titik pemantauan Pinang Baris dan Jalan AH Nasution. Masyarakat disarankan memeriksa pembaruan resmi dari instansi terkait sebelum menentukan aktivitas di luar rumah.

Langkah yang dapat dilakukan masyarakat

  • Kurangi kegiatan luar ruangan ketika udara tampak pekat atau jarak pandang menurun.
  • Jika harus keluar, gunakan masker yang sesuai dan batasi waktu di luar.
  • Perhatikan anak-anak, lansia, serta orang yang memiliki asma atau gangguan pernapasan.
  • Tim lapangan dan pekerja luar ruangan sebaiknya mengikuti prosedur keselamatan serta arahan instansi terkait.

Catatan redaksi: Angka AQI, ISPU, suhu, kelembapan, arah angin, dan prakiraan cuaca pada poster merupakan informasi yang perlu diverifikasi kembali melalui sumber resmi sebelum diterbitkan sebagai data terkini.

Saran untuk Mengurangi Paparan Asap

1

Pertimbangkan waktu beraktivitas

Tunda kegiatan luar ruang jika kondisi udara buruk dan pantau informasi cuaca terbaru.

2

Gunakan masker yang sesuai

Jika perlu berada di luar ruangan, gunakan respirator seperti N95/KN95 yang terpasang rapat.

3

Lindungi kelompok rentan

Batasi paparan asap bagi anak-anak, lansia, dan orang dengan gangguan pernapasan.

4

Perhatikan keselamatan kerja

Koordinator lapangan perlu mengingatkan pekerja tentang perlindungan pernapasan dan jeda kerja.

Semoga hujan membantu mengurangi asap. Tetap waspada dan jaga kesehatan!
iNewsRakyat.com · Berita Terpercaya, Untuk Rakyat
© 2026 iNewsRakyat.com. Konten informasi perlu diverifikasi sebelum dipublikasikan.
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page