Inewsrakyat.com Rohani Kristen Dalam perjalanan pelayanan, tidak semua orang akan menyukai kita. Ada yang mendukung, menghargai, dan mendoakan. Namun, ada pula yang mengkritik, meremehkan, menyebarkan cerita yang tidak benar, bahkan melontarkan perkataan yang menyakitkan.
Terkadang satu kalimat yang menyakitkan terasa lebih membekas daripada banyak ucapan terima kasih yang pernah kita terima.
Akibatnya, semangat melayani mulai berkurang. Kita menjadi kecewa, kehilangan sukacita, bahkan berpikir untuk meninggalkan pelayanan.Namun, pernahkah kita bertanya, mengapa perkataan seseorang bisa memiliki pengaruh begitu besar terhadap kesetiaan kita dalam melayani Tuhan?
Kita perlu memahami bahwa pelayanan tidak selalu berlangsung dalam suasana yang menyenangkan. Selama berhubungan dengan manusia, perbedaan pendapat, kesalahpahaman, dan kekecewaan mungkin terjadi.Karena itu, jangan menjadikan pujian manusia sebagai sumber utama semangat pelayanan. Sebab jika kita hanya kuat ketika dipuji, kita akan mudah kehilangan arah ketika dikritik.
Namun, menjadi pelayan yang kuat bukan berarti harus kebal terhadap rasa sakit. Perkataan yang kasar, fitnah, atau penghinaan memang dapat melukai hati. Kita boleh merasa sedih, mencari dukungan, dan mengambil waktu untuk memulihkan diri.
Kita juga perlu membedakan kritik yang membangun dengan perkataan yang sengaja menjatuhkan. Jika kritik itu benar, terimalah sebagai kesempatan memperbaiki diri. Jika tuduhan itu tidak benar, tanggapilah dengan bijaksana tanpa harus membalas dengan kebencian.
Jangan pula menggunakan alasan harus kuat untuk membiarkan perundungan atau perlakuan tidak sehat terus berlangsung dalam pelayanan.Kesetiaan kepada Tuhan tidak berarti kita harus menerima setiap perlakuan buruk tanpa batas.
Ketika perkataan seseorang mulai mengguncang hati, ingatlah kembali alasan kita melayani. Kita melayani bukan untuk menyenangkan semua orang, melainkan untuk memuliakan Tuhan dan mengasihi sesama. Jangan biarkan satu mulut yang melukai membuat kita melupakan begitu banyak jiwa yang masih membutuhkan kasih dan pelayanan kita.
Jika hari ini hatimu terluka, pulihkanlah. Jika langkahmu melemah, carilah kekuatan dalam Tuhan. Jangan menyerah hanya karena perkataan manusia, tetapi teruslah melayani dengan hikmat, kasih, dan keteguhan hati.“Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.” (Kolose 3:23)
Poster himbauan kualitas udara dan antisipasi kabut asap — iNewsRakyat.com.
Himbauan Lingkungan
Himbauan Kabut Asap: Warga Medan Diminta Kurangi Aktivitas di Luar Ruangan
Kamis, 15 Oktober 2026 · Redaksi iNewsRakyat.com
Warga diimbau memperhatikan kondisi udara, mengurangi aktivitas di luar ruangan saat kabut asap pekat, dan menggunakan masker yang sesuai apabila harus keluar rumah.
Informasi pada poster pembaruan pagi ini menyebutkan kondisi Kota Medan berkabut asap. Data yang tercantum dalam poster menunjukkan AQI 175 dengan kategori “Tidak Sehat”, serta PM2.5 sebagai polutan utama. Angka dan kondisi kualitas udara dapat berubah dari waktu ke waktu.
Poster tersebut juga memuat informasi ISPU dari titik pemantauan Pinang Baris dan Jalan AH Nasution. Masyarakat disarankan memeriksa pembaruan resmi dari instansi terkait sebelum menentukan aktivitas di luar rumah.
Langkah yang dapat dilakukan masyarakat
Kurangi kegiatan luar ruangan ketika udara tampak pekat atau jarak pandang menurun.
Jika harus keluar, gunakan masker yang sesuai dan batasi waktu di luar.
Perhatikan anak-anak, lansia, serta orang yang memiliki asma atau gangguan pernapasan.
Tim lapangan dan pekerja luar ruangan sebaiknya mengikuti prosedur keselamatan serta arahan instansi terkait.
Catatan redaksi: Angka AQI, ISPU, suhu, kelembapan, arah angin, dan prakiraan cuaca pada poster merupakan informasi yang perlu diverifikasi kembali melalui sumber resmi sebelum diterbitkan sebagai data terkini.
Saran untuk Mengurangi Paparan Asap
1
Pertimbangkan waktu beraktivitas
Tunda kegiatan luar ruang jika kondisi udara buruk dan pantau informasi cuaca terbaru.
2
Gunakan masker yang sesuai
Jika perlu berada di luar ruangan, gunakan respirator seperti N95/KN95 yang terpasang rapat.
3
Lindungi kelompok rentan
Batasi paparan asap bagi anak-anak, lansia, dan orang dengan gangguan pernapasan.
4
Perhatikan keselamatan kerja
Koordinator lapangan perlu mengingatkan pekerja tentang perlindungan pernapasan dan jeda kerja.
Semoga hujan membantu mengurangi asap. Tetap waspada dan jaga kesehatan!