Example 728x250
News Karo

Terbukti Pelayanan JKN Semakin Mudah & Cepat Bagi Merina Saragih Ini

63
×

Terbukti Pelayanan JKN Semakin Mudah & Cepat Bagi Merina Saragih Ini

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Tanah Karo – Inewrakyat.com

Melalui Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), BPJS Kesehatan terus berupaya memberikan pelayanan yang terbaik bagi seluruh peserta JKN, termasuk dalam hal pelayanan kesehatan ibu dan anak. Pelayanan yang dimaksud mencakup berbagai aspek kesehatan maternal, mulai dari masa kehamilan, persalinan hingga perawatan pasca persalinan. 

Yang mana manfaat layanan tersebut dirasakan oleh Merina Saragih (30), warga Desa Huta Rakyat, Kabupaten Dairi yang menggunakan Program JKN untuk persalinan putri pertamanya melalui operasi caesar.

“Saat mengandung anak pertama saya rutin memanfaatkan JKN untuk pemeriksaan tiap bulan, sampai perawatan setelah melahirkan. Selama masa kehamilan, mulai dari obat, vitamin, hingga ultrasonografi (USG) dijamin keseluruhan  oleh Program JKN,” ujar Merina Saragih, beberapa waktu lalu ke awak media.

Merina sempat berharap bahwa proses persalinan anak pertamanya tersebut dapat dilaksanakan secara normal seperti yang ia impikan selama ini. Namun meskipun usia kehamilannya telah melewati hari perkiraan lahir, Merina belum merasakan adanya tanda-tanda kelahiran. Oleh karena itu dokter merujuknya ke RS Efarina Etaham untuk dilakukan proses persalinan dengan metode operasi.

“Selama proses persalinan, saya dan keluarga tidak dibebani biaya sedikit pun untuk persalinan maupun perawatan bayi. Saya sangat bersyukur sekali karena seluruh biaya mulai dari proses administrasi, pemeriksaan awal, persalinan, pemulihan pasca bersalin hingga perawatan bayi ditanggung oleh Program JKN,” ujar Merina ini.

Tidak hanya sampai di situ, Merina mengungkapkan dirinya bukan baru kali ini menggunakan Program JKN. Ia sering menggunakan untuk berobat ke Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) untuk penyakit ringan seperti demam dan batuk.

“Kemarin saya mengalami demam selama tiga hari, di hari pertama demam saya sudah berobat ke FKTP, namun tidak kunjung sembuh. Panasnya semakin tinggi, badan mulai menggigil, akhirnya di hari ketiga demam saya dirujuk untuk ke rumah sakit untuk mendapatkan tindakan lebih lanjut karena takutnya mengarah ke tifus atau demam berdarah,” ujar Merina.

Merina ini, mengaku dirinya sangat bersyukur terhadap kehadiran Program JKN di tengah-tengah keluarganya. Program tersebut dapat menjamin biaya pelayanan kesehatannya sepanjang sesuai indikasi medis dan juga prosedur yang berlaku. Ia menyadari bahwa saat ini, biaya pelayanan tidak murah, apalagi dirinya memang biasa bekerja di rumah sakit.

“Apabila menggunakan biaya pribadi atau biaya umum itu membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Oleh karenanya Program JKN ini memberikan ketenangan sendiri bagi saya dan keluarga, sehingga kami tak khawatir apabila sewaktu-waktu memerlukan jaminan pelayanan kesehatan saat sakit,” ungkap Merina.

Di akhir perbincangan, Merina menyampaikan ucapan terima kasih kepada berbagai pihak atas terselenggaranya Program JKN. Dengan manfaat yang telah diperoleh Merina, kini ia yakin bahwa Program JKN mendatangkan manfaat yang sama juga bagi masyarakat di seluruh Indonesia.

“Mungkin kalau dari dulu tidak terdaftar JKN, tidak tahu sudah  berapa banyak biaya yang harus keluar untuk berobat. Sebelum menikah dan bekerja saya dan orang tua juga sudah terdaftar dalam kepesertaan JKN. Saya berharap, BPJS Kesehatan terus menghadirkan berbagai inovasi untuk mempermudah peserta dalam mengakses pelayanan kesehatan dan semoga fasilitas kesehatan tak henti untuk meningkatkan kualitas layanan, sehingga banyak masyarakat dapat terbantu,” jelas Merina. 

Merina sangat mengapresiasi inovasi antrean online yang telah dihadirkan oleh BPJS Kesehatan. Ia mengungkapkan inovasi tersebut telah diimplementasikan juga di rumah sakit tempatnya bekerja. 

“Sangat canggih, dari awal mendaftar sampai mendapatkan pelayanan dan mendapatkan obat di farmasi kita sudah tau estimasi berapa lama kita akan dilayani. Jadi tidak perlu lama untuk mengantre. Cukup ambil antrean dari Aplikasi Mobile JKN saja semua jadi mudah dan cepat,” terangnya.

*Haris/INR

iNewsRakyat.com | Himbauan Kabut Asap
Poster himbauan kabut asap Medan, Kamis 15 Oktober 2026
Poster himbauan kualitas udara dan antisipasi kabut asap — iNewsRakyat.com.
Himbauan Lingkungan

Himbauan Kabut Asap: Warga Medan Diminta Kurangi Aktivitas di Luar Ruangan

Kamis, 15 Oktober 2026 · Redaksi iNewsRakyat.com

Warga diimbau memperhatikan kondisi udara, mengurangi aktivitas di luar ruangan saat kabut asap pekat, dan menggunakan masker yang sesuai apabila harus keluar rumah.

Informasi pada poster pembaruan pagi ini menyebutkan kondisi Kota Medan berkabut asap. Data yang tercantum dalam poster menunjukkan AQI 175 dengan kategori “Tidak Sehat”, serta PM2.5 sebagai polutan utama. Angka dan kondisi kualitas udara dapat berubah dari waktu ke waktu.

Poster tersebut juga memuat informasi ISPU dari titik pemantauan Pinang Baris dan Jalan AH Nasution. Masyarakat disarankan memeriksa pembaruan resmi dari instansi terkait sebelum menentukan aktivitas di luar rumah.

Langkah yang dapat dilakukan masyarakat

  • Kurangi kegiatan luar ruangan ketika udara tampak pekat atau jarak pandang menurun.
  • Jika harus keluar, gunakan masker yang sesuai dan batasi waktu di luar.
  • Perhatikan anak-anak, lansia, serta orang yang memiliki asma atau gangguan pernapasan.
  • Tim lapangan dan pekerja luar ruangan sebaiknya mengikuti prosedur keselamatan serta arahan instansi terkait.

Catatan redaksi: Angka AQI, ISPU, suhu, kelembapan, arah angin, dan prakiraan cuaca pada poster merupakan informasi yang perlu diverifikasi kembali melalui sumber resmi sebelum diterbitkan sebagai data terkini.

Saran untuk Mengurangi Paparan Asap

1

Pertimbangkan waktu beraktivitas

Tunda kegiatan luar ruang jika kondisi udara buruk dan pantau informasi cuaca terbaru.

2

Gunakan masker yang sesuai

Jika perlu berada di luar ruangan, gunakan respirator seperti N95/KN95 yang terpasang rapat.

3

Lindungi kelompok rentan

Batasi paparan asap bagi anak-anak, lansia, dan orang dengan gangguan pernapasan.

4

Perhatikan keselamatan kerja

Koordinator lapangan perlu mengingatkan pekerja tentang perlindungan pernapasan dan jeda kerja.

Semoga hujan membantu mengurangi asap. Tetap waspada dan jaga kesehatan!
iNewsRakyat.com · Berita Terpercaya, Untuk Rakyat
© 2026 iNewsRakyat.com. Konten informasi perlu diverifikasi sebelum dipublikasikan.
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page