Example 728x250
News Karo

Ibu Ini Rasakan Kemudahan Ubah Data Melalui Layanan AMAN JKN

36
×

Ibu Ini Rasakan Kemudahan Ubah Data Melalui Layanan AMAN JKN

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Tanah Karo, – Inewsrakyat.com
 
Siti Nurhaliza (28) merupakan peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang iurannya dibiayai oleh pemerintah daerah sejak tahun 2022. Ditemui saat melakukan pengurusan administrasi pindah fasilitas kesehatan (faskes) di Kantor BPJS Kesehatan Cabang Kabanjahe, Siti menceritakan banyak pengalaman saat ia menggunakan JKN dalam berbagai akses layanan kesehatan yang ia butuhkan pada Kamis (13/03/2025).

“Saya ke sini bersama suami dan anak mau pindah faskes. Awalnya kami terdaftar di Puskesmas namun karena jarak yang jauh akhirnya kami memutuskan untuk pindah ke klinik yang tidak jauh dari rumah. Namun sampai di sini petugas keamanan mengarahkan bahwa pindah faskes sebenarnya bisa dilakukan secara online melalui Aplikasi Mobile JKN. Kalau tahu begitu saya tak perlu repot-repot jauh ke sini. Tapi tadi karena ada kendala jaringan, akhirnya petugas keamanan memandu saya untuk memanfaatkan perangkat kanal layanan mandiri berupa mesin yang terdapat di kantor BPJS Kesehatan AMAN (Anjungan Mandiri_red) JKN namanya,” ujar Siti.

Menurut Siti proses pindah faskes menggunakan layanan AMAN JKN membutuhkan waktu tidak sampai lima menit. Prosesnya mudah cukup masukkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan dilanjutkan dengan proses memilih faskes mana yang cocok dan sesuai dengan keinginan peserta.

“Cukup mudah ya, kita tidak perlu ambil antrean untuk masuk ke loket. Cukup di mesin AMAN JKN saja jadi lebih gampang. Apalagi kalau ada Aplikasi Mobile JKN, cukup dari rumah saja untuk ubah data,” jelas Siti.

Siti pernah menggunakan JKN saat ia melahirkan anak pertamanya Ahmad Arkananta Sitepu dan saat berobat ketika sakit demam, batuk dan pilek. Saat itu Siti memang harus menjalani operasi caesar karena putranya tak kunjung lahir meski sudah timbul tanda-tanda akan melahirkan.

“Waktu kehamilan saya usia lima bulan, kami bingung karena ekonomi sedang seret. Untuk membayar biaya pemeriksaan kehamilan sudah tidak punya uang lagi. Akhirnya saya mencoba untuk datang ke kantor BPJS Kesehatan untuk menanyakan bagaimana cara mendaftar menjadi peserta JKN. Sesampainya saya di sana, alhamdulillah ternyata petugas BPJS Kesehatan mengatakan bahwa saya sudah terdaftar sebagai peserta JKN yang dibayarkan iurannya oleh pemerintah. Saya sangat senang karena telah terdaftar. Akhirnya saya bisa kembali melakukan pemeriksaan kehamilan karena telah terdaftar menjadi peserta JKN,” ungkap Siti.

Pada kesempatan yang sama suami Siti, Atlanta Sitepu mengungkapkan bahwa selama mengakses layanan kesehatan mereka mendapatkan pelayanan yang memuaskan. Tidak pernah dibeda-bedakan antara pasien umum maupun pasien JKN. Bahkan saat pengurusan administrasi, benar-benar dibantu oleh faskes sehingga tidak terjadi kendala.

“Pelayanannya sangat baik, petugas medisnya ramah dan tanggap. Waktu istri saya melahirkan kami merasa nyaman karena rumah sakitnya bersih. Setelah pulang kerumah kami juga bisa kembali kontrol tanpa tambahan iur biaya sedikitpun. Padahal waktu itu sempat terjadi luka pada bagian perut karena perbannya longgar. Saat kembali ke rumah sakit, petugas medis dengan senang hati memperbaiki perban istri saya, mereka tak segan meminta maaf jika ada kesalahan saat melayani kami di rumah sakit,” ujar Atlanta.

Atlanta menambahkan ia sangat bersyukur seluruh keluarganya telah terdaftar dalam Program JKN. Melalui Program JKN, bebannya sebagai seorang kepala keluarga menjadi lebih ringan karena tidak perlu khawatir saat ia maupun anggota keluarganya membutuhkan akses pelayanan kesehatan.

“Sangat terbantu ya, kalau di media saat ini banyak mengatakan pelayanan JKN buruk, justru yang kami alami adalah sebaliknya. Kami merasakan pelayanan yang sangat baik. Tidak hanya kami, tapi mertua dan adik ipar juga telah merasakan manfaatnya. Kalau katanya antre saya rasa ya memang hal wajar karena banyak orang yang membutuhkan pengobatan. Namun sekarangkan ada Aplikasi Mobile JKN. Ambil antrean online saja agar tidak lama mengantre. Sekali lagi saya ucapkan terima kasih kepada pemerintah dan juga BPJS Kesehatan. Berkat JKN, kami tak perlu ragu untuk memperoleh layanan kesehatan saat membutuhkan,” tutup Atlanta.

*Haris/INR

iNewsRakyat.com | Himbauan Kabut Asap
Poster himbauan kabut asap Medan, Kamis 15 Oktober 2026
Poster himbauan kualitas udara dan antisipasi kabut asap — iNewsRakyat.com.
Himbauan Lingkungan

Himbauan Kabut Asap: Warga Medan Diminta Kurangi Aktivitas di Luar Ruangan

Kamis, 15 Oktober 2026 · Redaksi iNewsRakyat.com

Warga diimbau memperhatikan kondisi udara, mengurangi aktivitas di luar ruangan saat kabut asap pekat, dan menggunakan masker yang sesuai apabila harus keluar rumah.

Informasi pada poster pembaruan pagi ini menyebutkan kondisi Kota Medan berkabut asap. Data yang tercantum dalam poster menunjukkan AQI 175 dengan kategori “Tidak Sehat”, serta PM2.5 sebagai polutan utama. Angka dan kondisi kualitas udara dapat berubah dari waktu ke waktu.

Poster tersebut juga memuat informasi ISPU dari titik pemantauan Pinang Baris dan Jalan AH Nasution. Masyarakat disarankan memeriksa pembaruan resmi dari instansi terkait sebelum menentukan aktivitas di luar rumah.

Langkah yang dapat dilakukan masyarakat

  • Kurangi kegiatan luar ruangan ketika udara tampak pekat atau jarak pandang menurun.
  • Jika harus keluar, gunakan masker yang sesuai dan batasi waktu di luar.
  • Perhatikan anak-anak, lansia, serta orang yang memiliki asma atau gangguan pernapasan.
  • Tim lapangan dan pekerja luar ruangan sebaiknya mengikuti prosedur keselamatan serta arahan instansi terkait.

Catatan redaksi: Angka AQI, ISPU, suhu, kelembapan, arah angin, dan prakiraan cuaca pada poster merupakan informasi yang perlu diverifikasi kembali melalui sumber resmi sebelum diterbitkan sebagai data terkini.

Saran untuk Mengurangi Paparan Asap

1

Pertimbangkan waktu beraktivitas

Tunda kegiatan luar ruang jika kondisi udara buruk dan pantau informasi cuaca terbaru.

2

Gunakan masker yang sesuai

Jika perlu berada di luar ruangan, gunakan respirator seperti N95/KN95 yang terpasang rapat.

3

Lindungi kelompok rentan

Batasi paparan asap bagi anak-anak, lansia, dan orang dengan gangguan pernapasan.

4

Perhatikan keselamatan kerja

Koordinator lapangan perlu mengingatkan pekerja tentang perlindungan pernapasan dan jeda kerja.

Semoga hujan membantu mengurangi asap. Tetap waspada dan jaga kesehatan!
iNewsRakyat.com · Berita Terpercaya, Untuk Rakyat
© 2026 iNewsRakyat.com. Konten informasi perlu diverifikasi sebelum dipublikasikan.
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page