Kabanjahe, ” iNewsrakyat.com :pada tanggal 17/9/2025 saat awak media melintas ke Tiganderket masih juga pencucian wortel air nya menggalir ke pasar sungguh ironis memang padahal beberapa bulan yang lalu Wakil Bupati sudah meninjau kelokasi tempat pencucian wortel.
Tetapi masih juga tetap air nya menggalir kepasar besar seperti sungai kecil bisa untuk mandi anak – anak setiap sore begitu derasnya air pencucian wortel menggalir kepasar kadang gak habis pikir entah dimana pikiran nya para pengusaha asal aja membuang air cucian wortel kepasar saat awak media mau konfirmasi penggusahanya tidak pernah berada ditempat.
Mulai dari lokasi pencucian wortel ada lah parit nya kira _ kira 300 meter dari situ udah tidak melalui parit lagi sudah kejalan besar larinya air pencucian wortel itu sementara pengendara roda dua susah untuk melalui dikarenakan air pencucian wortel tersebut.
Kalo pun jalan diperbaiki percuma aja kalo tidak diarah kan atau di buat parit supaya air pencucian wortel jatuh nya ke parit bukan kepasar artenatif padahal jalan tersebut baru 1 tahun dikerjakan tapi sudah begitu parah nya jalan diakibatkan air pencucian wortel dialirkan kepasar
Jadi kalo pun jalan itu diperbaiki tapi pencucian wortel tidak di tindak lanjuti sudah tentu air pencucian wortel menggalir kepasar terus, walaupun 1000 kali jalan diperbaiki tetap nya air pencucian wortel kepasar lari nya kalo tidak dibuat parit nya.
Saat di pertanyakan ke beberapa warga sagat kesal lah buk kata warga yang tidak mau disebutkan namanya padahal kata warga setempat sudah pernah katanya rombongan Bupati meninjau kelokasi tetapi tetap juga air cucian wortel mereka ke jalan dialirkan kata warga yang tidak mau menyebutkan namanya.
Pernah juga awak media mempertanyakan kepada kepala desa ndokum siroga, ko geri kali pasar kalian ini bg kata awak media mulai dari simpang desa Surbakti sampai ke ujung jalan air menggalir sepanjang jalan ko gak dibuatnya lah parit untuk pembuangan airnya bg masa kejalan dibuat airnya kan rusak jalan itu bg kata awak media mempertanyakan kepada kepala desa ndokum siroga ya lalu kepala desa menjawab sudah beberapa kali saya sampaikan kepada pemilik wortel tapi udah ke parit nya katanya kepada kepala desa .
Kalo pun sudah ada pemberitahuan kepala desa kepada pemilik pengusaha wortel tapi tidak di laksanakan ya udah kalian buat aja beritanya kata kepala desa ndokum siroga kepada awak media saya sudah boson menyampaikan kepada mereka toh juga tidak didegarkan kata kepala desa.
Jadi kalo udah kepala desa ngomong seperti itu kan sudah susah, Jagan kan kepala desa rombongan Bupati pun sudah meninjau kelokasi pun masih juga Seperti itu tetap air menggalir kepasar, yang heran nya setiap sore pasar itu tidak seperti pasar, sudah seperti air sungai menggalir bisa kita memancing ikan lele karena keruhnya air itu belut pun sudah tentu banyak kan kalo ikan belut cocok di air yang kotor, begitulah jalan yang mau ke Tiganderket rusak parah diakibatkan pencucian wortel dialirkan kepasar. Tegas ( Mahdalena sinulingga) iNR.






