Wujudkan Karo Beriman, Pemkab Karo Lestarikan Tradisi Njunjungken Beras Piher untuk Jemaah Haji 1447 H



Kabanjahe, inewsrakyat.com :20 April 2026 — Nuansa haru dan penuh doa mewarnai Aula Rakoetta Brahmana, Kabanjahe, saat Pemerintah Kabupaten Karo menggelar tradisi Njunjungken Beras Piher bagi calon jemaah haji tahun 1447 H/2026 M, Selasa (20/04/2026). Kegiatan ini menjadi simbol kuat kebersamaan dan dukungan masyarakat Karo dalam melepas para tamu Allah menuju Tanah Suci.


Bupati Karo, Brigjen Pol (Purn.) Dr. dr. Antonius Ginting, Sp.OG., M.Kes., yang diwakili oleh Wakil Bupati Karo, Komando Tarigan, SP., menyampaikan pesan penuh harap dan doa kepada para calon jemaah. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa tradisi ini bukan sekadar seremonial, melainkan wujud kepedulian dan spiritualitas masyarakat Karo.


“Dengan penuh sukacita, kami mengucapkan selamat menunaikan ibadah haji. Semoga seluruh jemaah diberikan kesehatan, kelancaran, serta kembali ke tanah air sebagai haji yang mabrur dan mabruroh,” ujar Wakil Bupati menyampaikan pesan Bupati.


Prosesi penyerahan beras secara simbolis menjadi inti kegiatan, yang sarat makna sebagai bentuk doa agar para jemaah senantiasa diberi keselamatan dan kemudahan dalam menjalankan seluruh rangkaian ibadah haji. Tradisi Njunjungken Beras Piher sendiri telah lama menjadi bagian dari kearifan lokal masyarakat Karo dalam mengiringi perjalanan spiritual warganya.
Tahun ini, sebanyak 13 calon jemaah haji asal Kabupaten Karo akan diberangkatkan. Mereka dijadwalkan berangkat pada 24 April 2026 dari Masjid Agung Kabanjahe menuju Asrama Haji, sebelum melanjutkan perjalanan ke Tanah Suci pada 25 April 2026.


Kegiatan tersebut turut dihadiri unsur Forkopimda Kabupaten Karo, Sekretaris Daerah Gelora Kurnia Putra Ginting, S.STP., MM., para Asisten dan Staf Ahli Bupati, pimpinan OPD, Kepala Kementerian Agama Kabupaten Karo, perwakilan Kementerian Haji dan Umrah, tokoh agama, organisasi keagamaan seperti MUI, NU, Muhammadiyah, Al-Wasliyah, IPHI, FKUB, serta perwakilan perbankan dan keluarga jemaah.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Karo kembali menegaskan komitmennya dalam mewujudkan masyarakat yang religius, harmonis, dan berbudaya, sejalan dengan semangat “Karo Beriman”. Tradisi yang terus dijaga ini menjadi bukti bahwa nilai-nilai kebersamaan dan doa tetap hidup di tengah masyarakat.

**indi/ iNR

Penulis


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *