
Pematangsiantar,iNewsRakyat.com-
Seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk dan naiknya pembangunani di kawasan pemukiman ,kebakaran merupakan salah satu ancaman yang berisiko tinggi terhadap keselamatan jiwa,harta,benda dan lingkungan.
Untuk menjawab tantangan tersebut, diperlukan keterlibatan langsung masyarakat sebagai bagian dari sistem pencegahan kebakaran dan penyelamatan yang lebih tanggap, cepat, dan efektif. Oleh karena itu, dibentuklah Relawan Pemadam Kebakaran dari kelompok masyarakat penyelamatan yang secara sukarela siap membantu dalam upaya penanganan kebakaran dan penyelamatan.
Hal ini dikatakan Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Pematangsiantar Drs Robert Samosir saat di wawancarai di acara Pelatihan dan Pembinaan Relawan Pemadam Kebakaran (Redkar) di Convention Hall Siantar Hotel,Senin 27 Oktober 2025. Robert melanjutkan pembentukan relawan ini juga merupakan bagian dari implementasi kebijakan pemerintah dalam memperkuat sistem penanggulangan bencana yang bertujuan untuk meningkatkan efektivitas penanggulangan kebakaran dan kejadian darurat lainnya.
‘Mereka (redkar) ditempatkan di Kecamatan-kecamatan dan ada koordinator per kecamatannya dan redkar berfokus pada di mana dia tinggal untuk memantau bila terjadi kebakaran.,” ucapnya.
Dilanjutkannya, Dia berharap kedepannya Redkarlah yang pertamakali yang melaporkan apabila ada kejadian di daerahnya dan bisa mengatur jalan sebelum pemadam kebakaran tiba di lokasi.
“Mereka ini bukan hanya untuk pemadam kebakaran saja, tapi juga mereka sudah dilatih dalam penyelamatan salah satunya adalah menangkap ular,” terangnya sembari mengatakan kalau redkar belum genap 1 tahun sejak di bentuk.
Disinggung apakah kedepannya ada rencana relawan diangkat jadi pegawai Pemko mengingat personil saat ini masih kurang, Robert mengatakan tidak ada aturan dalam pengangkatan menjadi petugas pemadam kebakaran, namun apabila ada anggaran mereka adalah prioritas.
“Kalau ada dibutuhkan pemerintah kota untuk penambahan personil, kita akan upayakan merekalah yang diutamakan karena mereka sudah terlatih, tetapi kita tahu kemampuan keuangan pemko tidak seperti keuangan kota besar lainnya,” pungkasnya. (Irwan Purba) iNR







