Example 728x250
News Karo

Kristi Sidauruk Lawan Kanker Ovarium Dimudahkan Bersama Program JKN

89
×

Kristi Sidauruk Lawan Kanker Ovarium Dimudahkan Bersama Program JKN

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Berita Tanah Karo – Inewsrakyat.com

Kanker ovarium seringkali dijuluki “silent killer” karena gejalanya yang tidak muncul pada stadium awal namun muncul menjelang stadium akhir. Penyakit ini terletak pada indung telur (ovarium), organ yang berperan penting dalam memproduksi sel telur dan hormon. Penyebab pasti kanker ovarium seringkali sulit diidentifikasi, namun umumnya didorong oleh perubahan atau mutasi genetik pada sel. Gejala khas yang perlu diwaspadai, terutama jika terjadi terus-menerus, meliputi perut kembung yang terus menerus, cepat kenyang meskipun makan dalam porsi kecil, nyeri panggul, dan perubahan kebiasaan buang air.

Inilah yang di alami oleh Kristina Natalia Br. Sidauruk (21) seorang Peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) asal Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara. Saat ditemui dirumahnya pada (10/03/2026) kemarin, Kristi berbagi pengalamannya sebagai Peserta Program JKN yang terdaftar pada segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI). Kristina mengaku tidak mengeluarkan biaya sepeserpun untuk seluruh proses pengobatan yang dijalaninya melalui tindakan kemoterapi di rumah sakit.

“Saya sudah menjalani kemoterapi. Penyakit ini muncul saat saya masih aktif menjadi Mahasiswa di Kota Medan. Jadwal menstruasi saya sering tidak teratur. Awalnya saya fikir ini adalah hal yang biasa karena faktor kelelahan. Namun hal ini berlanjut sampai akhirnya saya merasakan nyeri hebat setiap menstruasi,” ujar Kristi.

Kristi menuturkan bahwa dirinya berusaha menjalani hari-harinya dengan tenang meskipun dalam kondisi sakit, hal ini juga didukung oleh Program JKN yang membantunya meringankan beban biaya saat berobat.

“Saya pernah dirawat di Rumah Sakit Amanda Berastagi lalu di rujuk ke Rumah Sakit Adam Malik Medan untuk mendapatkan pelayanan lebih lanjut. Sesampainya di Rumah Sakit Adam Malik kemudian cek darah terlebih dahulu agar untuk mengetahui saya sakit apa. Waktu itu saya dirawat inap. Dari hasil cek darah itulah saya didiagnosa kanker ovarium,” jelas Kristi.

Kondisi Kristi sempat memburuk dan  mengharuskan dirinya harus menjalani operasi dan kemoterapi serta harus rawat inap berkali-kali. Upaya demi upaya di lakukan, hingga sampai saat ini Kristi sudah melakukan sepuluh kali kemoterapi dan dua kali operasi. Kondisi Kristi kini sudah mulai membaik. Ia menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Program JKN yang selalu membantu dirinya selama pengobatan.

“Puji Tuhan Program JKN ini sangat membantu sekali. Ini adalah pengalaman pribadi saya sendiri memakai layanan fasilitas kesehatan dengan Program JKN. Dari awal berobat hingga operasi berapa biaya yang harus saya keluarkan kalau tidak ada program ini. Mungkin saya tidak bisa melanjutkan berobat dan tidak tahu bagaimana nasib saya kalau tidak ada JKN. Oleh karenanya saya sangat berterima kasih kepada pemerintah karena telah hadir melalui Program JKN. Saya tahu orang dengan kemampuan finansial yang baik pun akan kewalahan apabila harus disuruh bayar biaya pengobatan, apalagi bagi orang-orang yang kurang mampu. Terima kasih sekali lagi, dengan Program JKN kami seluruh masyarakat bisa berobat tanpa harus terbebani biaya,” akhir Kristi ini.

*Haris/INR

iNewsRakyat.com | Himbauan Kabut Asap
Poster himbauan kabut asap Medan, Kamis 15 Oktober 2026
Poster himbauan kualitas udara dan antisipasi kabut asap — iNewsRakyat.com.
Himbauan Lingkungan

Himbauan Kabut Asap: Warga Medan Diminta Kurangi Aktivitas di Luar Ruangan

Kamis, 15 Oktober 2026 · Redaksi iNewsRakyat.com

Warga diimbau memperhatikan kondisi udara, mengurangi aktivitas di luar ruangan saat kabut asap pekat, dan menggunakan masker yang sesuai apabila harus keluar rumah.

Informasi pada poster pembaruan pagi ini menyebutkan kondisi Kota Medan berkabut asap. Data yang tercantum dalam poster menunjukkan AQI 175 dengan kategori “Tidak Sehat”, serta PM2.5 sebagai polutan utama. Angka dan kondisi kualitas udara dapat berubah dari waktu ke waktu.

Poster tersebut juga memuat informasi ISPU dari titik pemantauan Pinang Baris dan Jalan AH Nasution. Masyarakat disarankan memeriksa pembaruan resmi dari instansi terkait sebelum menentukan aktivitas di luar rumah.

Langkah yang dapat dilakukan masyarakat

  • Kurangi kegiatan luar ruangan ketika udara tampak pekat atau jarak pandang menurun.
  • Jika harus keluar, gunakan masker yang sesuai dan batasi waktu di luar.
  • Perhatikan anak-anak, lansia, serta orang yang memiliki asma atau gangguan pernapasan.
  • Tim lapangan dan pekerja luar ruangan sebaiknya mengikuti prosedur keselamatan serta arahan instansi terkait.

Catatan redaksi: Angka AQI, ISPU, suhu, kelembapan, arah angin, dan prakiraan cuaca pada poster merupakan informasi yang perlu diverifikasi kembali melalui sumber resmi sebelum diterbitkan sebagai data terkini.

Saran untuk Mengurangi Paparan Asap

1

Pertimbangkan waktu beraktivitas

Tunda kegiatan luar ruang jika kondisi udara buruk dan pantau informasi cuaca terbaru.

2

Gunakan masker yang sesuai

Jika perlu berada di luar ruangan, gunakan respirator seperti N95/KN95 yang terpasang rapat.

3

Lindungi kelompok rentan

Batasi paparan asap bagi anak-anak, lansia, dan orang dengan gangguan pernapasan.

4

Perhatikan keselamatan kerja

Koordinator lapangan perlu mengingatkan pekerja tentang perlindungan pernapasan dan jeda kerja.

Semoga hujan membantu mengurangi asap. Tetap waspada dan jaga kesehatan!
iNewsRakyat.com · Berita Terpercaya, Untuk Rakyat
© 2026 iNewsRakyat.com. Konten informasi perlu diverifikasi sebelum dipublikasikan.
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page