MEDAN – inewsrakyat,com _Komitmen kuat untuk menjadikan kawasan Pemandian Air Panas Semangat Gunung–Doulu sebagai destinasi wisata berkelas dan berkelanjutan semakin nyata. Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, bersama Bupati Karo, Antonius Ginting, merumuskan langkah-langkah strategis pengembangan kawasan ekowisata tersebut dalam audiensi yang berlangsung di Aula Tengku Rizal Nurdin, Medan, Rabu (18/6/2026).
Pertemuan ini menjadi momentum penting dalam menata kembali salah satu destinasi wisata alam unggulan Kabupaten Karo agar mampu berkembang tanpa mengorbankan kelestarian lingkungan.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Sumatera Utara menegaskan bahwa Semangat Gunung–Doulu merupakan aset alam yang sangat berharga dan harus dikelola dengan konsep ekowisata yang berkelanjutan.
“Semangat Gunung–Doulu ini adalah anugerah. Kita harus mengembangkannya dengan konsep ekowisata, membatasi jumlah pengunjung sesuai daya dukung lingkungan serta mengelola sampah dari hulu hingga hilir. Dengan demikian, Doulu dapat menjadi ikon wisata Sumatera Utara yang lestari dan membanggakan,” ujar Bobby Nasution.
Sementara itu, Bupati Karo Antonius Ginting memaparkan berbagai potensi besar yang dimiliki kawasan tersebut, mulai dari wisata kesehatan berbasis sumber air panas alami, wisata edukasi konservasi, hingga pengembangan ekonomi masyarakat melalui sektor homestay dan UMKM.
Ia juga menyampaikan kebijakan tegas yang menjadi perhatian publik, yakni penghapusan permanen retribusi langsung di kawasan wisata Semangat Gunung dan Doulu.
“Potensi Ekowisata Semangat Gunung–Doulu sangat besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata kesehatan, edukasi lingkungan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Untuk memastikan pengelolaan yang bersih dan transparan, mulai hari ini retribusi langsung di Doulu dan Semangat Gunung kita hapus permanen. Tidak ada lagi pungutan tunai di pintu masuk. Pemerintah Kabupaten Karo akan mengambil alih pengawasan dan memastikan pengelolaan berjalan selama 24 jam. Fokus kita jelas: Doulu lestari, masyarakat sejahtera,” tegas Antonius Ginting.
Dalam audiensi tersebut, kedua pemimpin juga menyepakati sejumlah langkah strategis, di antaranya penataan kawasan berbasis zona wisata ramah lingkungan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia pengelola melalui pelatihan, pengembangan sistem bank sampah, serta pelibatan generasi muda Karo sebagai ranger ekowisata yang bertugas menjaga kebersihan dan kelestarian kawasan.
Langkah ini diharapkan mampu mengubah wajah Semangat Gunung–Doulu menjadi destinasi wisata yang tidak hanya menarik wisatawan, tetapi juga menjadi contoh pengelolaan ekowisata yang bertanggung jawab di Indonesia.
Audiensi tersebut sekaligus menjadi simbol sinergi antara Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan Pemerintah Kabupaten Karo dalam membangun sektor pariwisata yang berorientasi pada pelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.
Turut hadir dalam pertemuan itu Sekretaris Daerah Kabupaten Karo, Gelora Kurnia Putra Ginting, jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, perwakilan pengelola kawasan wisata, serta tokoh masyarakat.
“Menuju Doulu Baru”
Dengan berbagai langkah pembenahan yang tengah disiapkan, Semangat Gunung–Doulu kini diarahkan menjadi wajah baru pariwisata Kabupaten Karo: lebih tertata, lebih bersih, lebih transparan, dan lebih ramah lingkungan. Jika seluruh program berjalan sesuai rencana, kawasan ini berpotensi menjadi salah satu ikon ekowisata unggulan Sumatera Utara yang mampu menarik wisatawan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal secara berkelanjutan.
**indi/iNR






