KABANJAHE, inewsrakyat.com – Semangat meningkatkan kualitas pendidikan Islam menggema di Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, Sabtu (8/8/2026). Ratusan masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, tokoh pendidikan hingga perwakilan organisasi kemasyarakatan menghadiri kegiatan Reses NGOPI (Ngobrol Pendidikan Islam) yang mengangkat isu peningkatan mutu pembelajaran di perguruan tinggi keagamaan Islam.
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 13.00 WIB hingga selesai tersebut menjadi ruang dialog dan silaturahmi antara masyarakat dengan para pemangku kepentingan pendidikan dan keagamaan.

Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua BAZNAS Kabupaten Karo Ustadz Amin Gia Bangun, A.Md., bersama Wakil Ketua I, II, Dan III BAZNAS Kabupaten Karo serta jajaran amil BAZNAS Karo.
Kegiatan NGOPI turut menghadirkan Anggota Komisi VIII DPR RI H. Anshory Siregar, Lc., Pimpinan BKTM Kabupaten Karo, Rektor UIN Sumatera Utara Prof. Dr. Hj. Nurhayati, M.Ag., perwakilan Kementerian Agama RI, Anggota DPRD Kabupaten Karo Miltra Sembiring, serta perwakilan pimpinan daerah KUA Berastagi.
Selain itu, tampak hadir ratusan ibu-ibu dari berbagai wilayah di Kabupaten Karo, para tokoh agama, tokoh adat, tokoh pendidikan, serta perwakilan Muhammadiyah.


Reses NGOPI ini menjadi momentum penting untuk membahas berbagai persoalan sekaligus peluang pengembangan pendidikan Islam, khususnya dalam meningkatkan mutu pembelajaran di perguruan tinggi keagamaan Islam.
Kehadiran berbagai unsur dalam kegiatan tersebut menunjukkan bahwa peningkatan kualitas pendidikan Islam tidak hanya menjadi tanggung jawab lembaga pendidikan, tetapi membutuhkan dukungan bersama dari pemerintah, legislatif, tokoh agama, masyarakat dan seluruh elemen pendidikan.
Dalam sambutannya, Anggota DPRD Kabupaten Karo Miltra Sembiring menyampaikan pentingnya menjaga nilai-nilai keagamaan sekaligus memperkuat peran masyarakat dalam membangun generasi muda.
Ia menyinggung keberadaan kumandang azan sebagai bagian dari kehidupan umat Islam sekaligus pengingat bagi masyarakat untuk terus menjaga nilai-nilai keagamaan.

Selain persoalan pendidikan dan keagamaan, Miltra juga menyoroti ancaman penyalahgunaan narkoba yang dapat merusak masa depan generasi muda.
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama melakukan pencegahan dan pengawasan terhadap anak-anak serta generasi muda.
“Mari sama-sama kita menjaga generasi kita agar jauh dari narkoba. Peran kita juga penting untuk menjaga dan mengawasi anak-anak kita,” tegasnya.

Kegiatan NGOPI menghadirkan Dr. H. Sukri Sitorus, A.Md., sebagai salah satu narasumber. Forum ini diharapkan mampu memberikan wawasan sekaligus membuka ruang diskusi mengenai arah dan tantangan pendidikan Islam di Sumatera Utara.
Diskusi juga menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi dan pandangan terkait pendidikan keagamaan, pembinaan generasi muda, serta penguatan peran lembaga pendidikan Islam di tengah berbagai tantangan zaman.
Kehadiran BAZNAS Kabupaten Karo dalam kegiatan tersebut turut memperlihatkan pentingnya sinergi antara lembaga pengelola zakat dengan dunia pendidikan dan masyarakat.

Melalui kolaborasi tersebut, diharapkan berbagai program pemberdayaan masyarakat, pendidikan dan keagamaan dapat terus dikembangkan sehingga memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat Kabupaten Karo.
Antusiasme ratusan peserta menjadi gambaran bahwa perhatian masyarakat terhadap masa depan pendidikan Islam dan pembinaan generasi muda masih sangat kuat.
Reses NGOPI pun diharapkan tidak berhenti sebagai forum silaturahmi dan diskusi, tetapi mampu melahirkan gagasan serta langkah nyata untuk memperkuat kualitas pendidikan Islam dan membentengi generasi muda dari berbagai ancaman sosial, termasuk penyalahgunaan narkoba.** Zul – iNR
Langsung ke konten














