MEDAN — iNews Rakyat.com |Kepedulian Pemerintah Kabupaten Karo terhadap kondisi siswa SMA Negeri 1 Berastagi yang sebelumnya diduga mengalami gangguan kesehatan setelah menyantap makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) .
Pada Selasa (18/8/2026), jajaran Forkopimda Kabupaten Karo melakukan kunjungan langsung dari empat siswa dari ratusan siswa yang di duga keracunan MBG di sekolah berastagi,empat di antara nya yang masih menjalani perawatan di dua rumah sakit di Kota Medan, yakni RS Bina Kasih dan RS Haji Medan.
Kunjungan tersebut dihadiri langsung oleh Ketua DPRD Kabupaten Karo Iriani Br Tarigan, Bupati Karo Brigjen Pol. (Purn.) Dr. dr. Antonius Ginting, Sp.OG., M.Kes., Wakil Bupati Karo Komando Tarigan, S.P., Kepala Kejaksaan Negeri Karo Edmond N. Purba, S.H., M.H., serta jajaran Dinas Kesehatan Kabupaten Karo. Kehadiran rombongan Forkopimda dan Dinas Kesehatan Karo ini sebagai bentuk kepedulian sekaligus untuk melihat secara langsung kondisi kesehatan para siswa yang masih menjalani perawatan di Medan.
Ketua DPRD Kabupaten Karo, Iriani Br Tarigan, saat dikonfirmasi awak media iNews Rakyat melalui WhatsApp menjelaskan bahwa terdapat empat siswa yang dikunjungi di dua rumah sakit tersebut.Satu siswa dirawat di RS Bina Kasih, sementara tiga siswa lainnya menjalani perawatan di RS Haji Medan.Menurut Iriani, kondisi kesehatan para siswa secara umum mulai menunjukkan perkembangan yang cukup baik.
“Di Bina Kasih ada satu siswa yang kita kunjungi. Pihak rumah sakit menyampaikan kemungkinan tanggal 19 Agustus sudah bisa pulang apabila kondisinya terus membaik,” ujar Iriani.
Sementara itu, di RS Haji Medan terdapat tiga siswa yang masih menjalani perawatan. Saat dilakukan kunjungan, kondisi mereka disebut sudah lebih baik dibandingkan sebelumnya.
Namun, Iriani mengatakan, salah satu siswa saat dikunjungi masih dalam keadaan tidur dan terlihat cukup lemah sehingga tetap membutuhkan pemantauan serta perawatan dari pihak rumah sakit.
Selain memastikan kondisi para siswa, Ketua DPRD Kabupaten Karo juga menegaskan bahwa pihaknya akan ikut melakukan pengecekan terhadap pengelolaan program MBG, terutama terkait proses penyediaan, pengolahan hingga pendistribusian makanan kepada para siswa.
Meski demikian, Iriani menegaskan bahwa penyebab pasti gangguan kesehatan yang dialami siswa masih harus menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.
“Kita akan mengecek langsung pengelolaan MBG dan kita juga masih menunggu hasil laboratorium untuk mengetahui penyebabnya,” kata Iriani.
Ia menambahkan, DPRD bersama pemerintah daerah akan terus mengikuti perkembangan kondisi kesehatan para siswa hingga benar-benar dinyatakan pulih.
Iriani juga berharap kejadian tersebut tidak kembali terulang dan seluruh proses pengelolaan makanan untuk anak-anak sekolah dapat dilakukan dengan mengutamakan keamanan, kebersihan serta kualitas makanan.
“Kita akan terus melihat perkembangan siswa sampai benar-benar stabil dan pulih. Jangan sampai hal ini terulang kepada anak-anak kita,” tegasnya.
**Zul – iNews Rakyat
Langsung ke konten














