Inewsrakyat.com (Karo) Daun sirih identik dengan kaum Ibu (pernanden,dalam bahasa Karo)Secara umum pernanden”kaum ibu” secara turun temurun memakan sirih seperti layaknya seorang pria merokok.Terlebih kalau ada pesta perkawinan disodorkan sirih “belo'(Karo) untuk kaum ibu yang hadir sebagai tanda kehormatan atas hadirnya beliau di dalam pesta perkawinan tersebut.
Daun sirih sudah identik dengan kaum ibu di dataran tinggi Kabupaten Karo ini,dan secara umum untuk menjaga kesehatan kaum ibu di Tanah Karo ini identik juga dengan daun sirih.Kali ini bagaimana menjaga kesehatan dengan merelaksasi tubuh maupun pikiran dengan daun sirih.
Penulis sebagai kaum ibu yang berdomisili di Kabupaten Karo ini sangat tertarik untuk kesehatan, dapat menggunakan tanaman di sekitar kita terutama daun sirih yang dengan mudah di dapat dan dengan harga yang terjangkau dan murah tetapi sungguh sangat berkhasiat.
Ketika penulis menjumpai br Ginting yang kesehariannya berjualan sirih menuturkan : Saya 2 kali dalam 1 Minggu meramu daun sirih ini,
-1 kepit berkisar 20 lembar,
-Serai 5 batang,
-Cikala 5 batang sepanjang sejengkal,
-Semuanya direbus dengan air sebanyak dandang saya ukuran 5 tumba,
-Setelah mendidih saya masukkan garam sebanyak 3 sendok makan,
-Tunggulah sampai air dapat digunakan sebagai air mandi dan tidak boleh ditambahkan air dingin,
-Masukkan air rebusan ini didalam wadah untuk mandi dan saya berendam sambil memukulkan batang cikala dengan lembut ke seluruh badan untuk merasakan sensasi berjalannya aliran darah dengan baik juga merasakan seluruh badan “rileks”,pikiran tenang juga.
Begitu penulis bertanya berapa usia beliau? Sudah 59 tahun !,”jawabnya. Tapi kelihatan masih seperti usia 40 tahun saja. Dari penuturan beliau,ayo kita coba untuk merasakan sensasi merelaksasikan tubuh dan pikiran dengan biaya murah dan ampuh.Dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat (Mitha)
Poster himbauan kualitas udara dan antisipasi kabut asap — iNewsRakyat.com.
Himbauan Lingkungan
Himbauan Kabut Asap: Warga Medan Diminta Kurangi Aktivitas di Luar Ruangan
Kamis, 15 Oktober 2026 · Redaksi iNewsRakyat.com
Warga diimbau memperhatikan kondisi udara, mengurangi aktivitas di luar ruangan saat kabut asap pekat, dan menggunakan masker yang sesuai apabila harus keluar rumah.
Informasi pada poster pembaruan pagi ini menyebutkan kondisi Kota Medan berkabut asap. Data yang tercantum dalam poster menunjukkan AQI 175 dengan kategori “Tidak Sehat”, serta PM2.5 sebagai polutan utama. Angka dan kondisi kualitas udara dapat berubah dari waktu ke waktu.
Poster tersebut juga memuat informasi ISPU dari titik pemantauan Pinang Baris dan Jalan AH Nasution. Masyarakat disarankan memeriksa pembaruan resmi dari instansi terkait sebelum menentukan aktivitas di luar rumah.
Langkah yang dapat dilakukan masyarakat
Kurangi kegiatan luar ruangan ketika udara tampak pekat atau jarak pandang menurun.
Jika harus keluar, gunakan masker yang sesuai dan batasi waktu di luar.
Perhatikan anak-anak, lansia, serta orang yang memiliki asma atau gangguan pernapasan.
Tim lapangan dan pekerja luar ruangan sebaiknya mengikuti prosedur keselamatan serta arahan instansi terkait.
Catatan redaksi: Angka AQI, ISPU, suhu, kelembapan, arah angin, dan prakiraan cuaca pada poster merupakan informasi yang perlu diverifikasi kembali melalui sumber resmi sebelum diterbitkan sebagai data terkini.
Saran untuk Mengurangi Paparan Asap
1
Pertimbangkan waktu beraktivitas
Tunda kegiatan luar ruang jika kondisi udara buruk dan pantau informasi cuaca terbaru.
2
Gunakan masker yang sesuai
Jika perlu berada di luar ruangan, gunakan respirator seperti N95/KN95 yang terpasang rapat.
3
Lindungi kelompok rentan
Batasi paparan asap bagi anak-anak, lansia, dan orang dengan gangguan pernapasan.
4
Perhatikan keselamatan kerja
Koordinator lapangan perlu mengingatkan pekerja tentang perlindungan pernapasan dan jeda kerja.
Semoga hujan membantu mengurangi asap. Tetap waspada dan jaga kesehatan!