
Inewsrakyat.com – Karo
– Diketahui bahwa peringatan ataupun perayaan Hari Jadi Kabupaten Karo yang digelar sejak tahun 2018 hingga saat ini (78 Thn) adalah sebagai apresiasi pemberian penghargaan bagi para Tokoh dan Pejuang – Pejuang Karo, diantaranya dengan melaksanakan Jiarah Bersama ke Makam Pahlawan Kabanjahe, hingga Pemerintah Daerah Kabupaten Karo melaksanakan Paripurna Istimewa DPRD terkait Hari Jadi tersebut, dan dengan mengadakan berbagai hiburan rakyat.

“Harapan Pemerintah Kabupaten Karo dengan adanya pesta hiburan rakyat yang menampilkan musik etnis Karo salah satunya perkolong kolong (menari dan bernyanyi sesuai dengan kearifan lokal) ada juga teater yang mengangkat Perjuangan para Pejuang Karo dalam mempertahankan Bumi Turang (Taktik Bumi Hangus ) sehingga dari adanya hiburan ini, maka akan ada putaran ekonomi bagi pelaku UMKM, terlebih-lebih di semarak Hari Jadi Tahun 2024 ini diadakan juga Fun Run 5 K dan 10 K dimana ada Pesertanya untuk Fun Run sebanyak 400 orang, dimana lebih 200 orang Pesertanya dari luar Karo, tentunya Peserta dari luar juga sudah dipastikan harus nginap di Karo sebelum mengikuti Fun Run itu, yang tentunya perputaran ekonomi sangat terasa,” terang Kadis Budporapar Kabupaten Karo Munarta Ginting ini.
Nah di tengah tengah pesta rakyat dalam menyemarakkan Hari Jadi Kabupaten Karo yang ke 78 ini, tampak adanya hiburan musik DJ (Disco Jockey) yang menampilkan budaya Barat yang sangat tidak mencerminkan budaya Karo disuguhkan oleh panitia di lokasi, menjadi tanda tanya oleh beberapa kalangan masyarakat Karo, sehingga Wartawan mencoba mempertanyakan perihal tersebut langsung ke Kadis Budporapar Kabupaten Karo.

Kadis Budporapar Karo, Munarta Ginting menjelaskan, bahwa kegiatan hiburan berbau musik asing (Budaya Luar) tersebut tak menampiknya, namun Munarta mengatakan,” itu kegiatan hiburan semata – mata hanya untuk memberikan spirit kepada para Peserta Fun Run (peserta marathon), tapi yang pasti itu hal yang biasalah untuk Peserta Marathon, yang mana setelah berlari atau usai berolahraga itu, badan perlu dilakukan Stretching atau peregangan otot-otot, agar tidak kebas dan kaku seusai kegiatan Fun Run/marathon. Nah.., soal musik DJ yang ditampilkan itu tidak memakan waktu yang lama, yang jelas kita lakukan sesaat kedatangan para Fun Run di lokasi yang awalnya kita sambut dengan Gundala -Gundala (tarian asli etnis Karo) dengan menggunakan alat-alat musik tradisional, yang jelas di Hari Jadi ini kita menghibur masyarakat Kabupaten Karo,” kata Munarta, Sabtu (09.03.2024) malam.
Lanjutnya lagi, terkait adanya beberapa warga masyarakat penilaiannya atau memaknainya berbeda, iyaaa.., itu.. sah – sah saja, tapi sekali lagi, semuanya kegiatan yang berbau hiburan dari hari pertama hingga malam keduanya di lokasi hari Jadi Kabupaten Karo ini, kita tetap menjunjung tinggi nilai-nilai kearifan lokal dengan menampilkan budaya adat istiadat Suku Karo, ini bisa kita lihat dari musisi dan penampilan penampilan dari hiburan lainnya yang ada,” terang Kadis ini ke wartawan.
*Haris/INR





