Kapolres Tanah Karo Tegas: Jangan Buka Lahan dengan Membakar, Saatnya Beralih ke Teknologi
Sebarkan artikel ini
Karo —inewsrakyat.com : Kapolres Tanah Karo, AKBP Eko Yulianto, S.H., S.I.K., M.M., M.Tr.Opsla, mengingatkan masyarakat agar tidak lagi membuka lahan dengan cara membakar.
Praktik tersebut, menurutnya, tidak hanya berisiko tinggi menimbulkan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), tetapi juga merupakan bentuk kelalaian yang dapat berdampak luas terhadap lingkungan dan keselamatan warga.“Jangan buka lahan dengan cara membakar. Kita sudah harus beralih menggunakan teknologi yang lebih aman dan ramah lingkungan.
Banyak metode alternatif tanpa api yang terbukti lebih efisien dan tidak merusak ekosistem,” tegas Kapolres.Dalam upaya pencegahan Karhutla, Polres Tanah Karo terus menggencarkan patroli rutin, sosialisasi, dan edukasi kepada masyarakat, khususnya di wilayah-wilayah rawan kebakaran.
Selain itu, peran Bhabinkamtibmas dan kerja sama lintas sektor juga terus diperkuat.“Api bukan jalan keluar. Sekali api menyebar, kerugian yang ditimbulkan bisa sangat besar—dari kerusakan hutan, pencemaran udara, hingga gangguan kesehatan masyarakat.
Semua bisa dicegah jika kita mau berubah,” ujar AKBP Eko Yulianto.Ia pun menegaskan bahwa pencegahan lebih mudah daripada pemadaman. Karena itu, diperlukan kesadaran kolektif dan tanggung jawab bersama untuk menjaga kelestarian alam.“Mari kita jaga Tanah Karo agar tetap hijau, lestari, dan aman. Stop bakar lahan, selamatkan masa depan,” pungkasnya.( Red/ INR )
Poster himbauan kualitas udara dan antisipasi kabut asap — iNewsRakyat.com.
Himbauan Lingkungan
Himbauan Kabut Asap: Warga Medan Diminta Kurangi Aktivitas di Luar Ruangan
Kamis, 15 Oktober 2026 · Redaksi iNewsRakyat.com
Warga diimbau memperhatikan kondisi udara, mengurangi aktivitas di luar ruangan saat kabut asap pekat, dan menggunakan masker yang sesuai apabila harus keluar rumah.
Informasi pada poster pembaruan pagi ini menyebutkan kondisi Kota Medan berkabut asap. Data yang tercantum dalam poster menunjukkan AQI 175 dengan kategori “Tidak Sehat”, serta PM2.5 sebagai polutan utama. Angka dan kondisi kualitas udara dapat berubah dari waktu ke waktu.
Poster tersebut juga memuat informasi ISPU dari titik pemantauan Pinang Baris dan Jalan AH Nasution. Masyarakat disarankan memeriksa pembaruan resmi dari instansi terkait sebelum menentukan aktivitas di luar rumah.
Langkah yang dapat dilakukan masyarakat
Kurangi kegiatan luar ruangan ketika udara tampak pekat atau jarak pandang menurun.
Jika harus keluar, gunakan masker yang sesuai dan batasi waktu di luar.
Perhatikan anak-anak, lansia, serta orang yang memiliki asma atau gangguan pernapasan.
Tim lapangan dan pekerja luar ruangan sebaiknya mengikuti prosedur keselamatan serta arahan instansi terkait.
Catatan redaksi: Angka AQI, ISPU, suhu, kelembapan, arah angin, dan prakiraan cuaca pada poster merupakan informasi yang perlu diverifikasi kembali melalui sumber resmi sebelum diterbitkan sebagai data terkini.
Saran untuk Mengurangi Paparan Asap
1
Pertimbangkan waktu beraktivitas
Tunda kegiatan luar ruang jika kondisi udara buruk dan pantau informasi cuaca terbaru.
2
Gunakan masker yang sesuai
Jika perlu berada di luar ruangan, gunakan respirator seperti N95/KN95 yang terpasang rapat.
3
Lindungi kelompok rentan
Batasi paparan asap bagi anak-anak, lansia, dan orang dengan gangguan pernapasan.
4
Perhatikan keselamatan kerja
Koordinator lapangan perlu mengingatkan pekerja tentang perlindungan pernapasan dan jeda kerja.
Semoga hujan membantu mengurangi asap. Tetap waspada dan jaga kesehatan!