
Berita Tanah Karo – Inewsrakyat.com
Santa Maria Br Sembiring (49), salah satu Peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) asal Desa Raya Kecamatan Berastagi, Kabupaten Karo menceritakan kisahnya yang sering keluar masuk rumah sakit untuk melakukan transfusi darah karena penyakit anemia yang dideritanya. Ia mengatakan bahwa sudah hampir dua tahun rutin menjalani tindakan transfusi darah.
Saat dikunjungi Tim media saat menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum (RSU) Amanda Berastagi, Santa menyampaikan bahwa dirinya menderita kondisi anemia. Atas kondisinya tersebut, Santa mengaku bahwa dirinya sering mengalami beberapa gejala seperti lemas, mudah mengantuk, sakit kepala dan lain-lain. Bahkan tak jarang gusinya bengkak dan berdarah.
Santa yang ditemani oleh sang anak mengakui bahwa berkat adanya Program JKN yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan, ia masih memiliki harapan untuk tetap semangat menghadapi anemia yang dideritanya.
“Pertama kali saya tahu kalau saya menderita anemia awalnya karena gusi saya sering bengkak dan berdarah. Selain itu, badan saya terasa lemas dan maunya tiduran saja, bahkan memar pada badan juga sering muncul. Suami saya membawa saya untuk berobat ke Puskesmas, dan dari hasil pemeriksaan laboratorium kata dokter saya dinyatakan terkena anemia. Kemudian saya dirujuk ke RSU Amanda ini untuk mendapatkan tindakan lebih lanjut,” ungkap Santa, beberapa waktu lalu.
Santa awalnya tidak menyangka akan terkena anemia bahkan harus mendapatkan tindakan transfusi darah beberapa kali untuk pengobatannya. Ia juga mengaku dirinya merasa khawatir jika harus terus menerus harus dirawat dirumah sakit, mengingat pendapatan sang suami yang sehari-harinya bekerja sebagai pegawai swasta hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, hal ini tentu menjadi beban pikiran bagi Santa.
“Kalau tidak dibantu dengan Program JKN, saya mungkin tidak akan rutin berobat seperti ini. Biaya keperluan rumah tangga sangat banyak, anak-anak saya juga masih perlu biaya untuk sekolah dan lainnya.
Untungnya biaya pengobatan dan perawatan ditanggung penuh oleh BPJS Kesehatan. Lega sekali rasanya karena bisa mengurangi beban suami saya untuk menanggung biaya pengobatan saya. Pelayanan di rumah sakit juga sangat bagus. Proses masuk ke ruangan cepat, dokternya ramah, begitu juga dengan perawatnya lemah lembut saat bertanya juga sangat pengertian,” tutur Santa ini.
Santa merupakan Peserta Program JKN dari segmen peserta Pekerja Penerima Upah (PPU) yang dibayarkan oleh perusahaan tempat suaminya bekerja. Menurut Santa, walaupun dirinya mendapatkan pelayanan kesehatan dengan memanfaatkan Program JKN, ia merasa pelayanan dari rawat inap maupun rawat jalan yang dirasakannya sangat memuaskan dan tidak ada perbedaan antara Peserta Program JKN dan Peserta umum.
Proses administrasi yang mudah dan tidak bertele-tele, tindakan-tindakan mulai dari transfusi yang sudah ia lakukan beberapa kali hingga obat-obatan pun dapat tetap ia dapatkan tanpa iur biaya tambahan apa pun.
Merasa terbantu dengan adanya Program JKN, Santa sangat bersyukur dan merasa puas akan fasilitas dan pelayanan yang diberikan BPJS Kesehatan kepadanya. Dirinya meyakini bahwa Program JKN akan selalu membawa manfaat bagi seluruh masyarakat.
“Sekali lagi saya berharap bahwa Program JKN dari BPJS Kesehatan ini tetap berlangsung dan tidak dihentikan, karena Program JKN sangat berguna bagi semua orang. Terlebih lagi, Program JKN prosesnya tidak rumit sehingga tidak ada alasan untuk tidak bergabung. Prinsip gotong royong jelas tecermin pada program ini,” ujarnya.
*Haris/INR






