Tanggapan Dra Rosmita tentang GEMAR


Inewsrakyat.com Karo
Gerakan Ayah Mengambil Rapor (GEMAR) yang lagi marak dan viral penulis bertemu dengan Dra Rosmita 19/12/25 seorang ahli budaya alumni USU (Universitas Sumatera Utara) jurusan Sastra Daerah juga berkecimpung dalam relawan yang sering bertemu dengan berbagai kalangan masyarakat.

“Gerakan Ayah Mengambil Rapor adalah upaya meningkatkan keterlibatan ayah
atau figur ayah dalam pendidikan anak melalui kehadiran kaum Ayah ketika pengambilan rapor
mendukung pendidikan karakter anak.Dan Gemar bukan hanya ayah kandung, tetapi dapat diwakili oleh figur ayah pengganti yang berperan aktif dalam pengasuhan anak.

Anak yatim tentu dapat mengikuti GEMAR melalui figur ayah pengganti, seperti: Ibu, kakek, paman, kakak laki-laki dewasa, wali resmi, atau pendamping keluarga laki-laki. Diupayakan kehadiran peran ayah, bukan status biologis,
diutamakan ayah atau figur ayah. Namun ibu tetap berperan penting dalam pendampingan pendidikan dan sejogianya hadir bersama ayah atau figur ayah sebagai bentuk dukungan keluarga.
Anak dari keluarga single mother tetap diikutsertakan melalui figur ayah pengganti dari keluarga atau lingkungan terdekat yang memiliki peran pengasuhan positif.

Himbauan GEMAR adalah

terciptanya kepedulian ayah terhadap pendidikan anak,
membangun komunikasi antara Ayah Anak, mencegah pola pengasuhan pasif dari figur ayah.
GEMAR bukan hanya dilakukan saat pengambilan rapor tetapi berkelanjutan dan berkesinambungan merupakan dalam pendidikan dan
pengasuhan anak.

  Peran serta ayah seperti hadir langsung mengambil rapor berdialog dengan guru,

mendampingi anak membahas saat belajar, memberi motivasi dan dukungan belajar saat di rumah.
GEMAR dapat dilakukan pada jenjang PAUD, SD, SMP, hingga SMA/sederajat, sesuai
kebijakan dan kesiapan sekolah.

Kesuksesan GEMAR dapat dilihat
meningkatnya kehadiran ayah/figur ayah saat pengambilan rapor,
meningkatnya komunikasi ayah dengan guru, perubahan sikap ayah terhadap komunikasi dan pendidikan anak, juga mendukung pembelajaran di rumah” ujar pendamping guru agama di berbagai sekolah ini.

Semoga GEMAR dapat dikelola antara sekolah dan desa/kelurahan, komunitas maupun tokoh masyarakat dan dikerjakan dengan berkelanjutan. Dan anak tanpa ayah tetap difasilitasi agar memperoleh pendampingan dan keteladanan figur ayah.

Nb: “Ibu Dra Rosmita tidak mau berfoto ketika penulis bincang dengan beliau”
Angel/INR

Penulis


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *