
Berita Tanah Karo – Inewsrakyat.com
Ayu Pebrianti, seorang wanita kelahiran tahun 1999 ini merupakan warga Desa Singa, Kecamatan Tigapanah, Kabupaten Karo yang membagikan beberapa pengalamannya ketika ia harus menjalani perawatan karena penyakit Asma Bronkitis beberapa waktu yang lalu.
“Saya mulai sering sakit itu kira-kira dalam dua minggu belakangan ini. Awalnya, saya merasa sesak napas, batuk terus-menerus, dan tubuh sering lemas. Karena khawatir bertambah parah mau tidak mau saya pergi ke Puskesmas terdekat. Sudah tiga kali saya diperiksa, berdasarkan pemeriksaan oleh dokter dan tenaga medis saya didiagnosis menderita asma bronkitis dan harus dirujuk ke Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL) untuk mendapatkan pemeriksaan lanjutan,” ujar Ayu ke media dan tim Jamkesnews ini.
Ayu menceritakan bahwa kehadiran Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) telah membantu masyarakat Indonesia dalam mendapatkan layanan kesehatan. Hal inilah yang tengah dirasakan oleh Ayu saat ditemui ketika menjalani pengobatan rawat inap di RSU Amanda Berastagi.
“Pada saat mau dirujuk, saya sangat khawatir dengan biaya pengobatan yang pasti tidak sedikit. Namun, karena edukasi dari tenaga medis di Puskesmas saya menjadi paham bahwa jika sudah terdaftar menjadi peserta Program JKN maka seluruh biaya pengobatan pasti akan di jamin asal sesuai dengan indikasi medis dan ketentuan yang berlaku. Oleh karena itu saya merasa sangat lega dan benar-benar merasa terbantu. Karena saya tidak perlu lagi memikirkan biaya. Hanya perlu fokus dan semangat untuk kesembuhan saya,” kata Ayu.
Selama menjalani perawatan di rumah sakit, Ayu ditemani oleh sang Ibu Rosmidawati Pohan yang siap siaga membantu kebutuhannya. Menurut Rosmida pelayanan JKN selama anaknya dirawat sangat baik, mulai dari dokter, perawat, sampai petugas administrasi semuanya memberikan pelayanan dengan tulus dan ikhlas. Melalui Program JKN keluarganya sangat terbantu terlebih anaknya Ayu merupakan peserta dari segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang iurannya dibayarkan oleh pemerintah.
“Meski kelas tiga, namun pelayanannya sama tidak ada pembeda dengan kelas lainnya. Yang membedakan hanya jumlah tempat tidur saja, untuk obat-obatan sama saja. Semua diberikan sesuai indikasi medis dan aturan kesehatan. Semua biaya perawatan ditanggung sepenuhnya, dan itu sangat meringankan beban saya juga sebagai orang tua. Setidaknya anak saya tidak perlu memikirkan tambahan untuk biaya pengobatannya,” tutur Rosmida.
Lebih lanjut Ayu mengatakan bahwa kehadiran Program JKN sangat membantunya dalam menjaga perekonomian keluarga. Hal ini sangat ia rasakan saat persalinan dua buah hatinya, biaya yang sudah ia kumpulkan untuk berjaga-jaga saat proses persalinan sama sekali tidak terpakai karena semua biaya ditanggung oleh JKN.
“Alhamdulillah jadi bisa saya tabung kembali untuk kebutuhan rumah tangga yang lain. Anak pertama kemarin persalinannya di kota Sibolga, tetapi terkait administrasi sama sekali tidak ada kendala, semuanya sangat gampang karena JKN bisa digunakan di seluruh Indonesia cukup dengan Kartu Tanda Penduduk (KTP). Anak kedua persalinannya sudah di Kabupaten Karo,” ungkap Ayu ini lagi.
Kembali Ia menambahkan bahwa menjadi peserta JKN tidak perlu menunggu sakit. JKN benar-benar menjadi penolong bagi dirinya dan keluarga saat mengalami sakit. Ia merasakan manfaat yang besar dari program ini, sehingga membuatnya terdorong mengajak keluarga besar dan kerabatnya untuk segera mendaftarkan diri menjadi peserta, terlebih jika mampu membayar iuran sendiri.
“Kalau kita menjadi peserta JKN, saat sakit kita tidak perlu lagi memikirkan biaya berobat sehingga bisa menjadi lebih tenang, asalkan kita juga mengikuti prosedurnya. Tidak ada yang sulit, yang penting kita pun proaktif mencari informasi supaya tidak ada kendala saat berobat pakai JKN,” ucap Ayu kala itu.
*Haris/INR






