Ester Nidia Buktikan Program JKN Berikan Segudang Manfaat Untuk Dirinya 


Lebih dari satu dekade Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) mengurai warna baru dan membawa dampak yang sangat signifikan bagi masyarakat yang membutuhkan akses layanan berkualitas. Banyak masyarakat Indonesia yang telah merasakan manfaat positif sebagai dampak  hadirnya program ini, salah satunya yang dirasakan oleh Ester Nidia Br Sihaloho (27).

Ester bekerja sebagai tenaga medis di salah satu rumah sakit swasta di Kabupaten Karo sehingga  kepesertaannya dalam Program JKN termasuk dalam segmen Pekerja Penerima Upah (PPU). Ester menceritakan pengalamannya yang pernah mendapatkan pelayanan kesehatan dengan memanfaatkan Program JKN, Jumat (11/07/2025). 

“Saya termasuk salah satu orang yang sering berobat menggunakan JKN. Tahun 2019 kemarin saya menderita usus buntu sehingga harus dilakukan tindakan Apendiktomi atau operasi usus buntu segera. Kemudian pada tahun 2022 saya juga menjalani perawatan di rumah sakit lagi karena kondisi saya drop, awalnya radang, batuk, demam tinggi, kepala terasa sangat oyong, dan seluruh badan terasa lemas. Akhirnya saya di antar ke klinik kemudian harus dirujuk ke rumah sakit. Sesampainya di rumah sakit, langsung ditangani oleh pihak rumah sakit. Dari hasil pemeriksaan, saya didiagnosis terkena penyakit hipoglikemia (kondisi ketika kadar gula dalam darah di bawah normal_red) sehingga saya harus dirawat selama beberapa hari,” ungkap Ester.

Ester mengaku tepat beberapa minggu lalu ia juga baru keluar dari rumah sakit akibat sakit hebat pada perutnya sehingga harus mendapatkan perawatan kembali. Awalnya Ester mengira  ia sakit perut biasa.

“Memang kemarin saya telat makan dikarenakan kondisi pekerjaan juga lagi banyak, sepulang kerja perut saya mulai terasa sakit. Karena sakitnya masih bisa ditahan saya memutuskan untuk istirahat saja. Akan tetapi, sakit perut yang saya rasakan tidak kunjung reda. Malah dibarengi muntah terus-menerus. Akhirnya di pagi hari saya bergegas ke faskes dekat dengan rumah saya. Setelah dilakukan pemeriksaan medis akhirnya saya kembali harus rawat inap di rumah sakit,” lanjut Ester.

Selama menjalani perawatan Ester sama sekali tidak mengeluarkan biaya, semua ditanggung. Selama di rumah sakit ia juga dilayani dengan baik, dokter spesialis dan perawatnya juga baik dan sangat profesional.

“Kalau ada yang bilang perawatan menggunakan JKN itu hanya dibatasi selama tiga hari, itu tidak benar, buktinya saya dirawat sampai enam hari juga sampai sembuh dan tidak diminta biaya tambahan apa-apa. Akses layanannya juga mudah dengan adanya Aplikasi Mobile JKN. Urusan administrasi cukup dari situ, urusan akses layanan Kesehatan juga bisa seperti ambil antrean, telehealth, dan skrining riwayat Kesehatan,” tutur Ester.

Ester tidak lupa menyampaikan ucapan terima kasih kepada BPJS Kesehatan karena dengan Program JKN, ia bisa sembuh dari sakitnya tanpa terbebani masalah biaya. Menurutnya Program dari BPJS Kesehatan, ia merasa lebih terlindungi dan lebih tenang dalam menjalani hidup karena kesehatannya terjamin.

“Sebagai peserta JKN mengucapkan terima kasih atas dukungan dan pelayanan yang telah diberikan oleh Program JKN. Dengan adanya BPJS Kesehatan, saya bisa mendapatkan pengobatan dan perawatan yang dibutuhkan tanpa khawatir akan biaya yang tinggi. Program JKN benar-benar membantu meringankan beban kesehatan saya, terutama di saat-saat yang sulit. Berkat BPJS Kesehatan, saya merasa terlindungi dan lebih tenang karena memiliki akses ke layanan kesehatan yang berkualitas. Namun secara keseluruhan program ini sudah bagus. Semoga BPJS Kesehatan terus berkembang dan semakin baik dalam memberikan pelayanan kepada seluruh masyarakat Indonesia,” tutup Ester.

*Haris/INR

Penulis


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *