Jerit Warga Kecamatan Dolok sanggul Jalan Pertanian Rusak Parah
Sebarkan artikel ini
inewsrakyat.com (Humbahas)Sudah puluhan tahun kondisi jalan menuju lokasi pertanian masyarakat kondisinya mengenaskan.
Bahkan jika datang musim penghujan badan jalan dipenuhi dengan lumpur dan genangan air seperti kubangan kerbau, masyarakat atau petani banyak melintasinya dengan menggunakan sepeda motor, maupun roda empat dan jika musim kemarau jalan berlobang lobang.
Padahal jalan tersebut merupakan akses utama warga desa lumban purba, dan desa tetangga, juga petani dari kota dolok Sanggul, kecamatan Dolok Sanggul, kabupaten Humbang Hasundutan. yang hendak menuju ke lahan pertanian masing masing.
sementara itu kepada media ini warga pengguna jalan mengatakan, sudah lama hampir puluhan tahun lalu hingga saat ini belum ada perhatian dari pemerintah Humbang hasundutan, untuk perbaikan jalan, baik itu parit maupun pengerasan jalan. Sudah puluhan tahun kondisi jalan ini rusak parah namun sejauh ini belum ada perhatian pemerintah untuk memperbaikinya. Bahkan kami beranggapan sepertinya pemerintah Humbang Hasundutan ini tutup mata terhadap lahan pertanian kami, keluh warga setempat.
Hingga saat ini warga mengaku belum mengetahui ada atau tidaknya program perbaikan infrastruktur dari pemerintah Humbang Hasundutan. Kerusakan jalan yang terjadi di sepanjang jalan ini sangat menghambat aktivitas warga, terutama saat musim penghujan, ujar warga menambahkan. Menurut warga yang tiap hari melintasi jalan tersebut bahwa, jalan kami seperti di anak tirikan sama pemerintah Humbang Hasundutan, terkesan menutup mata akan derita rakyatnya sendiri. (Pardomuan /INR)
Poster himbauan kualitas udara dan antisipasi kabut asap — iNewsRakyat.com.
Himbauan Lingkungan
Himbauan Kabut Asap: Warga Medan Diminta Kurangi Aktivitas di Luar Ruangan
Kamis, 15 Oktober 2026 · Redaksi iNewsRakyat.com
Warga diimbau memperhatikan kondisi udara, mengurangi aktivitas di luar ruangan saat kabut asap pekat, dan menggunakan masker yang sesuai apabila harus keluar rumah.
Informasi pada poster pembaruan pagi ini menyebutkan kondisi Kota Medan berkabut asap. Data yang tercantum dalam poster menunjukkan AQI 175 dengan kategori “Tidak Sehat”, serta PM2.5 sebagai polutan utama. Angka dan kondisi kualitas udara dapat berubah dari waktu ke waktu.
Poster tersebut juga memuat informasi ISPU dari titik pemantauan Pinang Baris dan Jalan AH Nasution. Masyarakat disarankan memeriksa pembaruan resmi dari instansi terkait sebelum menentukan aktivitas di luar rumah.
Langkah yang dapat dilakukan masyarakat
Kurangi kegiatan luar ruangan ketika udara tampak pekat atau jarak pandang menurun.
Jika harus keluar, gunakan masker yang sesuai dan batasi waktu di luar.
Perhatikan anak-anak, lansia, serta orang yang memiliki asma atau gangguan pernapasan.
Tim lapangan dan pekerja luar ruangan sebaiknya mengikuti prosedur keselamatan serta arahan instansi terkait.
Catatan redaksi: Angka AQI, ISPU, suhu, kelembapan, arah angin, dan prakiraan cuaca pada poster merupakan informasi yang perlu diverifikasi kembali melalui sumber resmi sebelum diterbitkan sebagai data terkini.
Saran untuk Mengurangi Paparan Asap
1
Pertimbangkan waktu beraktivitas
Tunda kegiatan luar ruang jika kondisi udara buruk dan pantau informasi cuaca terbaru.
2
Gunakan masker yang sesuai
Jika perlu berada di luar ruangan, gunakan respirator seperti N95/KN95 yang terpasang rapat.
3
Lindungi kelompok rentan
Batasi paparan asap bagi anak-anak, lansia, dan orang dengan gangguan pernapasan.
4
Perhatikan keselamatan kerja
Koordinator lapangan perlu mengingatkan pekerja tentang perlindungan pernapasan dan jeda kerja.
Semoga hujan membantu mengurangi asap. Tetap waspada dan jaga kesehatan!