Example 728x250
News Karo

PT Asian Nagri Disinyalir Memeras Warga Pemilik Hewan Lembu Di Pinggol Toba.

53
×

PT Asian Nagri Disinyalir Memeras Warga Pemilik Hewan Lembu Di Pinggol Toba.

Sebarkan artikel ini
Example 468x60




Asahan, iNewsrakyat.com :Humas PT Asian Nagri RGM Agus disinyalir telah melakukan pemerasan terhadap Krisman Tua Simanjuntak (48) warga Dusun 5 Desa Gunting Malaha Kecamatan Bandar Pulau serta Joko Sunardi (45) Warga Dusun 4 Desa Gunting Malaha, hal ini disampaikan di salah satu warung rumah makan di Kecamatan Aek Songsongan, Sabtu (30/8/2025) Sore

Dari keterangan Krisman Tua Simanjuntak menyampaikan lembunya dan lembu joko di amankan di pos 5 security PT Asian Nagri, setelah di cari tau bahwa lembu ya di tuduh merusak atau memakan tanaman jagung ketahanan pangan (Ketapang).

Saat di konfirmasi ke pihak perusahaan melalui Humas PT Asian Nagri yang bernama Agus, meminta ganti rugi sebesar 7 juta, setelah di nego menjadi 5 juta, dengan alasan untuk mengganti kerugian kerusakan yang di lakukan oleh hewan ternak yang tidak ada otaknya

“Lembu saya itu tak pernah di lepas, karena di ikat selalu, tapi entah mengapa tiba-tiba sudah ada di pos security, di tuduh merusak tanaman jagung mereka ” Ucap Krisman.

Di tempat yang sama joko juga pemilik hewan lembu, untuk menebus kedua lembu kami harus membayar sejumlah uang sebesar 5 juta ini terlalu besar menurut peraturan yang sudah di sepakati untuk ternak hewan yang kedapatan memakan tanaman hanya dikenakan denda 500 (Lima Ratus Ribu Rupiah) saja.

Joko dan krisman merasa keberatan karena mereka merasa di peras oleh Agus Humas PT Asian Nagri RGM 

“Ini pemerasan bg, sesuai peraturan per satu hewan hanya kena 500 (Lima Ratus Ribu Rupiah) ini malah kami di minta 5 Juta, ”Ucapnya Joko dengan kesal

Joko juga mengatakan sebelum ya hewan warga didenda 3 ekor sapi 6 juta dan 8 ekor 3 juta, dengan tuduhan melakukan pengerusakan tanaman jagung, dan ini hewan kami yang kena

“Saya menduga pihak perusahaan dalam hal ini Humas PT Asian Nagri melakukan pemerasan terhadap warga yang memiliki hewan lembu” Terang Joko yang dengan kesal

Menanggapi hal tersebut Humas PT Asian Nagri RGM Agus saat di konfirmasi wartawan menjelaskan tanaman yang di makan oleh hewan lembu merupakan program ketahanan pangan yang berkoordinasi dengan pihak polisi.

“Kami sudah kordinasi dengan yang punya lembu, kerugian dari kerusakan yang di sebabkan oleh lembu awalnya 7 juta, setelah di kurangi hanya yang di hitung, bibit, pupuk dan racun kami minta pihak pemilik lembu menganti 5 juta, namun pemilik lembu hanya sanggup 500 ribu, ” Ucapnya lagi

Sementara Kanit Reskrim Polsek Bandar Pulau IPDA. A.F. Manalu SH saat di konfirmasi wartawan Mengatakan hal seperti ini tidak sampai ke polisi, namun pihak Polsek tetap menerima aduan masyarakat.

“Saya akan mempertemukan pihak perusahaan dan pemilik hewan, ini masalah komunikasi aja ya bg, ”Ucap Kanit Reskrim Polsek Bandar Pulau manalu

“Terkait keberadaan hewan lembu yang di titipkan oleh pihak PT Asian Nagri, akan menitipkan ke pemilik hewan, menurut manalu selain merepotkan harus menjaga dan memberi makan hewan tersebut. “Tandasnya (Heriyanto S) iNR

iNewsRakyat.com | Himbauan Kabut Asap
Poster himbauan kabut asap Medan, Kamis 15 Oktober 2026
Poster himbauan kualitas udara dan antisipasi kabut asap — iNewsRakyat.com.
Himbauan Lingkungan

Himbauan Kabut Asap: Warga Medan Diminta Kurangi Aktivitas di Luar Ruangan

Kamis, 15 Oktober 2026 · Redaksi iNewsRakyat.com

Warga diimbau memperhatikan kondisi udara, mengurangi aktivitas di luar ruangan saat kabut asap pekat, dan menggunakan masker yang sesuai apabila harus keluar rumah.

Informasi pada poster pembaruan pagi ini menyebutkan kondisi Kota Medan berkabut asap. Data yang tercantum dalam poster menunjukkan AQI 175 dengan kategori “Tidak Sehat”, serta PM2.5 sebagai polutan utama. Angka dan kondisi kualitas udara dapat berubah dari waktu ke waktu.

Poster tersebut juga memuat informasi ISPU dari titik pemantauan Pinang Baris dan Jalan AH Nasution. Masyarakat disarankan memeriksa pembaruan resmi dari instansi terkait sebelum menentukan aktivitas di luar rumah.

Langkah yang dapat dilakukan masyarakat

  • Kurangi kegiatan luar ruangan ketika udara tampak pekat atau jarak pandang menurun.
  • Jika harus keluar, gunakan masker yang sesuai dan batasi waktu di luar.
  • Perhatikan anak-anak, lansia, serta orang yang memiliki asma atau gangguan pernapasan.
  • Tim lapangan dan pekerja luar ruangan sebaiknya mengikuti prosedur keselamatan serta arahan instansi terkait.

Catatan redaksi: Angka AQI, ISPU, suhu, kelembapan, arah angin, dan prakiraan cuaca pada poster merupakan informasi yang perlu diverifikasi kembali melalui sumber resmi sebelum diterbitkan sebagai data terkini.

Saran untuk Mengurangi Paparan Asap

1

Pertimbangkan waktu beraktivitas

Tunda kegiatan luar ruang jika kondisi udara buruk dan pantau informasi cuaca terbaru.

2

Gunakan masker yang sesuai

Jika perlu berada di luar ruangan, gunakan respirator seperti N95/KN95 yang terpasang rapat.

3

Lindungi kelompok rentan

Batasi paparan asap bagi anak-anak, lansia, dan orang dengan gangguan pernapasan.

4

Perhatikan keselamatan kerja

Koordinator lapangan perlu mengingatkan pekerja tentang perlindungan pernapasan dan jeda kerja.

Semoga hujan membantu mengurangi asap. Tetap waspada dan jaga kesehatan!
iNewsRakyat.com · Berita Terpercaya, Untuk Rakyat
© 2026 iNewsRakyat.com. Konten informasi perlu diverifikasi sebelum dipublikasikan.
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page