
Inewsrakyat.com – Karo
- Kota Berastagi salah satu tujuan objek wisata Kabupaten Karo yang tetap masih menjadi magnet bagi para tamu lokal dan mancanegara yang ingin menikmati liburan akhir pekan mereka ke Kota ini, dan tentunya wisatawan lokal dan mancanegara tertuju ke Kota Berastagi Taman Mejuah Juah yang memiliki taman bermain wahana anak dan keluarga serta tempatnya membeli oleh – oleh di area Pasar Buah dan Sayuran yang tidak jauh dari Tugu Perjuangan Berastagi.
Namun sangat di sayangkan tempat parkir yang di sediakan oleh Pemerintah Kabupaten Karo dalam hal ini Dinas Perhubungan Karo tersebut kurang memadai sehingga Para Tamu yang memiliki kendaraan Roda 2,4 dan Bus Pariwista merasa susah mencari tempat parkir di kawasan halaman parkir Pasar Buah dan Sayuran tersebut.
Dimana salah satunya area parkir di halaman Kantor Dinas Pemuda dan Olahraga serta Pariwisata dan Kebudayaan jalan Gundaling tersebut tidak memadai alias overload, yang parahnya tempat parkir dijadikan untuk tempat berjualan para pedagang asongan/PKL yang seolah-olah ada pembiaran dilakukan oleh pihak Dinas Perhubungan Kabupaten Karo ini.

Andi (45) warga Binjai yang berkunjung ke Berastagi khususnya ke Pasar Buah dan Sayuran pada hari libur Idul Adha 1444H (29/06.2023) saat ditanya, mengatakan kalau dia mengeluhkan tempat parkir yang nyaman dan dekat ke lokasi Pasar Buah. “Kami sekeluarga hampir setiap bulan ke Pasar Buah Berastagi untuk sekedar membeli Buah dan Sayuran sebagai oleh-oleh di bawa pulang, karena tidak adanya tempat parkir kami kadang tidak jadi berhenti di Berastagi, kami kadang berbelanja di sepanjang jalan Jamin Ginting sekalian mengarah menuju Medan,” katanya.
Lain halnya dengan Anwar Nasution (50) warga Siantar ini mengatakan,” Pasar Buah Berastagi tidak seperti dulu lagi, semakin semeraut aku lihat, ini aja yang seharusnya tempat parkir kendaraan dijadikan tempat jualan oleh PKL dan Asongan, dan saya tahu kemarin dari pemberitaan di media massa yang mana lapangan parkir Pasar Buah ini di rencanakan di benahi, dan para Pedagang Asongan/PKL tersebut sudah direlokasi, ke area Taman Mejuah Juah untuk tempat mereka berjualan, namun kenyataan masih sama aja, jangan jangan ada pembiaran bagi para Pedagang tersebut?!.
“Ini Bupati Karonya apa tidak tahu atau emang pura-pura tidak tahu?, Saya liat Dinas terkaitnya di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karo ini sepertinya tidak mengerti tugasnya dan kurang kreatif kayaknya untuk membuat terobosan ya?!,” katanya.
Lanjut Nasution ini lagi,” ini sangat mencoreng muka Bupati Karo, karena ulah bawahan nya, belum lagi soal Pengutipan tiket parkir ke area Taman Mejuah Juah itu ada dikutip, walaupun ada tulisan dispanduk ‘Gratis Masuk’ ehh malah dikutip.!,” ujar pak Nasution bak bertanya penuh kebingungan.
Wartawan media ini saat mengonfirmasi perihal parkir dan PKL tersebut ke Dinas Perhubungan Kabupaten Karo, Frolin Perangin-angin, SH, MSi via WhatsApp, Kamis sore (29/06.2023) sekira pukul 18.18 WIB, membalas dari seberang aplikasi WhatsApp nya, hanya memberikan balasan salam saja tanpa ada jawaban sesuai yang dipertanyakan oleh wartawan.
*Haris/INR






