Example 728x250
News Karo

Abdul J Anggota TNI Ini Selalu Manfaatkan Program JKN Untuk Kesehatan Keluarganya

45
×

Abdul J Anggota TNI Ini Selalu Manfaatkan Program JKN Untuk Kesehatan Keluarganya

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Tanah Karo, Inewsrakyat.com
 
Abdul Jafar, salah satu seorang Anggota Tentara Nasional Indonesia – Angkatan Darat (TNI-AD) Kabupaten Karo yang telah merasakan manfaat Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Selama kurang lebih 17 tahun, ia mengakui bahwa program yang diselenggarakan BPJS Kesehatan tersebut telah membantunya dalam mengakses pelayanan di fasilitas kesehatan. 

Ditemui di tengah aktivitasnya, Abdul mengaku dirinya telah memanfaatkan layanan BPJS Kesehatan baik di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) maupun di Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL). Abdul menceritakan kisahnya yang pernah merasakan sakit pada bagian pinggang yang luar biasa dan terjadi pembengkakan pada kakinya setiap ia bangun pagi. Khawatir dengan keadaannya sang istri kemudian membawa Abdul untuk segera diperiksa di FKTP dengan memanfaatkan kepesertaannya sebagai peserta JKN.

“Saat sampai di FKTP saya langsung mendapatkan penanganan oleh Petugas medis yang bertugas. Setelah diperiksa ternyata saya membutuhkan tindakan medis lanjutan. Saya kemudian dirujuk ke RSU Amanda Berastagi,” kata Abdul, beberapa waktu lalu.

Abdul mengatakan saat dalam perjalanan ke rumah sakit, sakit yang dialaminya semakin menjadi-jadi dan tidak bisa tertahankan lagi, sehingga ia terus mengerang kesakitan. Kemudian setelah ia sampai di rumah sakit, tim medis segera melakukan pemeriksaan lanjutan seperti tes urin, tes darah, dan pemeriksaan fungsi ginjal.

“Setelah hasil pemeriksaan keluar saya dinyatakan mengalami proteinuria, yaitu kondisi ketika ginjal tidak dapat menyaring darah dengan baik, sehingga protein bocor ke dalam urine atau biasa disebut ginjal bocor. Namun saat itu saya berusaha tabah dan ikhlas karena saya yakin mungkin ini adalah ujian yang diberikan Tuhan agar saya lebih menjaga kesehatan lagi ke depannya,” ujar Abdul.

Sejak saat itu Abdul harus menjalani pengobatan rutin agar penyakit yang dideritanya bisa sembuh total. Ia rutin kontrol selama dua tahun berturut turut. 

Selain dirinya yang telah memanfaatkan layanan JKN, Abdul juga menggunakan manfaat layanan saat istrinya melahirkan anak pertama. Istri Abdul harus melakukan persalinan caesar karena kondisinya tidak memungkinkan untuk melahirkan normal.

“Alhamdulillah, setelah proses operasi selesai istri saya sehat dan anak pertama kami lahir dengan tidak kurang suatu apapun. Hal ini tentu membuat kami sangat bahagia karena telah hadir anggota keluarga baru. Kami merasa nyaman karena tidak perlu lagi memikirkan biaya persalinan. Cukup fokus untuk kesembuhan anak dan istri. Yah, program ini sangat membantulah menurut kami,” tutur Abdul.

Abdul tidak bisa membayangkan kalau tidak terdaftar sebagai peserta JKN, berapa biaya yang harus dikeluarkan baik untuk pengobatan ginjalnya maupun untuk proses kelahiran anaknya.

“Pasti kalau tidak ada JKN, kami harus menyiapkan biaya yang sangat besar untuk memperoleh pelayanan kesehatan. Apalagi kelahiran anak adalah hal tidak bisa ditunda, tentu keluarga harus dari jauh-jauh hari sudah mempersiapkan biaya tersebut yang tidak sedikit. Apalagi untuk proses pengobatan saya sudah tak terhitung lah biayanya,” lanjut Abdul.

Abdul turut berbagi pengalaman mengenai ciri-ciri penyakit bocor ginjal yang pernah ia alami. Diantaranya urinnya berbusa atau berbuih, terjadi pembengkakan pada bagian tubuhnya seperti di tangan, kaki, perut hingga wajah, mudah lelah, mual muntah serta sering buang air kecil. Saat ini Abdul menjadi pasien rutin cuci darah di Klinik Rasyida Medan.

“Saya sarankan bagi kita semua yang masih sehat semoga bisa menjaga pola hidup sehat serta rutin melakukan cek kesehatan. Saat ini kita bisa memanfaatkan juga aplikasi Skrining Riwayat Kesehatan yang diberikan oleh BPJS Kesehatan untuk cek kesehatan sejak dini. Cukup mudah, kita tinggal mengisi melalui Aplikasi Mobile JKN. Pertanyaannya seputar pola makan dan pola hidup yang sehari-harinya kita jalani. Nanti akan tau apakah kita memiliki potensi terhadap penyakit kronis atau tidak. Ya kalau berpotensi tinggal lanjut saja datang ke FKTP untuk pemeriksaan lebih lanjut,” jelas Abdul.

*Haris/INR

iNewsRakyat.com | Himbauan Kabut Asap
Poster himbauan kabut asap Medan, Kamis 15 Oktober 2026
Poster himbauan kualitas udara dan antisipasi kabut asap — iNewsRakyat.com.
Himbauan Lingkungan

Himbauan Kabut Asap: Warga Medan Diminta Kurangi Aktivitas di Luar Ruangan

Kamis, 15 Oktober 2026 · Redaksi iNewsRakyat.com

Warga diimbau memperhatikan kondisi udara, mengurangi aktivitas di luar ruangan saat kabut asap pekat, dan menggunakan masker yang sesuai apabila harus keluar rumah.

Informasi pada poster pembaruan pagi ini menyebutkan kondisi Kota Medan berkabut asap. Data yang tercantum dalam poster menunjukkan AQI 175 dengan kategori “Tidak Sehat”, serta PM2.5 sebagai polutan utama. Angka dan kondisi kualitas udara dapat berubah dari waktu ke waktu.

Poster tersebut juga memuat informasi ISPU dari titik pemantauan Pinang Baris dan Jalan AH Nasution. Masyarakat disarankan memeriksa pembaruan resmi dari instansi terkait sebelum menentukan aktivitas di luar rumah.

Langkah yang dapat dilakukan masyarakat

  • Kurangi kegiatan luar ruangan ketika udara tampak pekat atau jarak pandang menurun.
  • Jika harus keluar, gunakan masker yang sesuai dan batasi waktu di luar.
  • Perhatikan anak-anak, lansia, serta orang yang memiliki asma atau gangguan pernapasan.
  • Tim lapangan dan pekerja luar ruangan sebaiknya mengikuti prosedur keselamatan serta arahan instansi terkait.

Catatan redaksi: Angka AQI, ISPU, suhu, kelembapan, arah angin, dan prakiraan cuaca pada poster merupakan informasi yang perlu diverifikasi kembali melalui sumber resmi sebelum diterbitkan sebagai data terkini.

Saran untuk Mengurangi Paparan Asap

1

Pertimbangkan waktu beraktivitas

Tunda kegiatan luar ruang jika kondisi udara buruk dan pantau informasi cuaca terbaru.

2

Gunakan masker yang sesuai

Jika perlu berada di luar ruangan, gunakan respirator seperti N95/KN95 yang terpasang rapat.

3

Lindungi kelompok rentan

Batasi paparan asap bagi anak-anak, lansia, dan orang dengan gangguan pernapasan.

4

Perhatikan keselamatan kerja

Koordinator lapangan perlu mengingatkan pekerja tentang perlindungan pernapasan dan jeda kerja.

Semoga hujan membantu mengurangi asap. Tetap waspada dan jaga kesehatan!
iNewsRakyat.com · Berita Terpercaya, Untuk Rakyat
© 2026 iNewsRakyat.com. Konten informasi perlu diverifikasi sebelum dipublikasikan.
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page