Diduga Oknum Penyidik Meminta Uang Puluhan Juta Dari Keluarga RZ Dan DS Tersangka Kasus Narkoba


Inewsrakyat.com (Asahan) Salah Satu Oknum Penyidik atau Jufer Diduga Terima Uang Dari kedua tersangka RZ Dan DS kasus narkotika jenis sabu sebesar 22 juta, (Dua puluh dua juta), yang di berikan saudari Aseh Kepada Sangpenyidik atau Jufer beberapa bulan lalu.

Salah satu ibu tersangka berinisial DS Warga Rawang Panca Arga yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan kepada wartawan, saya sudah memberikan uang kepada saudara saya yang bernama Aseh, sebesar 11 juta rupiah

“Pertama saya di pinta sebesar Rp 6000.000 (Enam Juta Rupiah) untuk pengurusan, kemudian beberapa hari kemudian saya di pinta lagi dengan nominal yang sama Rp 6000.000 (Enam Juta Rupiah), dengan alasan untuk pecah berkas dan untuk jaksa,” ucap Orang tua tersangka saat dikonfirmasi wartawan. Rabu 13/03/2024.

“Total uang yang saya berikan kepada aseh sebesar 11 juta (Sebelas Juta Rupiah) sampai saat ini kasus anak saya tidak kunjung selesai, setiap kali saya tanyakan kepada Aseh beliau hanya menjawab masih di proses, yang lebih anehnya lagi pak ketika saya mau ikut antarkan uang Aseh tidak memperbolehkan saya untuk ikut,” terangnya.

“Saya dan adik saya sudah berikan uang tersebut kepada aseh masing-masing kami keluarkan 11 juta, jadi total uang yang kami berikan Rp 22 juta kepada Aseh, dan Aseh mengatakan kepada saya bahwa uang tersebut sudah diserahkan kepada Penyidik atau Jufer” jelasnya.

“Saya harap dengan naiknya berita bapak ini, saya dapat keadilan dari bapak Kapolda Sumatera Utara, agar menindak lanjuti kasus ini, saya merasa kecewa kepada oknum tersebut, dimana letak keadilan kepada kami selaku masyarakat awam ini, anak saya sudah di kirim ke (LP) Labuhan Ruku, namun uang saya dan uang adik saya tidak di kembalikan penyidik atau Jufer kepada kami,” harapannya.

Aseh saat dikonfirmasi wartawan tidak bisa menjawab sama sekali dan beliau memblokir nomor wartawan tersebut, saat di datangi wartawan kerusuhnya Aseh bersembunyi dan tidak mau keluar dari rumahnya.

Di samping itu saat dikonfirmasi wartawan melalui WhatsApp pribadi nya, Oknum penyidik atau Jufer berinisial (EK) tidak merespon, sudah dibacanya namun tidak ada balasan darinya, di telpon berkali-kali tidak diangkat oknum Jufer tersebut.  (KL/INR)

Penulis


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *