
Berita Tanah Karo – Inewsrakyat.com
Kepercayaan Masyarakat terhadap Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) terus meningkat, terutama di kalangan ibu rumah tangga yang merasakan langsung manfaatnya melalui proses kehamilan dan persalinan. Hal ini dirasakan oleh Winda Sari Br. Sembiring (29), warga Desa Tigabinanga, Kecamatan Tigabinanga, Kabupaten Karo, yang kini telah melahirkan anak keduanya melalui proses bedah sesar di RSU Efarina Etaham Berastagi.
Menurut Winda, BPJS Kesehatan telah memberi kepastian penjaminan biaya ketika ia melakukan pemeriksaan kehamilan selama sembilan bulan hingga proses kelahiran. Winda merasakan kenyamanan karena tidak harus memikirkan biaya persalinan yang lumayan.
“Sebagai Peserta JKN pada segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang iurannya ditanggung oleh Pemerintah, saya merasa sangat terbantu dengan adanya Program JKN. Selain saya tidak khawatir memikirkan biaya persalinan, BPJS Kesehatan telah menyediakan Aplikasi Mobile JKN yang bisa memberi kemudahan administrasi pada kita. Kalau ada perubahan data bisa langsung dari aplikasi tersebut saja tidak perlu jauh-jauh datang ke kantor BPJS Kesehatan. Hal ini juga selaras dengan sistem antrean yang dikembangkan oleh rumah sakit. Melalui Aplikasi Mobile JKN, kita tidak perlu antre lama karena sudah bisa mengambil secara online dan sudah langsung terkoneksi di rumah sakit,” ujar Winda.
Sebagai seorang ibu yang sudah dua kali menjalani proses persalinan, Winda mengatakan ia malah lebih takut tidak dapat membayar seluruh biaya persalinan daripada saat harus dioperasi.
“Bersyukur ada Program JKN, semua biaya ditanggung tanpa ada iur biaya pelayanannya juga sangat memuaskan. Awalnya saya berobat terlebih dahulu di Dokter Praktik Perorangan (DPP), kemudian karena dokter tersebut bekerja sama dengan Bidan jejaring Dedsa, akhirnya saya kontrol di bidan tersebut. Saya melakukan kontrol sebulan sekali yang meliputi serangkaian pemeriksaan kehamilan yang diperlukan. Saya juga diberikan vitamin yang cocok untuk ibu hamil. Mendekati masa kandungan 34 minggu setelah dilakukan pemeriksaan ultrasonografi (USG) ternyata ada indikasi bayi saya dalam posisi sungsang. Posisi kepalanya ada di atas rahim. Sedangkan normalnya, kepala bayi harus berada di bawah dan menghadap jalan lahir saat mendekati waktu persalinan sehingga tidak memungkinkan dan sangat berisiko untuk menjalani persalinan normal,” jelas Winda.
Saat ditemui oleh wartawan, ia sedang menjalani pemulihan pasca lahiran dirumah sakit dan turut membagikan momen bahagia karena telah melahirkan anaknya dengan sehat dan tidak kurang satu apa pun. Hal ini tidak terlepas dari bantuan dokter dan tenaga medis yang sangat profesional, ramah, dan responsif terhadap kebutuhan Winda. Bahkan ia merasa ada pembeda antara pasien JKN dan pasien umum.
“Mereka selalu memberikan informasi yang jelas mengenai kondisi terkini tentang keadaan saya dan bayi saya. Hal ini membuat saya nyaman. Saya sangat berterima kasih sekali telah didaftarkan menjadi peserta JKN oleh pemerintah. Melalui Program JKN, pemerintah tetap ingat dengan kami masyarakat yang memang benar-benar membutuhkan akses layanan namun terkendala biaya,” tutur Winda.
Winda berharap semoga ke depannya, Program JKN terus berlangsung dan menjangkau lebih banyak masyarakat dengan memperbanyak channel kerja sama dengan seluruh fasilitas kesehatan di Indonesia. Winda juga ingin masyarakat menyadari betapa pentingnya memiliki perlindungan kesehatan meski belum sakit.
“Kita tidak tahu kapan datangnya sakit. Jika bisa memilih tentu kita tidak ingin hal itu terjadi dengan kita maupun kepada keluarga. Di tengah kondisi ekonomi yang sulit JKN tentu jadi solusi jitu ketika kita perlu mengakses layanan kesehatan,” tutup Winda.
*Haris/INR




