Aidina Ulfah Manfaatkan Kepesertaan JKN Untuk Akses Layanan Kesehatan 


Inewsrakyat.com – Berita Dairi

Aidina Ulfah Br.Ginting seorang Mahasiswi warga Dusun Maha Bunga, Desa Gunung Meriah Kecamatan Siempat Nempu Hulu, Kabupaten Dairi sudah mengalami Hipertiroid saat bekerja dari Pulau Bintan, Batam tahun 2022. Saat ditemui di rumahnya, Ulfah menceritakan pengalaman selama ia menggunakan kepesertaan JKN miliknya untuk memperoleh layanan kesehatan.

“Saya memutuskan untuk pulang ke kampung dan berhenti bekerja agar keluarga bisa turut membantu saat saya menjalani pengobatan. Saat itu nafsu makan saya cenderung meningkat, namun berat badan saya turun drastis, jantung berdebar kencang, sulit konsentrasi dan tangan bergetar. Setelah melakukan pemeriksaan fisik dan riwayat kesehatan serta memeriksa denyut nadi dan tes darah di dokter spesialis Telinga, Hidung dan Tenggorokan (THT) barulah saya mengetahui penyakit yang saya derita adalah Hipertiroid.

Ulfah mengungkapkan ia mulai menjalani pengobatan rutin di RSUD Sidikalang sejak bulan Desember tahun 2022 hingga sekarang. Bahkan Ulfah sudah menjadi pasien kronis yang rutin mengonsumsi obat agar penyakitnya tidak kambuh lagi.

“Alhamdulillah setelah rutin minum obat dan menjaga pola makan, saya saat ini sudah mulai sehat meski sesekali masih kambuh. Perkembangannya jauh lebih baik dari sebelumnya. Saya sudah mulai bisa beraktivitas seperti biasa bahkan saya sudah melanjutkan kuliah di Sekolah Tinggi Agama Islam Sidikalang (STAIS) mengambil jurusan Pendidikan Agama Islam,” ujar Ulfah.

Anak ketiga dari enam bersaudara tersebut mengaku selama menjalani pengobatan ia selalu memanfaatkan Program JKN sehingga tidak mengeluarkan biaya sedikitpun. Ulfah dan keluarganya merupakan peserta JKN dari segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang iurannya dibayarkan oleh Pemerintah Pusat dan telah menjadi peserta sejak bulan Januari tahun 2013.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada pemerintah dan BPJS Kesehatan yang telah membantu biaya pengobatan saya sampai dengan saat ini. Jika tidak ada Program JKN saya juga tidak bisa membayangkan darimana harus mencari uang untuk biaya pelayanan kesehatan yang memang harus rutin saya jalani. Selama pengobatan berlangsung saya selalu mendapatkan layanan yang baik dari dokter maupun petugas yang betugas baik dirumah sakit maupun puskemas,” kata Ulfah.

Sebagai Mahasiswa, Ulfah ingin mengajak seluruh masyarakat khususnya generasi muda agar sadar akan pentingnya sedia payung sebelum hujan. Ulfah mengatakan bahwa seseorang tidak tahu kapan datangnya penyakit, bisa saja terjadi meski masih dalam usia muda seperti dirinya. Untuk itu, Program JKN dapat menjadi payung yang akan melindungi saat terjadi sakit.

Pada kesempatan yang sama, Finola Br Ginting adik dari Ulfah mengatakan dirinya sangat kagum dengan Program JKN. Menurutnya, Program JKN menghadirkan berbagai inovasi yang bertujuan untuk memberikan kemudahan saat pesertanya mengakses layanan kesehatan.

“Kenapa saya bilang inovasi, saya sudah memanfaatkan Aplikasi Mobile JKN. Menurut saya banyak kemudahan yang bisa kita dapatkan saat menggunakan Aplikasi tersebut. Diantaranya saat kakak saya berobat sudah bisa ambil antrean online dari rumah. Kita jadi tahu estimasi waktu kapan kita akan dilayani di fasilitas kesehatan.

Jadi tak perlu buru-buru datang kerumah sakit untuk antre panjang yang penting sudah hadir 30 menit sebelum dilayani. Tak hanya itu saya juga suka di Aplikasi Mobile JKN ini ada fitur Bugar. Fungsinya untuk menghitung langkah kaki, denyut nadi, tekanan darah, jumlah air yang diminum saat kita beraktifitas. Bisa dihubungkan dengan smartwatch kita juga,” jelas Finola.

Mengakhiri pertemuan, Ulfah dan Finola menyampaikan harapan agar Program JKN dapat terus berlangsung dan semakin banyak masyarakat yang menyadari akan pentingnya perlindungan kesehatan sebutnya.

*Haris/INR

Penulis


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *