Air PERUMDA Tirtanadi Berastagi Kurang Steril Berdampak Bagi Pelanggan


Tanah Karo, Inewsrakyat.com

Hal ini dijelaskan oleh salah seorang pelanggan air bersih tersebut berinisial A Milala (58) warga Desa Merdeka Kecamatan Merdeka, Kabupaten Karo, kepada media ini, Senin (02/02/2026) sekitar pukul 10.00 WIB setelah beberapa waktu lalu dia melihat langsung ke lokasi Bak penampungan milik Perumda Tirtanadi itu.

A Milala menuturkan, sumber mata air dari Pancur 10 Desa Merdeka yang ada dikawasan Desa Merdeka, Airnya sangat jorok, dan kotoran hewan masuk didalamnya, karena penutup Bak terbuka dan ada yang sudah rusak, bolong plat besi penutupnya. Inilah yang membuat kotoran hewan dan bangkai kodok tersebut masuk didalam sumber mata air yang ada di Pancur 10 Desa Merdeka, Kecamatan Merdeka Kabupaten Karo.

Keluhan yang sama juga datangnya dari pelanggan air bersih Perumda Tirtanadi Cabang Berastagi yaitu S.Sinuraya (60), ia juga menjelaskan kepada media ini bahwa pasokan air bersih ke rumahnya bila musim hujan keruh (kotor).

Kemudian tim media ini langsung turun ke lokasi bersama A. Milala didampingi S. Sinuraya menuju lokasi yang jaraknya kurang lebih 3 km dari Desa Jaranguda – Desa Merdeka. Tim media ini, melihat sumber mata air tersebut benar-benar cukup memperihatinkan, disamping itu sumber mata air tersebut tampaknya sangat jarang di kontrol oleh pihak Tirtanadi. Sehingga penutup air bersih tersebut lepas dan rusak, ini juga terlihat jalan menuju lokasi kini mula ditumbuhi rerumputan liar, bahkan ada pohon besar tumbang menutupi akses ke Bron penampungan Air milik Perumda Tirtanadi.

Sebelumnya, saat di konfirmasi media ke Kepala Cabang (Kacab) Berastagi, Rocky Batubara via seluler perihal diatas, Beliau menyampaikan, “terimakasih infonya bang, saya konfirmasi ke kepala bagian jaringan perpipaan ya bang,” balas Kacab via WhatSappnya.

Lantas ke esokan harinya, Tim Media menjumpai langsung bertemu dengan Kacab di area Kantor Perumda Tirtanadi, untuk memberikan data dan foto apa yang dilihat di lokasi oleh Media, untuk memastikan atau konfirmasi ulang. Yang mana kembali Beliau (Kacab) menyampaikan hal yang sama dan mengatakan kalau anggotanya sedang me-ngecek ke lokasi.

Sementara itu, salah satu pemerhati lingkungan hidup yang sekaligus ketua dari Komunitas MALEMPA Kabupaten Karo, K. Sembiring, SE saat diminta tanggapannya, mengatakan,” jika benar adanya perihal tersebut, tentunya ini sangat disayangkan bisa terjadi, karena kita tahu Air adalah sumber kehidupan Manusia, apalagi saya dengar katanya di Bak tersebut Air nya kotor dan ada bangkai hewan di dalam Bak Penampungan, ini ngeri lah, mungkin saja selama ini, Air yang di konsumsi masyarakat/ Pelanggan sudah terkontaminasi atau telah bercampur dengan bangkai – bangkai hewan dalam Bak penampungan mereka, jadi masalah ini jangan dianggap spele, maka buat Dirut PDAM Sumut pak Ardian Surbakti selaku Pimpinan tertinggi agar menjadi Atensi beliau kasus ini,” ujarnya ke awak media.

*Haris/INR

Penulis


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *