Kabanjahe, Inewsrakyat.com Karo
Dalam meriahnya perayaan Natal pada saat ini penulis berbicara by phone dengan Angel Glendina br Perangin-angin , 25 tahun 25/12/25.Beliau berdomisili di Jakarta dan bekerja di bidang digital marketing.

Menurut beliau makna Natal :” Marilah kita melihat di tengah malam itu dalam kesunyiannya yang sederhana, di kandang yang bau itu. Di tempat peristirahatan binatang itu, lahirlah seorang perintis kehidupan (sebab semua manusia sudah mati secara rohani). Manusia hidup dalam kegelapan ,merasa diri kuat seolah-olah hidup di dalam dunia bukan di topang oleh sang Pencipta yang menopang dan memelihara dunia ini, dunia yang sombong, dengan segala ketenarannya, ditawarkan kepada manusia di tengah-tengah pemimpin-pemimpin agama yang merasa diri benar dan saleh, ditengah-tengah pemimpin yang takut kekuasaannya diambil alih oleh bayi kecil yang lahir di kandang itu, ditengah-tengah segala kejahatan yang terjadi” ujarnya. " Kehadiran bayi itu menggenapi janji Allah Bapa kepada manusia bahwa melalui keturunan perempuan akan lahir seorang Anak yg akan meremukkan kepala ular (Kejadian 3:15). Itulah berita Natal, Allah di sorga datang ke dalam dunia menjadi manusia dengan mencari orang-orang berdosa bukan orang benar, supaya setiap orang yang bertobat dan sadar akan dosa-dosanya di selamatkan. Dialah Mesias, yaitu Anak Manusia yang di urapi oleh Allah. Dialah Kristus yang dijadikan sebagai Tuhan dan Juruselamat bagi Anda dan saya. Dialah Allah yang Mulia, berkuasa, tidak mengenal dosa tetapi dijadikan dosa karena kita. Dialah Allah yg menjelma menjadi manusia untuk menjadi pendamai antara manusia dengan Allah" lanjutnya.
Selanjutnya alumni Universitas Palangka Raya (UPR) berkata: “Inilah Natal!
Natal bukan tentang perayaannya, tetapi makna Natal itu sendiri. Natal bukan tentang bagaimana supaya kita kelihatan memakai baju baru, tetapi natal adalah menjadikan setiap orang Kristen memiliki hati yang baru karena Kristus lahir di dalam hati mereka. Natal bukan supaya kita kelihatan megah, tetapi kemegahan sesungguhnya “Kristus datang” ditempat sederhana itu. Natal bukan menerima hadiah, tetapi memberi apa yang kita miliki dipersembahan kepadaTuhan. Seperti orang majus mempersembahkan yang terbaik mereka miliki kepada Tuhan. Natal bukan suatu bentuk rutinitas yang dirayakan di dalam setiap tradisi, tetapi Natal mengingatkan orang Kristen bahwa Allah pernah datang ke dalam dunia menjadi manusia. Saudara-Saudara sekalian, kembalilah kepada makna natal yang sejati. Kita harus kembali kepada apa yang dikatakan Alkitab mengenai Natal, bukan apa yang di katakan manusia dan dirancang oleh ide-ide duniawi yang memudarkan makna natal yang sejati. Kiranya Natal membawa kita datang kembali kepada Kristus, sebab Kristus datang untuk mencari kita yang berdosa dan melepaskan kita dari belenggu dosa" ungkapnya dengan sukacita.
Good bless you
Selamat hari natal 2025
Selamat tahunbaru 2026
(Mita/INR)







