inewsrakyat.com (Asahan) Salah satun karyawan yang dipaksa oleh Menejer Perusahaan Perkebunan Pabrik Kelapa Sawit (PGS) Perusahaan Pabrik Gunung Melayu Satu. yang tingal Desa Batu Anam Kecamatan Rahuning, Kabupaten Asahan. Rabu 17/05/2023
Budiamin Sinurat merasa kesal atas ucapan dari seorang menjer pabrik (PGS), memberhentikan dirinya dengan secara paksa dan di intimidasi oleh pihak perusahaan.
Saat dicomfirmasi wartawan Budiman Sinurat menjelaskan bahwa dirinya di ancam oleh Menejer pabrik (PGS) yang bernama Maruli Munte, yang saat ini masih menjabat di perkebunan pabrik (PGS).

“Kalau kau tidak tidak mau pensiun saat ini maka kau akan ku mutasikan ke keluar daerah, dan saya tidak mau menunggu lama-lama besok sudah ada jawaban dari kamu,” ucap Menjer Maruli Munte.
Disamping itu salah satu KTU yang bernama Barnes Samosir yang menjadikan kepada karyawan bernam Budiman Sinurat mengatakan di depan karyawan lainnya.
“Bonus bapak tetap kami keluarkan dan bapak jangan sangsi lagi masalah bonus bapak, sudah cepat bapak tandatangani surat pernyataan ini biar cepat selesai,” kata KTU Barnes Samosir kepada Budiman Sinurat.
Beginkah kejamnya pihak manejemen perusahaan terhadap karyawan yang lain, sementara itu karyawan yang sama-sama pensiun masih mendapatkan bonusnya, sementara itu Budiman Sinurat tidak mendapatkan kan sama sekali, malah ancaman dan intimidasi yang di terima dari menejer (PGS)
Sementara itu Sigin salah satu karyawan yang masih aktif bekerja mendengarkan semua ucapan dan janji-janji seorang KTU Joel sembiring, mengenai Bonus akan di berikan kepada Budiman, kenapa saat ini mereka buang badan semua dan tidak mau bertanggung jawab atas janjinya. (Nasution/INR)





